Logo AtTartil Quranic Institute

Surah al-Baqarah · Perkata BerwarnaColour-Coded Word by Word

Surah ke-2 · ayat 40–74 (daripada 286)Surah 2 · verses 40–74 (of 286) · AtTartil Quranic Institute

Isim (kata nama)(noun)Fiʿil (kata kerja)(verb)Ḥarf (kata sendi/partikel)(particle) ⌂ Semua surahAll surahs

(…) fāʿil (pelaku) bagi setiap fiʿilfāʿil (doer) of each verb(…)NF nāʾib fāʿil (pengganti pelaku: kata kerja pasif)nāʾib fāʿil (deputy doer: passive verb)(…)ism ism kāna/kāda (subjek kata kerja nāqiṣ, bukan fāʿil)ism of kāna/kāda (subject of an incomplete verb, not a fāʿil)

يَٰبَنِيٓ

wahai Bani (anak cucu)O Children of

ب ن ي

إِسۡرَٰٓءِيلَ

IsrailIsrael

ⓘ

ٱذۡكُرُواْ

kenangkanlahcall to mind (kamu sekalianyou all)

ذ ك ر

نِعۡمَتِيَ

nikmat-KuMy blessings

ن ع م

ٱلَّتِيٓ

yangwhich

ⓘ

أَنۡعَمۡتُ

telah berikangranted (AkuI)

ن ع م

عَلَيۡكُمۡ

kepada kamuto you

ⓘ

وَأَوۡفُواْ

dan sempurnakanlahand keep in full (kamu sekalianyou all)

و ف ي

بِعَهۡدِيٓ

perjanjian (kamu) dengan-Ku(your) pledge to Me

ع ه د

أُوفِ

(supaya) sempurnakan(so that) … keep in full (AkuI)

و ف ي

بِعَهۡدِكُمۡ

perjanjian(-Ku) dengan kamu(My) pledge to you

ع ه د

وَإِيَّٰيَ

dan kepada Akulah (sahaja)and Me (alone)

ⓘ

فَٱرۡهَبُونِ

maka hendaklah merasa gerun takutso stand in awe (of Me) (kamu sekalianyou all)

ر ه ب

Terjemahan: Wahai Bani Israil! Kenangkanlah kamu akan segala nikmat yang telah Kuberikan kepada kamu, dan sempurnakanlah perjanjian (kamu) dengan-Ku, supaya Aku sempurnakan perjanjian-Ku dengan kamu; dan kepada Akulah sahaja hendaklah kamu merasa gerun takut, (bukan kepada sesuatu yang lain)Translation: O Bani Israil (Children of Israel)! Call to mind all the blessings I granted you, and keep (your) pledge to Me in full, so that I keep My pledge to you in full; and it is Me alone that you should stand in awe of (and not anything else).

✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«وَثَالِثُهَا: نِعْمَةٌ وَصَلَتْ إِلَيْنَا مِنَ اللَّهِ تَعَالَى بِوَاسِطَةِ طَاعَاتِنَا وَهِيَ أَيْضًا مِنَ اللَّهِ تَعَالَى»

Fakhr al-Dīn ar-Rāzī, Mafātīḥ al-Ghayb, 3/474 · Shamela ↗Fakhr al-Dīn al-Rāzī, Mafātīḥ al-Ghayb, 3/474 · Shamela ↗

Kata ar-Rāzī, nikmat ada tiga jenis; yang ketiga ialah nikmat yang sampai kepada kita melalui ketaatan kita, dan itu pun daripada Allah, kerana tanpa taufik (bantuan dan petunjuk) Allah, kita tidak akan mampu melakukan ketaatan itu.
Renungan: Apabila kita dapat solat atau bersedekah, jangan berbangga diri; itu juga nikmat Allah yang perlu kita “kenangkan”, lalu kita sempurnakan janji kita dengan-Nya.
Al-Rāzī says blessings are of three kinds; the third is the blessing that reaches us through our own obedience, and that too is from Allah, for without His tawfīq (help and guidance) we could never have obeyed.
Reflection: When we manage to pray or give charity, let us not be proud; that too is a blessing of Allah to “call to mind”, so let us fulfil our covenant with Him.

وَءَامِنُواْ

dan berimanlahand believe (kamu sekalianyou all)

أ م ن

بِمَآ

dengan apa yangin what

ⓘ

أَنزَلۡتُ

turunkan (al‑Qur’an)have sent down (the Qur’an) (AkuI)

ن ز ل

مُصَدِّقٗا

yang mengesahkan benarnyaconfirming the truth of

ص د ق

لِّمَا

(Kitab) yang(the Scripture) that

ⓘ

مَعَكُمۡ

ada pada kamuis with you

ⓘ

وَلَا

dan janganlahand do not

ⓘ

تَكُونُوٓاْ

menjadibe (kamu sekalianyou all)ism

ك و ن

أَوَّلَ

orang-orang yang mula-mulathe first

أ و ل

كَافِرِۭ

kafir (ingkar)to disbelieve (deny)

ك ف ر

بِهِۦۖ

akan diain it

ⓘ

وَلَا

dan janganlah (pula)and do not

ⓘ

تَشۡتَرُواْ

membeli (dengan menjadikan … sebagai harga)buy (by making … the price) (kamu sekalianyou all)

ش ر ي

بِـَٔايَٰتِي

ayat-ayat-KuMy verses

أ ي ي

ثَمَنٗا

kelebihan-kelebihan (harga)gains (a price)

ث م ن

قَلِيلٗا

yang sedikit faedahnyaof little worth

ق ل ل

وَإِيَّٰيَ

dan kepada Akulah (sahaja)and Me (alone)

ⓘ

فَٱتَّقُونِ

maka hendaklah bertaqwaso have taqwa (of Me) (kamu sekalianyou all)

و ق ي

Terjemahan: Dan berimanlah kamu dengan apa yang Aku turunkan (Al-Quran) yang mengesahkan benarnya Kitab yang ada pada kamu, dan janganlah kamu menjadi orang-orang yang mula-mula kafir (ingkar) akan dia; dan janganlah pula kamu menjadikan ayat-ayat-Ku (sebagai harga untuk) membeli kelebihan-kelebihan yang sedikit faedahnya; dan kepada Akulah sahaja hendaklah kamu bertaqwaTranslation: And believe in what I have sent down (the Qur’an), which confirms the truth of the Scripture you already have; and do not be the first to disbelieve in (deny) it; and do not make use of My verses (as the price) to buy gains of little worth; and it is of Me alone that you should have taqwa.

✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«شُرُوعٌ فِي دَعْوَةِ بَنِي إِسْرَائِيلَ إِلَى الْإِسْلَامِ وَهَدْيِ الْقُرْآنِ وَهَذَا هُوَ الْمَقْصُودُ مِنْ خِطَابِهِمْ»

Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 1/458 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 1/458 · Shamela ↗

Menurut Ibn ‘Āshūr, ayat ini permulaan seruan kepada Bani Israil supaya menerima Islam dan petunjuk al-Qur’an, dan itulah tujuan utama khiṭāb (seruan) kepada mereka; ayat sebelumnya (mengenang nikmat, menunaikan janji dan takut kepada Allah) didahulukan untuk menyediakan jiwa mereka menerimanya.
Renungan: Hati perlu disediakan sebelum diseru; apabila mengajak keluarga dan sahabat kepada kebaikan, mari kita mulakan dengan mengingatkan nikmat Allah.
According to Ibn ‘Āshūr, this verse begins the call to the Children of Israel to accept Islam and the guidance of the Qur’an, and that is the main aim of the khiṭāb (address) to them; the previous verse (remembering blessings, keeping the covenant and fearing Allah) came first to prepare their souls to accept it.
Reflection: Hearts need preparing before they are called; when we invite family and friends to good, let us begin by reminding them of Allah’s blessings.

وَلَا

dan janganlahand do not

ⓘ

تَلۡبِسُواْ

campur adukkanmix up (kamu sekalianyou all)

ل ب س

ٱلۡحَقَّ

yang benarthe truth

ح ق ق

بِٱلۡبَٰطِلِ

dengan yang salahwith falsehood

ب ط ل

وَتَكۡتُمُواْ

dan sembunyikanand hide (kamu sekalianyou all)

ك ت م

ٱلۡحَقَّ

yang benar ituthe truth

ح ق ق

وَأَنتُمۡ

padahal kamu (semua)while you (all)

ⓘ

تَعۡلَمُونَ

mengetahuinyaknow it (kamu sekalianyou all)

ع ل م

Terjemahan: Dan janganlah kamu campur adukkan yang benar itu dengan yang salah, dan kamu sembunyikan yang benar itu pula padahal kamu semua mengetahuinyaTranslation: And do not mix up the truth with falsehood, and do not hide the truth either, when you all know it.

✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«وَهَذَا الْخِطَابُ وَإِنْ وَرَدَ فِيهِمْ، فَهُوَ تَنْبِيهٌ لِسَائِرِ الْخَلْقِ وَتَحْذِيرٌ مِنْ مِثْلِهِ»

Fakhr al-Dīn ar-Rāzī, Mafātīḥ al-Ghayb, 3/485 · Shamela ↗Fakhr al-Dīn al-Rāzī, Mafātīḥ al-Ghayb, 3/485 · Shamela ↗

Kata ar-Rāzī, ayat ini melarang menyesatkan orang lain dengan dua cara: mengelirukan dalil kebenaran, atau menyembunyikannya; dan walaupun seruan ini ditujukan kepada mereka, ia ialah peringatan kepada seluruh makhluk agar tidak berbuat seumpamanya.
Renungan: Ayat ini juga untuk kita; mari kita sampaikan kebenaran dengan jelas dan jujur, tanpa mencampuradukkannya dengan yang salah dan tanpa menyembunyikannya.
Al-Rāzī says this verse forbids misleading others in two ways: confusing the proofs of truth, or hiding them; and although the address came concerning them, it is a warning to all creation not to do the like.
Reflection: This verse is for us too; let us convey the truth clearly and honestly, without mixing it with falsehood and without hiding it.

وَأَقِيمُواْ

dan dirikanlahand establish (kamu sekalianyou all)

ق و م

ٱلصَّلَوٰةَ

sembahyangthe prayer

ص ل و

وَءَاتُواْ

dan keluarkanlahand give (kamu sekalianyou all)

أ ت ي

ٱلزَّكَوٰةَ

zakatthe zakat (purifying alms)

ز ك و

وَٱرۡكَعُواْ

dan rukuklah (berjemaah)and bow down (in congregation) (kamu sekalianyou all)

ر ك ع

مَعَ

bersama-samatogether with

ⓘ

ٱلرَّٰكِعِينَ

orang-orang yang rukukthose who bow down

ر ك ع

Terjemahan: Dan dirikanlah kamu akan sembahyang dan keluarkanlah zakat, dan rukuklah kamu semua (berjemaah) bersama-sama orang-orang yang rukukTranslation: And establish the prayer, and give the zakat, and bow down, all of you, (in congregation) together with those who bow down.

✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«أَمَرَ بِالتَّلَبُّسِ بِشِعَارِ الْإِسْلَامِ عَقِبَ الْأَمْرِ بِاعْتِقَادِ عَقِيدَةِ الْإِسْلَامِ»

Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 1/472 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 1/472 · Shamela ↗

Menurut Ibn ‘Āshūr, selepas perintah beriman dengan akidah (pegangan hati) Islam, Allah memerintahkan pula syiar (amalan zahir) Islam; “dirikanlah kamu akan sembahyang dan keluarkanlah zakat” ialah perintah dengan asas Islam yang terbesar selepas iman dan lafaz syahadah.
Renungan: Iman di hati perlu dibuktikan dengan amal; mari kita jaga solat, tunaikan zakat, dan rukuk bersama-sama jemaah.
According to Ibn ‘Āshūr, after the command to hold the ‘aqīdah (creed) of Islam in the heart, Allah commands its outward marks; “establish the prayer, and give the zakat” commands the greatest pillars of Islam after faith and uttering the testimony.
Reflection: Faith in the heart must be shown in deeds; let us guard our prayer, pay our zakat, and bow together with the congregation.

أَتَأۡمُرُونَ

patutkah … menyuruhis it right that … command (kamu sekalianyou all)

أ م ر

ٱلنَّاسَ

manusiapeople

أ ن س

بِٱلۡبِرِّ

supaya berbuat kebaikanto do good

ب ر ر

وَتَنسَوۡنَ

sedang … lupawhile … forget (kamu sekalianyou all)

ن س ي

أَنفُسَكُمۡ

akan diri kamu sendiriyourselves

ن ف س

وَأَنتُمۡ

padahal kamu (semua)when you (all)

ⓘ

تَتۡلُونَ

membacarecite (kamu sekalianyou all)

ت ل و

ٱلۡكِتَٰبَۚ

Kitab (Allah)the Book (of Allah)

ك ت ب

أَفَلَا

tidakkahwill … not

ⓘ

تَعۡقِلُونَ

berakaluse your minds (kamu sekalianyou all)

ع ق ل

Terjemahan: Patutkah kamu menyuruh manusia supaya berbuat kebaikan sedang kamu lupa akan diri kamu sendiri; padahal kamu semua membaca Kitab Allah, tidakkah kamu berakalTranslation: Is it right that you command people to do good while you forget yourselves, when you all recite the Book of Allah? Will you not use your minds?

✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«وَلَيْسَ مِنَ الْعَقْلِ أَنْ يُشْفِقَ الْإِنْسَانُ عَلَى غَيْرِهِ أَوْ أَنْ يَنْصَحَ غَيْرَهُ وَيُهْمِلَ نَفْسَهُ»

Fakhr al-Dīn ar-Rāzī, Mafātīḥ al-Ghayb, 3/487 · Shamela ↗Fakhr al-Dīn al-Rāzī, Mafātīḥ al-Ghayb, 3/487 · Shamela ↗

Kata ar-Rāzī, al-birr (kebaikan) ialah nama yang merangkumi segala amal kebajikan; tujuan menyuruh orang berbuat baik ialah nasihat atau belas kasihan, dan tidaklah masuk akal seseorang mengasihani atau menasihati orang lain tetapi mengabaikan dirinya sendiri.
Renungan: Sebelum menasihati orang lain, mari kita nasihati diri sendiri dahulu, supaya kata-kata kita selari dengan amalan kita.
Al-Rāzī says al-birr (goodness) is a name gathering all good deeds; the aim of urging people to good is sincere advice or compassion, and it makes no sense for a person to feel for others or advise them while neglecting himself.
Reflection: Before advising others, let us first advise ourselves, so that our words match our deeds.

وَٱسۡتَعِينُواْ

dan mintalah pertolongan (kepada Allah)and ask (Allah) for help (kamu sekalianyou all)

ع و ن

بِٱلصَّبۡرِ

dengan jalan sabarby way of patience

ص ب ر

وَٱلصَّلَوٰةِۚ

dan (mengerjakan) sembahyangand (by performing) the prayer

ص ل و

وَإِنَّهَا

dan sesungguhnya ia (sembahyang itu)and truly it (the prayer)

ⓘ

لَكَبِيرَةٌ

(sungguh) amatlah berat(truly) is very hard

ك ب ر

إِلَّا

kecualiexcept

ⓘ

عَلَى

kepadafor

ⓘ

ٱلۡخَٰشِعِينَ

orang-orang yang khusyuk (tunduk hati)those who are humble (in heart)

خ ش ع

Terjemahan: Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan sembahyang; dan sesungguhnya sembahyang itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyukTranslation: And ask (Allah) for help by way of patience and by performing the prayer; and truly the prayer is very hard, except for those who are humble (in heart).

✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«فَالْأَمْرُ بِالِاسْتِعَانَةِ بِالصَّبْرِ لِأَنَّ الصَّبْرَ مَلَاكُ الْهُدَى»

Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 1/477 · Shamela ↗ (huraian ayat 45–46)Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 1/477 · Shamela ↗ (commentary on 45–46)

Menurut Ibn ‘Āshūr, Allah menyuruh meminta pertolongan dengan sabar kerana sabar ialah tunjang petunjuk; antara yang menghalang umat-umat daripada mengikut agama yang lurus ialah kefahaman yang terikat pada keadaan lama mereka dan lemahnya jiwa untuk berpisah daripadanya, dan apabila mereka berperisaikan sabar, mudahlah mengikut kebenaran.
Renungan: Meninggalkan tabiat lama memang berat; mari kita minta pertolongan Allah dengan sabar dan solat.
According to Ibn ‘Āshūr, Allah commands seeking help through patience because patience is the backbone of guidance; among what keeps nations from following an upright religion is a way of thinking bound to their old ways and the soul’s weakness in parting from them, and once they put on patience as armour, following the truth becomes easy.
Reflection: Leaving old habits is truly hard; let us seek Allah’s help through patience and prayer.

ٱلَّذِينَ

(iaitu) mereka yang(namely) those who

ⓘ

يَظُنُّونَ

percaya dengan yakinbelieve with certainty (merekathey)

ظ ن ن

أَنَّهُم

bahawa merekathat they

ⓘ

مُّلَٰقُواْ

akan menemuiare going to meet

ل ق ي

رَبِّهِمۡ

Tuhan merekatheir Lord

ر ب ب

وَأَنَّهُمۡ

dan bahawa merekaand that … they

ⓘ

إِلَيۡهِ

kepada-Nyato Him

ⓘ

رَٰجِعُونَ

akan kembaliare returning

ر ج ع

Terjemahan: (Iaitu) mereka yang percaya dengan yakin bahawa mereka akan menemui Tuhan mereka, dan bahawa mereka akan kembali kepada-NyaTranslation: (Namely) those who believe with certainty that they are going to meet their Lord, and that to Him (in the end) they are returning.

✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«فَفِيهَا مَعْنَى التَّفْسِيرِ لِلْخَاشِعِينَ وَمَعْنَى بَيَانِ مَنْشَأِ خُشُوعِهِمْ، فَدَلَّ عَلَى أَنَّ الْمُرَادَ مِنَ الظَّنِّ هُنَا الِاعْتِقَادُ الْجَازِمُ»

Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 1/480 · Shamela ↗ (huraian ayat 45–46)Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 1/480 · Shamela ↗ (commentary on 45–46)

Menurut Ibn ‘Āshūr, ayat ini mentafsirkan siapa orang yang khusyuk dan menerangkan punca kekhusyukan mereka, iaitu keyakinan bahawa mereka akan menemui Tuhan dan kembali kepada-Nya; maka ẓann (sangka) di sini bermaksud keyakinan yang pasti.
Renungan: Khusyuk lahir daripada ingatan bahawa kita akan menemui Allah; mari kita hadirkan keyakinan ini setiap kali kita berdiri untuk solat.
According to Ibn ‘Āshūr, this verse explains who the humble (khāshi‘ūn) are and shows the source of their humility: the conviction that they are going to meet their Lord and go back to Him; so ẓann (thinking) here means firm belief.
Reflection: Humility in prayer is born of remembering that we will meet Allah; let us bring this certainty to mind each time we stand to pray.

يَٰبَنِيٓ

wahai Bani (anak cucu)O Children of

ب ن ي

إِسۡرَٰٓءِيلَ

IsrailIsrael

ⓘ

ٱذۡكُرُواْ

kenangkanlahcall to mind (kamu sekalianyou all)

ذ ك ر

نِعۡمَتِيَ

nikmat-nikmat-KuMy blessings

ن ع م

ٱلَّتِيٓ

yangwhich

ⓘ

أَنۡعَمۡتُ

telah kurniakangranted (AkuI)

ن ع م

عَلَيۡكُمۡ

kepada kamuto you

ⓘ

وَأَنِّي

dan (ingatlah) bahawasanya Akuand (recall) that I

ⓘ

فَضَّلۡتُكُمۡ

telah melebihkan (nenek-moyang) kamufavoured (the forefathers of) you (AkuI)

ف ض ل

عَلَى

atasabove

ⓘ

ٱلۡعَٰلَمِينَ

orang-orang (yang ada pada zamannya)the people (of their time)

ع ل م

Terjemahan: Wahai Bani Israil! Kenangkanlah nikmat-nikmat-Ku yang Aku telah kurniakan kepada kamu, dan (ingatlah) bahawasanya Aku telah melebihkan (nenek-moyang) kamu (yang taat dahulu) atas orang-orang (yang ada pada zamannya)Translation: O Bani Israil (Children of Israel)! Call to mind My blessings which I granted you, and (recall) that I favoured (the forefathers of) you (who obeyed in the past) above the people (of their time).

✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«كَأَنَّهُ قَالَ: إِنْ لَمْ تُطِيعُونِي لِأَجْلِ سَوَالِفِ نِعْمَتِي عَلَيْكُمْ فَأَطِيعُونِي لِلْخَوْفِ مِنْ عِقَابِي فِي الْمُسْتَقْبَلِ»

Fakhr al-Dīn ar-Rāzī, Mafātīḥ al-Ghayb, 3/492 · Shamela ↗Fakhr al-Dīn al-Rāzī, Mafātīḥ al-Ghayb, 3/492 · Shamela ↗

Kata ar-Rāzī, Allah mengulangi seruan “Kenangkanlah nikmat-nikmat-Ku” untuk menguatkan hujah, lalu mengiringinya dengan amaran pada ayat berikutnya, seolah-olah Dia berfirman: Jika kamu tidak mentaati-Ku kerana nikmat-Ku yang telah lalu, maka taatilah Aku kerana takut akan azab-Ku pada masa hadapan.
Renungan: Biarlah kita taat kerana syukur dan juga kerana takut; kedua-duanya memimpin kita kepada Allah.
Al-Rāzī says Allah repeats the call “Call to mind My blessings” to strengthen the proof, then follows it with the warning in the next verse, as though He says: If you will not obey Me for the blessings I have already given you, then obey Me out of fear of My punishment to come.
Reflection: Let us obey out of gratitude and also out of fear; both lead us to Allah.

وَٱتَّقُواْ

dan peliharalah diri (dari azab)and guard yourselves (against the torment of) (kamu sekalianyou all)

و ق ي

يَوۡمٗا

hari (akhirat)a day (in the Hereafter)

ي و م

لَّا

yang padanya … tidakon which … not

ⓘ

تَجۡزِي

dapat melepaskancan save (seseorang nafsuna person nafsun)

ج ز ي

نَفۡسٌ

seseoranga person

ن ف س

عَن

bagi pihakon behalf of

ⓘ

نَّفۡسٖ

orang lain (yang berdosa)another (sinful) person

ن ف س

شَيۡـٔٗا

sedikitpunin the least

ش ي أ

وَلَا

dan tidakand … not

ⓘ

يُقۡبَلُ

diterimais accepted (syafaat syafa‘atunintercession shafā‘atun)NF

ق ب ل

مِنۡهَا

daripadanyafrom that person

ⓘ

شَفَٰعَةٞ

syafaat (pertolongan)intercession

ش ف ع

وَلَا

dan tidak (pula)and … not

ⓘ

يُؤۡخَذُ

diambilis taken (tebusan ‘adlunransom ‘adlun)NF

أ خ ذ

مِنۡهَا

daripadanyafrom that person

ⓘ

عَدۡلٞ

sebarang tebusanany ransom

ع د ل

وَلَا

dan tidakand … not

ⓘ

هُمۡ

mereka (yang bersalah itu)they (the guilty)

ⓘ

يُنصَرُونَ

akan diberi sebarang pertolonganwill be given any help (merekathey)NF

ن ص ر

Terjemahan: Dan peliharalah diri kamu dari (azab sengsara) hari (akhirat), yang padanya seseorang tidak dapat melepaskan orang lain (yang berdosa) sedikitpun (dari balasan azab), dan tidak diterima syafaat daripadanya, dan tidak pula diambil daripadanya sebarang tebusan; dan mereka (yang bersalah itu) tidak akan diberi sebarang pertolonganTranslation: And guard yourselves against (the torment of) a day (in the Hereafter) on which no person can save another (sinful) person in the least (from the punishment), no intercession will be accepted from that person, and no ransom will be taken from that person either; and they (the guilty) will not be given any help.

✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«وَكَانَ ذَلِكَ مَنْشَأَ غُرُورِهِمْ بِأَنَّهُ تَفْضِيلٌ ذَاتِيٌّ فَتَوَهَّمُوا أَنَّ التَّقْصِيرَ فِي الْعَمَلِ الصَّالِحِ لَا يَضُرُّهُمْ فَعَقَّبَ بِالتَّحْذِيرِ مِنْ ذَلِكَ»

Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 1/484 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 1/484 · Shamela ↗

Menurut Ibn ‘Āshūr, selepas mengingatkan nikmat dan kelebihan mereka atas umat sezaman, Allah segera memberi amaran, kerana kelebihan itu menjadi punca mereka terpedaya, menyangka ia kelebihan yang melekat pada diri, sehingga cuai dalam amal soleh dianggap tidak memudaratkan.
Renungan: Keturunan, gelaran atau nikmat yang lalu tidak menyelamatkan kita pada hari akhirat; mari kita bersandar pada iman dan amal soleh.
According to Ibn ‘Āshūr, after reminding them of His blessings and their preference over the people of their time, Allah at once adds a warning, because that preference became the source of their self-deception: they took it as an inborn merit, and imagined that falling short in good deeds would not harm them.
Reflection: Lineage, titles or past blessings will not save us in the Hereafter; let us rely on faith and good deeds.

وَإِذۡ

dan (kenangkanlah) ketikaand (recall) when

ⓘ

نَجَّيۡنَٰكُم

selamatkan kamurescued you (KamiWe)

ن ج و

مِّنۡ

darifrom

ⓘ

ءَالِ

orang-orang (pengikut)the followers of

أ و ل

فِرۡعَوۡنَ

FiraunPharaoh

ⓘ

يَسُومُونَكُمۡ

(yang) sentiasa menyeksa kamu(who) kept subjecting you to (merekathey)

س و م

سُوٓءَ

seburuk-burukthe worst

س و أ

ٱلۡعَذَابِ

seksatorment

ع ذ ب

يُذَبِّحُونَ

menyembelihslaughtering (merekathey)

ذ ب ح

أَبۡنَآءَكُمۡ

anak-anak lelaki kamuyour sons

ب ن ي

وَيَسۡتَحۡيُونَ

dan membiarkan hidupand letting … live (merekathey)

ح ي ي

نِسَآءَكُمۡۚ

anak-anak perempuan kamuyour daughters

ن س و

وَفِي

dan padaand in

ⓘ

ذَٰلِكُم

kejadian yang demikian ituthat (event)

ⓘ

بَلَآءٞ

(mengandungi) bala bencana dan cubaan(there was) an affliction and trial

ب ل و

مِّن

darifrom

ⓘ

رَّبِّكُمۡ

Tuhan kamuyour Lord

ر ب ب

عَظِيمٞ

yang besargreat

ع ظ م

Terjemahan: Dan (kenangkanlah) ketika Kami selamatkan kamu dari Firaun dan orang-orangnya, yang sentiasa menyeksa kamu dengan seksa yang seburuk-buruknya; mereka menyembelih anak-anak lelaki kamu dan membiarkan hidup anak-anak perempuan kamu; sedang kejadian yang demikian itu mengandungi bala bencana dan cubaan yang besar dari Tuhan kamuTranslation: And (recall) when We rescued you from Pharaoh and his followers, who kept subjecting you to the worst of torment: they slaughtered your sons and let your daughters live; and that event held an affliction and a great trial from your Lord.

✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«مِنَّةٌ عَلَى السَّلَفِ وَمِنَّةٌ عَلَى الْخَلَفِ فَوَجَبَ شُكْرُهَا عَلَى كُلِّ جِيلٍ مِنْهُمْ»

Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 1/489 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 1/489 · Shamela ↗

Menurut Ibn ‘Āshūr, Allah berfirman “Kami selamatkan kamu” kepada generasi kemudian kerana menyelamatkan nenek moyang ialah menyelamatkan anak cucu juga; maka ia nikmat kepada salaf (generasi terdahulu) dan nikmat kepada khalaf (generasi kemudian), dan wajib disyukuri oleh setiap generasi.
Renungan: Kita hari ini menikmati Islam hasil nikmat Allah kepada generasi sebelum kita; mari kita syukuri dan pelihara warisan itu.
According to Ibn ‘Āshūr, Allah says “We rescued you” to the later generation because saving the forefathers was saving their descendants too; so it is a favour to the salaf (earlier generation) and a favour to the khalaf (later generation), and every generation must give thanks for it.
Reflection: Today we enjoy Islam through Allah’s blessings on the generations before us; let us be grateful and preserve that heritage.

وَإِذۡ

dan (kenangkanlah) ketikaand (recall) when

ⓘ

فَرَقۡنَا

belahkansplit (KamiWe)

ف ر ق

بِكُمُ

untuk kamu (lalui)for you (to pass through)

ⓘ

ٱلۡبَحۡرَ

laut (Merah)the (Red) Sea

ب ح ر

فَأَنجَيۡنَٰكُمۡ

maka selamatkan kamuand so … rescued you (KamiWe)

ن ج و

وَأَغۡرَقۡنَآ

dan tenggelamkanand drowned (KamiWe)

غ ر ق

ءَالَ

(bersama-sama) tentera(together with) the army of

أ و ل

فِرۡعَوۡنَ

FiraunPharaoh

ⓘ

وَأَنتُمۡ

sedang kamu (semua)while you (all)

ⓘ

تَنظُرُونَ

menyaksikannyawere watching (kamu sekalianyou all)

ن ظ ر

Terjemahan: Dan (kenangkanlah) ketika Kami belahkan laut (Merah) untuk kamu lalui (kerana melarikan diri dari angkara Firaun), maka Kami selamatkan kamu dan Kami tenggelamkan Firaun bersama-sama tenteranya, sedang kamu semua menyaksikannyaTranslation: And (recall) when We split the (Red) Sea for you to pass through (as you fled from Pharaoh’s cruelty), and so We rescued you, and We drowned Pharaoh together with his army, while you were all watching.

✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«فَلَا خَوْفَ أَعْظَمُ مِنْ ذَلِكَ، ثُمَّ إِنَّ اللَّهَ نَجَّاهُمْ بِفَلْقِ الْبَحْرِ فَلَا فَرَجَ أَشَدُّ مِنْ ذَلِكَ»

Fakhr al-Dīn ar-Rāzī, Mafātīḥ al-Ghayb, 3/508 · Shamela ↗Fakhr al-Dīn al-Rāzī, Mafātīḥ al-Ghayb, 3/508 · Shamela ↗

Antara huraian ar-Rāzī tentang nikmat peristiwa ini: mereka tersepit, Firaun dan tenteranya di belakang dan laut di hadapan; jika berhenti, musuh membinasakan mereka, jika mara, mereka tenggelam; tiada ketakutan yang lebih besar daripada itu. Lalu Allah menyelamatkan mereka dengan membelah laut; tiada kelapangan yang lebih besar daripada itu.
Renungan: Ketika semua jalan seolah-olah tertutup, mari kita bertawakal (berserah diri) kepada Allah dan tidak berputus asa.
One of al-Rāzī’s explanations of the blessings in this event: they were trapped, with Pharaoh and his army behind and the sea in front; if they stopped, the enemy would destroy them, and if they went on, they would drown; no fear is greater than that. Then Allah saved them by splitting the sea; no relief is greater than that.
Reflection: When every road seems closed, let us put our trust (tawakkul) in Allah and never despair.

وَإِذۡ

dan (kenangkanlah) ketikaand (recall) when

ⓘ

وَٰعَدۡنَا

berjanji kepadamade a promise to (KamiWe)

و ع د

مُوسَىٰٓ

Nabi MusaMusa

ⓘ

أَرۡبَعِينَ

(selama) empat puluh(for) forty

ر ب ع

لَيۡلَةٗ

malamnights

ل ي ل

ثُمَّ

kemudianthen

ⓘ

ٱتَّخَذۡتُمُ

menyembah (mengambil sebagai tuhan)worshipped (took as a god) (kamu sekalianyou all)

أ خ ذ

ٱلۡعِجۡلَ

(patung) anak lembuthe (statue of a) calf

ع ج ل

مِنۢ

darifrom

ⓘ

بَعۡدِهِۦ

sesudahnya (ia pergi)after him (after he had gone)

ب ع د

وَأَنتُمۡ

dan kamu (sebenarnya)and you (truly)

ⓘ

ظَٰلِمُونَ

orang-orang yang zalim (terhadap diri sendiri)were wrongdoers (against yourselves)

ظ ل م

Terjemahan: Dan (kenangkanlah) ketika Kami berjanji kepada Nabi Musa (untuk memberi Taurat kepadanya sesudah ia bersiap selama) empat puluh malam. Kemudian, setelah ia pergi, kamu menyembah (patung) anak lembu, dan kamu sebenarnya orang-orang yang zalim (terhadap diri sendiri)Translation: And (recall) when We made a promise to Musa (to give him the Torah after he had prepared himself for) forty nights. Then, after he had gone, you worshipped the (statue of a) calf, and you were truly wrongdoers (against yourselves).

✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«وَثَالِثُهَا: فِيهِ تَحْذِيرٌ عَظِيمٌ مِنَ التَّقْلِيدِ وَالْجَهْلِ بِالدَّلَائِلِ فَإِنَّ أُولَئِكَ الْأَقْوَامَ لَوْ أَنَّهُمْ عَرَفُوا اللَّهَ بِالدَّلِيلِ مَعْرِفَةً تَامَّةً»

Fakhr al-Dīn ar-Rāzī, Mafātīḥ al-Ghayb, 3/512 · Shamela ↗ (huraian ayat 51–52)Fakhr al-Dīn al-Rāzī, Mafātīḥ al-Ghayb, 3/512 · Shamela ↗ (commentary on 51–52)

Antara huraian ar-Rāzī tentang faedah kisah penyembahan anak lembu: ia peringatan besar terhadap taqlid (ikut-ikutan tanpa ilmu) dan jahil tentang dalil, kerana sekiranya kaum itu mengenal Allah dengan dalil secara sempurna, mereka tidak akan terpedaya oleh syubhah (kekeliruan) itu.
Renungan: Iman yang kukuh dibina dengan ilmu; mari kita terus belajar mengenal Allah supaya tidak mudah terpedaya.
One of al-Rāzī’s explanations of the benefits of the calf-worship story: it is a strong warning against taqlīd (following blindly without knowledge) and ignorance of proofs, for had those people known Allah through proof, fully, they would not have been taken in by that shubhah (confusion).
Reflection: Firm faith is built on knowledge; let us keep learning to know Allah so that we are not easily misled.

ثُمَّ

kemudianthen

ⓘ

عَفَوۡنَا

maafkanpardoned (KamiWe)

ع ف و

عَنكُم

(kesalahan) kamu(the wrongdoing of) you

ⓘ

مِّنۢ

darifrom

ⓘ

بَعۡدِ

sesudahafter

ب ع د

ذَٰلِكَ

ituthat

ⓘ

لَعَلَّكُمۡ

supaya kamuso that you

ⓘ

تَشۡكُرُونَ

bersyukurmay be thankful (kamu sekalianyou all)

ش ك ر

Terjemahan: Kemudian sesudah itu Kami maafkan kesalahan kamu, supaya kamu bersyukurTranslation: Then, after that, We pardoned your wrongdoing, so that you might be thankful.

✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«تَنْبِيهًا عَلَى عِظَمِ سِعَةِ رَحْمَةِ اللَّهِ بِهِمْ قَبْلَ الْمَعْصِيَةِ، وَبَعْدَهَا»

Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 1/499 · Shamela ↗ (huraian ayat 51–52)Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 1/499 · Shamela ↗ (commentary on 51–52)

Menurut Ibn ‘Āshūr, perkataan thumma (kemudian) dalam “Kemudian sesudah itu Kami maafkan kesalahan kamu” menunjukkan tingginya martabat kemaafan yang besar itu berbanding dosa mereka yang besar, untuk menyedarkan betapa luasnya rahmat Allah kepada mereka, sebelum maksiat dan selepasnya.
Renungan: Sebesar mana pun dosa kita, rahmat Allah lebih luas; mari kita segera kembali kepada-Nya dan bersyukur.
According to Ibn ‘Āshūr, the word thumma (then) in “Then, after that, We pardoned your wrongdoing” shows how high that great pardon stands above their great sin, to draw attention to how vast Allah’s mercy to them was, before the sin and after it.
Reflection: However great our sins, Allah’s mercy is greater; let us hasten back to Him and be grateful.

وَإِذۡ

dan (kenangkanlah) ketikaand (recall) when

ⓘ

ءَاتَيۡنَا

turunkan (berikan) kepadagave (KamiWe)

أ ت ي

مُوسَى

Nabi MusaMusa

ⓘ

ٱلۡكِتَٰبَ

Kitab (Taurat)the Book (the Torah)

ك ت ب

وَٱلۡفُرۡقَانَ

dan keterangan-keterangan (pembeza antara yang benar dengan yang salah)and the clear proofs (telling right from wrong)

ف ر ق

لَعَلَّكُمۡ

supaya kamuso that you

ⓘ

تَهۡتَدُونَ

mendapat petunjukmay be guided (kamu sekalianyou all)

ه د ي

Terjemahan: Dan (kenangkanlah) ketika Kami turunkan kepada Nabi Musa kitab (Taurat) dan keterangan-keterangan (yang terkandung di dalamnya, yang membezakan antara yang benar dengan yang salah), supaya kamu mendapat petunjukTranslation: And (recall) when We gave Musa the Book (the Torah) and the clear proofs (contained in it, which tell right from wrong), so that you might be guided.

✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«هَذَا تَذْكِيرٌ بِنِعْمَةِ نُزُولِ الشَّرِيعَةِ الَّتِي بِهَا صَلَاحُ أُمُورِهِمْ وَانْتِظَامُ حَيَاتِهِمْ وَتَأْلِيفُ جَمَاعَتِهِمْ»

Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 1/501 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 1/501 · Shamela ↗

Menurut Ibn ‘Āshūr, ayat ini mengingatkan nikmat turunnya syariat, yang dengannya urusan mereka menjadi baik, kehidupan mereka teratur dan masyarakat mereka bersatu.
Renungan: Allah juga mengurniakan kita al-Qur’an dan syariat; mari kita jadikannya panduan supaya hidup kita teratur dan umat kita bersatu, “supaya kamu mendapat petunjuk”.
According to Ibn ‘Āshūr, this verse is a reminder of the blessing of a revealed law, through which their affairs were set right, their life was put in order and their community was united.
Reflection: Allah has given us the Qur’an and its law too; let us make it our guide so that our lives are ordered and our community united, “so that you might be guided”.

وَإِذۡ

dan (kenangkanlah) ketikaand (recall) when

ⓘ

قَالَ

berkatasaid (MusaMūsā)

ق و ل

مُوسَىٰ

Nabi MusaMusa

ⓘ

لِقَوۡمِهِۦ

kepada kaumnyato his people

ق و م

يَٰقَوۡمِ

wahai kaumkuO my people

ق و م

إِنَّكُمۡ

sesungguhnya kamu(truly) you

ⓘ

ظَلَمۡتُمۡ

telah menganiayahave … wronged (kamu sekalianyou all)

ظ ل م

أَنفُسَكُم

diri kamu sendiriyourselves

ن ف س

بِٱتِّخَاذِكُمُ

dengan sebab kamu menyembah (mengambil sebagai tuhan)by your worshipping (taking as a god)

أ خ ذ

ٱلۡعِجۡلَ

patung anak lembu ituthe calf (statue)

ع ج ل

فَتُوبُوٓاْ

maka bertaubatlahso turn in repentance (kamu sekalianyou all)

ت و ب

إِلَىٰ

kepadato

ⓘ

بَارِئِكُمۡ

(Allah) yang menjadikan kamu(Allah) your Maker

ب ر أ

فَٱقۡتُلُوٓاْ

iaitu bunuhlahthat is, kill (kamu sekalianyou all)

ق ت ل

أَنفُسَكُمۡ

diri kamuyourselves

ن ف س

ذَٰلِكُمۡ

yang demikian ituthat

ⓘ

خَيۡرٞ

lebih baikis better

خ ي ر

لَّكُمۡ

bagi kamufor you

ⓘ

عِندَ

di sisiwith

ع ن د

بَارِئِكُمۡ

(Allah) yang menjadikan kamu(Allah) your Maker

ب ر أ

فَتَابَ

(supaya) menerima taubat(so that) … accepts the repentance (DiaHe)

ت و ب

عَلَيۡكُمۡۚ

kamuof you

ⓘ

إِنَّهُۥ

sesungguhnya Diatruly He

ⓘ

هُوَ

Dialah (sahaja)He (alone)

ⓘ

ٱلتَّوَّابُ

Yang Maha Pengampun (Penerima taubat)is the Most Forgiving (Who accepts repentance)

ت و ب

ٱلرَّحِيمُ

lagi Maha Mengasihanithe Most Merciful

ر ح م

Terjemahan: Dan (kenangkanlah) ketika Nabi Musa berkata kepada kaumnya: "Wahai kaumku! Sesungguhnya kamu telah menganiaya diri kamu sendiri dengan sebab kamu menyembah patung anak lembu itu, maka bertaubatlah kamu kepada Allah yang menjadikan kamu; iaitu bunuhlah diri kamu. Yang demikian itu lebih baik bagi kamu di sisi Allah yang menjadikan kamu, supaya Allah menerima taubat kamu itu. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun (Penerima taubat), lagi Maha Mengasihani"Translation: And (recall) when Musa said to his people: “O my people! You have truly wronged your own selves because you worshipped the calf (statue), so turn in repentance to Allah, your Maker; that is, kill yourselves. That is better for you with Allah, your Maker, so that Allah would accept your repentance. Truly He alone is the Most Forgiving (Who accepts repentance), the Most Merciful.”

✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«فَلَأَنْ يَرْغَبَ الْوَاحِدُ مِنَّا فِي التَّوْبَةِ الَّتِي هِيَ مُجَرَّدُ النَّدَمِ كَانَ أَوْلَى»

Fakhr al-Dīn ar-Rāzī, Mafātīḥ al-Ghayb, 3/515 · Shamela ↗Fakhr al-Dīn al-Rāzī, Mafātīḥ al-Ghayb, 3/515 · Shamela ↗

Antara huraian ar-Rāzī: ayat ini memberi galakan yang kuat kepada umat Nabi Muhammad untuk bertaubat; jika umat Nabi Musa sanggup melaksanakan taubat itu walaupun amat berat bagi jiwa, maka lebih patut seseorang daripada kita bersungguh-sungguh dalam taubat yang hanya berupa penyesalan.
Renungan: Pintu taubat kita amat mudah; jangan bertangguh, mari kita menyesal dan kembali kepada Allah sekarang juga.
One of al-Rāzī’s explanations: this verse strongly encourages the community of Prophet Muhammad to repent; if the people of Musa were willing to undertake that repentance though it was extremely hard on the soul, then each of us has all the more reason to be keen on a repentance that is only remorse.
Reflection: Our door of repentance is very easy; let us not delay, but feel remorse and return to Allah right now.

وَإِذۡ

dan (kenangkanlah) ketikaand (recall) when

ⓘ

قُلۡتُمۡ

berkatasaid (kamu sekalianyou all)

ق و ل

يَٰمُوسَىٰ

wahai MusaO Musa

ⓘ

لَن

tidak akanwill never

ⓘ

نُّؤۡمِنَ

berimanbelieve (kamiwe)

أ م ن

لَكَ

kepadamuin you

ⓘ

حَتَّىٰ

sehinggauntil

ⓘ

نَرَى

(dapat) melihat(can) see (kamiwe)

ر أ ي

ٱللَّهَ

AllahAllah

أ ل ه

جَهۡرَةٗ

dengan terang (dengan mata kepala)clearly (with our very own eyes)

ج ه ر

فَأَخَذَتۡكُمُ

maka kerana itu menyambar kamuso because of that … struck you (petir as‑sa‘iqatuthe thunderbolt aṣ‑ṣā‘iqatu)

أ خ ذ

ٱلصَّٰعِقَةُ

petirthe thunderbolt

ص ع ق

وَأَنتُمۡ

sedang kamu (semua)while you (all)

ⓘ

تَنظُرُونَ

melihatnyawere looking on (kamu sekalianyou all)

ن ظ ر

Terjemahan: Dan (kenangkanlah) ketika kamu berkata: "Wahai Musa! Kami tidak akan beriman kepadamu sehingga kami dapat melihat Allah dengan terang (dengan mata kepala kami)". Maka kerana itu kamu disambar petir, sedang kamu semua melihatnyaTranslation: And (recall) when you said: “O Musa! We shall not believe in you until we can see Allah clearly (with our very own eyes).” So, because of that, you were struck by the thunderbolt as all of you looked on.

✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«أَنَّ فِيهَا تَحْذِيرًا لِمَنْ كَانَ فِي زَمَانِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ ﷺ عَنْ فِعْلِ مَا يُسْتَحَقُّ بِسَبَبِهِ أَنْ يُفْعَلَ بِهِ مَا فُعِلَ بِأُولَئِكَ»

Fakhr al-Dīn ar-Rāzī, Mafātīḥ al-Ghayb, 3/518 · Shamela ↗ (huraian ayat 55–56)Fakhr al-Dīn al-Rāzī, Mafātīḥ al-Ghayb, 3/518 · Shamela ↗ (commentary on 55–56)

Antara huraian ar-Rāzī: peristiwa ini mengandungi peringatan kepada orang yang hidup pada zaman Nabi kita Muhammad agar tidak melakukan perbuatan yang menyebabkan mereka layak ditimpa apa yang telah menimpa kaum itu.
Renungan: Kisah ini juga peringatan untuk kita; mari kita beradab dengan Allah dan Rasul-Nya, menerima kebenaran dengan rendah hati tanpa meletakkan syarat-syarat yang angkuh.
One of al-Rāzī’s explanations: this event carries a warning to those living in the time of our Prophet Muhammad not to do what would make them deserve what befell those people.
Reflection: This story is a warning for us too; let us keep good manners with Allah and His Messenger, accepting the truth humbly without setting arrogant conditions.

ثُمَّ

kemudianthen

ⓘ

بَعَثۡنَٰكُم

bangkitkan kamuraised you up (KamiWe)

ب ع ث

مِّنۢ

darifrom

ⓘ

بَعۡدِ

sesudahafter

ب ع د

مَوۡتِكُمۡ

kamu mati (atau pengsan)your death (or fainting)

م و ت

لَعَلَّكُمۡ

supaya kamuso that you

ⓘ

تَشۡكُرُونَ

bersyukurmay be thankful (kamu sekalianyou all)

ش ك ر

Terjemahan: Kemudian Kami bangkitkan kamu sesudah kamu mati (atau pengsan dari sambaran petir itu), supaya kamu bersyukurTranslation: Then We raised you up after you had died (or fainted from the thunderbolt), so that you might be thankful.

✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«تَذْكِيرٌ بِنِعْمَةٍ أُخْرَى نَشَأَتْ بَعْدَ عِقَابٍ عَلَى جَفَاءِ طَبْعِ فَمَحَلُّ الْمِنَّةِ وَالنِّعْمَةِ هُوَ قَوْلُهُ: ثُمَّ بَعَثْناكُمْ»

Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 1/505 · Shamela ↗ (huraian ayat 55–56)Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 1/505 · Shamela ↗ (commentary on 55–56)

Menurut Ibn ‘Āshūr, ayat ini mengingatkan satu lagi nikmat yang datang selepas hukuman atas kekasaran tabiat mereka; tempat nikmat itu ialah firman “Kemudian Kami bangkitkan kamu”, manakala ayat sebelumnya hanya pendahuluan baginya.
Renungan: Allah memberi peluang hidup sekali lagi “supaya kamu bersyukur”; setiap pagi kita bangun juga peluang baharu, mari kita isi dengan syukur.
According to Ibn ‘Āshūr, this verse recalls another blessing that came after punishment for their coarse nature; the place of the favour is the words “Then We raised you up”, while the verse before only prepares for it.
Reflection: Allah gave them life again “so that you might be thankful”; each morning we wake is a fresh chance too, so let us fill it with gratitude.

وَظَلَّلۡنَا

dan telah menaungiand shaded (KamiWe)

ظ ل ل

عَلَيۡكُمُ

kamuyou

ⓘ

ٱلۡغَمَامَ

dengan awanwith clouds

غ م م

وَأَنزَلۡنَا

dan turunkanand sent down (KamiWe)

ن ز ل

عَلَيۡكُمُ

kepada kamuto you

ⓘ

ٱلۡمَنَّ

“Mann” (sejenis makanan)“Mann” (a kind of food)

م ن ن

وَٱلسَّلۡوَىٰۖ

dan “Salwa” (sejenis makanan)and “Salwa” (a kind of food)

س ل و

كُلُواْ

(serta Kami berfirman:) makanlah(and We said:) eat (kamu sekalianyou all)

أ ك ل

مِن

dariof

ⓘ

طَيِّبَٰتِ

makanan-makanan yang baikthe good foods

ط ي ب

مَا

yangwhich

ⓘ

رَزَقۡنَٰكُمۡۚ

telah kurniakan kepada kamuhave bestowed on you (KamiWe)

ر ز ق

وَمَا

dan tidaklahand … did not

ⓘ

ظَلَمُونَا

menganiaya Kamiwrong Us (merekathey)

ظ ل م

وَلَٰكِن

tetapi (sebenarnya)but (in truth)

ⓘ

كَانُوٓاْ

adalahwere (merekathey)ism

ك و ن

أَنفُسَهُمۡ

diri sendirithemselves

ن ف س

يَظۡلِمُونَ

menganiayawronging (merekathey)

ظ ل م

Terjemahan: Dan Kami telah menaungi kamu dengan awan (dari panas matahari di padang pasir) dan Kami turunkan kepada kamu "Mann" dan "Salwa", (serta Kami berfirman): "Makanlah dari makanan-makanan yang baik yang Kami telah kurniakan kepada kamu". Dan tidaklah mereka menganiaya Kami (sebab mereka kufurkan nikmat itu), tetapi sebenarnya mereka adalah menganiaya diri sendiriTranslation: And We made the clouds a shade over you (from the heat of the sun in the desert), and We sent down to you “Mann” and “Salwa”, (and We said): “Eat of the good foods that We have bestowed on you.” And it was not Us they wronged (by being ungrateful for those blessings); but in truth they were wronging their own selves.

✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«فَظَلَمُوا بِأَنْ كَفَرُوا هَذِهِ النِّعَمَ أَوْ بِأَنْ أَخَذُوا أَزْيَدَ مِمَّا أَطْلَقَ لَهُمْ فِي أَخْذِهِ أَوْ بِأَنْ سَأَلُوا غَيْرَ ذَلِكَ الْجِنْسِ»

Fakhr al-Dīn ar-Rāzī, Mafātīḥ al-Ghayb, 3/522 · Shamela ↗Fakhr al-Dīn al-Rāzī, Mafātīḥ al-Ghayb, 3/522 · Shamela ↗

Ar-Rāzī menukil para mufassir: maksud “Dan tidaklah mereka menganiaya Kami” ialah mereka menganiaya diri sendiri, sama ada dengan mengkufuri (tidak mensyukuri) nikmat itu, mengambil lebih daripada yang dibenarkan, atau meminta jenis makanan yang lain.
Renungan: Rezeki yang baik ialah amanah; mari kita syukuri, ambil sekadar yang dibenarkan dan mencukupi, dan jangan merungut.
Al-Rāzī reports the commentators: “it was not Us they wronged” means they wronged themselves, whether by being ungrateful for those blessings, by taking more than they were allowed, or by asking for a different kind of food.
Reflection: Good provision is a trust; let us be grateful, take only what is allowed and enough, and not complain.

وَإِذۡ

dan (kenangkanlah) ketikaand (recall) when

ⓘ

قُلۡنَا

berfirmansaid (KamiWe)

ق و ل

ٱدۡخُلُواْ

masuklahenter (kamu sekalianyou all)

د خ ل

هَٰذِهِ

(ke) … inithis

ⓘ

ٱلۡقَرۡيَةَ

bandartown

ق ر ي

فَكُلُواْ

kemudian makanlahthen eat (kamu sekalianyou all)

أ ك ل

مِنۡهَا

dari (benda-benda yang ada) di dalamnyaof (what is) in it

ⓘ

حَيۡثُ

apa sahaja (di mana sahaja)whatever (wherever)

ح ي ث

شِئۡتُمۡ

sukailike (kamu sekalianyou all)

ش ي أ

رَغَدٗا

dengan sepuas-puasnyato the full

ر غ د

وَٱدۡخُلُواْ

dan masuklahand enter (kamu sekalianyou all)

د خ ل

ٱلۡبَابَ

(melalui) pintunya(through) its gate

ب و ب

سُجَّدٗا

dengan tunduk (merendah diri)with heads lowered (in humility)

س ج د

وَقُولُواْ

dan (mintalah ampun dengan) berkataand (ask forgiveness by) saying (kamu sekalianyou all)

ق و ل

حِطَّةٞ

(Ya Allah) ampunilah dosa kami(O Allah) forgive our sins

ح ط ط

نَّغۡفِرۡ

supaya … ampunkanso that … forgive (KamiWe)

غ ف ر

لَكُمۡ

bagi kamufor you

ⓘ

خَطَٰيَٰكُمۡۚ

kesalahan-kesalahan kamuyour wrongdoings

خ ط أ

وَسَنَزِيدُ

dan akan tambah pula (pahala)and will give still more (reward) (KamiWe)

ز ي د

ٱلۡمُحۡسِنِينَ

orang-orang yang berbuat baikto those who do good

ح س ن

Terjemahan: Dan (kenangkanlah) ketika Kami berfirman: "Masuklah kamu ke bandar ini, kemudian makanlah dari benda-benda yang ada di dalamnya dengan sepuas-puasnya, apa sahaja yang kamu sukai. Dan masuklah kamu melalui pintunya dengan tunduk (merendah diri); dan (mintalah ampun dengan) berkata: 'Ya Allah ampunilah dosa kami'; supaya Kami ampunkan kesalahan-kesalahan kamu, dan Kami akan tambah pula pahala orang-orang yang berbuat baik"Translation: And (recall) when We said: “Enter this town, then eat of what is in it to the full, whatever you like. And go in through its gate with heads lowered (in humility), and (ask forgiveness by) saying: ‘O Allah, forgive our sins’; so that We forgive your wrongdoings, and We will give still more (reward) to those who do good.”

✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«أَنَّهُمْ أُمِرُوا بِأَنْ يَقُولُوا قَوْلًا دَالًّا عَلَى التَّوْبَةِ وَالنَّدَمِ وَالْخُضُوعِ حَتَّى أَنَّهُمْ لَوْ قَالُوا مَكَانَ قَوْلِهِمْ: حِطَّةٌ اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْتَغْفِرُكَ وَنَتُوبُ إِلَيْكَ لَكَانَ الْمَقْصُودُ حَاصِلًا»

Fakhr al-Dīn ar-Rāzī, Mafātīḥ al-Ghayb, 3/524 · Shamela ↗ (huraian ayat 58–59)Fakhr al-Dīn al-Rāzī, Mafātīḥ al-Ghayb, 3/524 · Shamela ↗ (commentary on 58–59)

Kata ar-Rāzī, yang lebih hampir (kepada maksud ayat) ialah mereka diperintah mengucapkan kata-kata yang menunjukkan taubat, penyesalan dan rendah diri; sekiranya mereka menggantikan “ḥiṭṭah” (gugurkanlah dosa kami) dengan “Ya Allah, kami memohon ampun dan bertaubat kepada-Mu”, maksudnya tetap tercapai.
Renungan: Allah tidak menuntut lafaz yang sukar, tetapi hati yang menyesal dan lidah yang jujur; mari kita segerakan istighfar (memohon ampun).
Al-Rāzī says the more likely view is that they were commanded to say words showing repentance, remorse and humility; had they said, in place of “ḥiṭṭah” (remove our sins), “O Allah, we seek Your forgiveness and turn to You in repentance”, the purpose would still have been met.
Reflection: Allah does not ask for difficult words, but for a remorseful heart and a sincere tongue; let us hasten to istighfār (seeking forgiveness).

فَبَدَّلَ

kemudian mengubahthen … changed (AlladzinaAlladhīna)

ب د ل

ٱلَّذِينَ

orang-orang yangthose who

ⓘ

ظَلَمُواْ

zalim (penderhaka) itudid wrong (the rebellious) (merekathey)

ظ ل م

قَوۡلًا

perkataana word

ق و ل

غَيۡرَ

yang lain dariother than

غ ي ر

ٱلَّذِي

(perintah Kami) yang(Our command) that

ⓘ

قِيلَ

dikatakanwas said (iait)NF

ق و ل

لَهُمۡ

kepada merekato them

ⓘ

فَأَنزَلۡنَا

maka turunkanso … sent down (KamiWe)

ن ز ل

عَلَى

ke atasupon

ⓘ

ٱلَّذِينَ

orang-orang yangthose who

ⓘ

ظَلَمُواْ

zalim itudid wrong (merekathey)

ظ ل م

رِجۡزٗا

bala bencanaa punishment

ر ج ز

مِّنَ

darifrom

ⓘ

ٱلسَّمَآءِ

langitthe sky

س م و

بِمَا

dengan sebab (apa yang)because of (what)

ⓘ

كَانُواْ

sentiasakept on (merekathey)ism

ك و ن

يَفۡسُقُونَ

berlaku fasik (menderhaka)acting rebelliously (fāsiq) (merekathey)

ف س ق

Terjemahan: Kemudian orang-orang yang zalim (penderhaka) itu mengubah perkataan (perintah Kami) yang dikatakan kepada mereka dengan melakukan sebaliknya; maka Kami turunkan ke atas orang-orang yang zalim itu bala bencana dari langit, dengan sebab mereka sentiasa berlaku fasik (menderhaka)Translation: Then those who did wrong (the rebellious ones) changed the word (Our command) that had been said to them, doing the opposite; so We sent down upon those wrongdoers a punishment from the sky, because they kept on acting rebelliously (fāsiq).

✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«وَفِي هَذَا مَوْعِظَةٌ وَذِكْرَى لِكُلِّ مَنْ يُنَصِّبُ نَفْسَهُ لِإِرْشَادِ قَوْمٍ لِيَكُونَ عَلَى بَصِيرَةٍ بِمَا يَأْتِي وَيَذَرُ وَعِلْمٍ بِعَوَاقِبِ الْأُمُورِ»

Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 1/517 · Shamela ↗ (huraian ayat 58–59)Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 1/517 · Shamela ↗ (commentary on 58–59)

Menurut Ibn ‘Āshūr, “orang-orang yang zalim” disebut semula, bukan dengan kata ganti, supaya jelas bala itu khusus menimpa mereka yang mengubah perkataan, kerana merekalah punca kesengsaraan seluruh umat. Ini peringatan bagi sesiapa yang tampil membimbing kaumnya: dia mesti celik tentang apa yang dilakukan dan ditinggalkannya, serta tahu akibat sesuatu perkara.
Renungan: Mari kita bimbing keluarga dan jemaah dengan ilmu dan berhati-hati.
According to Ibn ‘Āshūr, “those who did wrong” is repeated, not replaced by a pronoun, to make clear that the punishment fell only on those who changed the word, since they caused the misery of a whole nation. This is a reminder for anyone who takes on guiding his people: he must see clearly what he does and leaves, and know where matters lead.
Reflection: Let us guide our families and congregations with knowledge and care.

وَإِذِ

dan (ingatlah) ketikaand (remember) when

ⓘ

ٱسۡتَسۡقَىٰ

memohon supaya diberi airasked for water (MusaMūsā)

س ق ي

مُوسَىٰ

Nabi MusaMusa

ⓘ

لِقَوۡمِهِۦ

untuk kaumnyafor his people

ق و م

فَقُلۡنَا

maka berfirmanand … said (KamiWe)

ق و ل

ٱضۡرِب

pukullahstrike (engkauyou)

ض ر ب

بِّعَصَاكَ

dengan tongkatmuwith your staff

ع ص و

ٱلۡحَجَرَۖ

batu ituthe rock

ح ج ر

فَٱنفَجَرَتۡ

(ia pun memukulnya) lalu terpancutlah(he struck it) and … gushed out (dua belas ithnatatwelve ithnatā)

ف ج ر

مِنۡهُ

dari batu itufrom the rock

ⓘ

ٱثۡنَتَا

duatwo

ث ن ي

عَشۡرَةَ

belas (dua belas)and ten (twelve)

ع ش ر

عَيۡنٗاۖ

mata airsprings

ع ي ن

قَدۡ

sesungguhnyatruly

ⓘ

عَلِمَ

telah mengetahuiknew (tiap‑tiap kullueach kullu)

ع ل م

كُلُّ

tiap-tiapeach

ك ل ل

أُنَاسٖ

satu puak (di antara mereka)group (among them)

أ ن س

مَّشۡرَبَهُمۡۖ

tempat minumnya masing-masingits own drinking place

ش ر ب

كُلُواْ

(Dan Kami berfirman): makanlah(And We said): eat (kamu sekalianyou all)

أ ك ل

وَٱشۡرَبُواْ

dan minumlahand drink (kamu sekalianyou all)

ش ر ب

مِن

darifrom

ⓘ

رِّزۡقِ

rezekithe provision

ر ز ق

ٱللَّهِ

Allah (itu)of Allah

أ ل ه

وَلَا

dan janganlahand do not

ⓘ

تَعۡثَوۡاْ

merebakkan bencanaspread disorder (kamu sekalianyou all)

ع ث و

فِي

dion

ⓘ

ٱلۡأَرۡضِ

muka bumithe earth

أ ر ض

مُفۡسِدِينَ

(dengan membuat) kerosakan(by causing) corruption

ف س د

Terjemahan: Dan (ingatlah) ketika Nabi Musa memohon supaya diberi air untuk kaumnya, maka Kami berfirman: "Pukullah batu itu dengan tongkatmu", (ia pun memukulnya), lalu terpancutlah dari batu itu dua belas mata air; sesungguhnya tiap-tiap satu puak (di antara mereka) telah mengetahui tempat minumnya masing-masing. (Dan Kami berfirman): "Makanlah dan minumlah kamu dari rezeki Allah itu, dan janganlah kamu merebakkan bencana kerosakan di muka bumi"Translation: And (remember) when Musa asked for water for his people, and We said: “Strike the rock with your staff.” (He struck it,) and twelve springs gushed out of the rock; each group (among them) truly knew its own drinking place. (And We said:) “Eat and drink from Allah’s provision, and do not go about spreading disorder and corruption on the earth.”

✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«بَلِ الْإِنْعَامُ بِالْمَاءِ فِي التِّيهِ أَعْظَمُ مِنَ الْإِنْعَامِ بِالْمَاءِ الْمُعْتَادِ لِأَنَّ الْإِنْسَانَ إِذَا اشْتَدَّتْ حَاجَتُهُ إِلَى الْمَاءِ فِي الْمَفَازَةِ»

Fakhr al-Dīn ar-Rāzī, Mafātīḥ al-Ghayb, 3/528 · Shamela ↗Fakhr al-Dīn al-Rāzī, Mafātīḥ al-Ghayb, 3/528 · Shamela ↗

Kata ar-Rāzī, nikmat air semasa di at-tīh (padang tempat mereka mengembara) lebih besar daripada nikmat air biasa, kerana apabila manusia amat berhajat kepada air di padang yang tiada air dan tumbuhan, dan pintu harapan seakan tertutup, lalu Allah memberinya air dari batu yang dipukul dengan tongkat, dia tahu nikmat itu hampir tiada tandingannya.
Renungan: Setiap teguk air ialah rezeki Allah; mari kita minum dengan syukur dan tidak membazir.
Al-Rāzī says the blessing of water during at-tīh (the wilderness where they wandered) was greater than that of ordinary water, for when a person badly needs water in a land with no water or plants, and the doors of hope seem shut, and Allah then gives him water from a rock struck with a staff, he knows this blessing has hardly any equal.
Reflection: Every sip of water is Allah’s provision; let us drink with gratitude and never waste it.

وَإِذۡ

dan (kenangkanlah) ketikaand (recall) when

ⓘ

قُلۡتُمۡ

berkatasaid (kamu sekalianyou all)

ق و ل

يَٰمُوسَىٰ

wahai MusaO Musa

ⓘ

لَن

tidak (lagi)can no (longer)

ⓘ

نَّصۡبِرَ

sabar (sudah jemu)bear it (we have grown tired) (kamiwe)

ص ب ر

عَلَىٰ

denganwith

ⓘ

طَعَامٖ

makananfood

ط ع م

وَٰحِدٖ

yang semacam sahajaof one kind only

و ح د

فَٱدۡعُ

maka pohonkanlahso ask (engkauyou)

د ع و

لَنَا

untuk kamifor us

ⓘ

رَبَّكَ

(kepada) Tuhanmuyour Lord

ر ب ب

يُخۡرِجۡ

supaya mengeluarkan(so that) … brings out (DiaHe)

خ ر ج

لَنَا

bagi kamifor us

ⓘ

مِمَّا

sebahagian dari apa yangsome of what

ⓘ

تُنۢبِتُ

tumbuhkangrows (bumi al‑ardhuthe earth al‑arḍu)

ن ب ت

ٱلۡأَرۡضُ

bumithe earth

أ ر ض

مِنۢ

dariof

ⓘ

بَقۡلِهَا

sayur-sayurannyaits vegetables

ب ق ل

وَقِثَّآئِهَا

dan mentimunnyaand its cucumbers

ق ث أ

وَفُومِهَا

dan bawang putihnyaand its garlic

ف و م

وَعَدَسِهَا

dan adas (kacang dalnya)and its lentils (dal)

ع د س

وَبَصَلِهَاۖ

serta bawang merahnyaand its onions

ب ص ل

قَالَ

menjawabreplied (diahe)

ق و ل

أَتَسۡتَبۡدِلُونَ

adakah … mahu menukardo … want to exchange (kamu sekalianyou all)

ب د ل

ٱلَّذِي

sesuatu yangsomething that

ⓘ

هُوَ

iait

ⓘ

أَدۡنَىٰ

kurang baikis of lesser worth

د ن و

بِٱلَّذِي

dengan (meninggalkan) yangfor (leaving) what

ⓘ

هُوَ

iait

ⓘ

خَيۡرٌۚ

lebih baikis better

خ ي ر

ٱهۡبِطُواْ

turunlahgo down (kamu sekalianyou all)

ه ب ط

مِصۡرٗا

ke bandarto a town

م ص ر

فَإِنَّ

kerana sesungguhnyafor truly

ⓘ

لَكُم

bagi kamu (di sana)(there) for you is

ⓘ

مَّا

apa yangwhat

ⓘ

سَأَلۡتُمۡۗ

minta (itu)have asked for (kamu sekalianyou all)

س أ ل

وَضُرِبَتۡ

dan ditimpakanand … were laid (kehinaan adz‑dzillatudisgrace adh‑dhillatu)NF

ض ر ب

عَلَيۡهِمُ

ke atas merekaupon them

ⓘ

ٱلذِّلَّةُ

kehinaandisgrace

ذ ل ل

وَٱلۡمَسۡكَنَةُ

dan kepapaanand destitution

س ك ن

وَبَآءُو

dan sudah sepatutnya mendapatand … rightly earned (merekathey)

ب و أ

بِغَضَبٖ

kemurkaanwrath

غ ض ب

مِّنَ

darifrom

ⓘ

ٱللَّهِۚ

AllahAllah

أ ل ه

ذَٰلِكَ

yang demikian ituthat

ⓘ

بِأَنَّهُمۡ

ialah disebabkan merekawas because they

ⓘ

كَانُواْ

(sentiasa)(kept on) (merekathey)ism

ك و ن

يَكۡفُرُونَ

kufur (mengingkari)disbelieving (denying) (merekathey)

ك ف ر

بِـَٔايَٰتِ

ayat-ayatthe signs

أ ي ي

ٱللَّهِ

Allahof Allah

أ ل ه

وَيَقۡتُلُونَ

dan (pula) membunuhand killing (merekathey)

ق ت ل

ٱلنَّبِيِّـۧنَ

Nabi-nabithe Prophets

ن ب أ

بِغَيۡرِ

dengan tidak adawithout

غ ي ر

ٱلۡحَقِّۚ

alasan yang benarany rightful cause

ح ق ق

ذَٰلِكَ

yang demikian ituthat

ⓘ

بِمَا

ialah disebabkanwas because

ⓘ

عَصَواْ

menderhakadisobeyed (merekathey)

ع ص ي

وَّكَانُواْ

dan (pula) sentiasaand kept on (merekathey)ism

ك و ن

يَعۡتَدُونَ

mencerobohoverstepping the limits (merekathey)

ع د و

Terjemahan: Dan (kenangkanlah) ketika kamu berkata: "Wahai Musa, kami tidak sabar (sudah jemu) dengan makanan yang semacam sahaja; maka pohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami, supaya dikeluarkan bagi kami sebahagian dari apa yang tumbuh di bumi; dari sayur-sayurannya, dan mentimunnya, dan bawang putihnya, dan adas (kacang dalnya), serta bawang merahnya". Nabi Musa menjawab: "Adakah kamu mahu menukar sesuatu yang kurang baik dengan meninggalkan yang lebih baik? Turunlah kamu ke bandar kerana di sana kamu boleh dapati apa yang kamu minta itu". Dan mereka ditimpakan dengan kehinaan dan kepapaan, dan sudah sepatutnya mereka mendapat kemurkaan dari Allah. Yang demikian itu ialah disebabkan mereka kufur (mengingkari) ayat-ayat Allah (perintah-perintah dan mukjizat-mukjizat yang membuktikan kebesaran-Nya); dan mereka pula membunuh Nabi-nabi dengan tidak ada alasan yang benar. Yang demikian itu ialah disebabkan mereka menderhaka dan mereka pula sentiasa mencerobohTranslation: And (recall) when you said: “O Musa, we can no longer bear (we have grown tired of) food of one kind only; so ask your Lord for us, so that He brings out for us some of what grows on the earth: its vegetables, its cucumbers, its garlic, its lentils (dal) and its onions.” Musa replied: “Do you want to take something of lesser worth in exchange for leaving what is better? Go down to a town, for there you can find what you have asked for.” And disgrace and destitution were laid upon them, and they rightly earned the wrath of Allah. That was because they disbelieved in (denied) Allah’s signs (His commands and the miracles that prove His greatness), and they also killed the Prophets without any rightful cause. That was because they disobeyed, and they kept on overstepping the limits.

Nota nahu: بِمَا عَصَوا (ayat 61) dan بِمَا كَانُوا يَفْسُقُونَ (ayat 59).Grammar note: بِمَا عَصَوا (verse 61) and بِمَا كَانُوا يَفْسُقُونَ (verse 59).
Dalam ayat 61, مَا diwarnakan merah sebagai mā maṣdariyyah (ḥarf (partikel) yang bersama kata kerja selepasnya membawa makna perbuatan itu sendiri: “dengan sebab penderhakaan mereka”), mengikut i‘rab (analisis tatabahasa) kitab rujukan kami: «(ما): مصدرية» dan «صلة الموصول الحرفي (ما)» (I‘rāb al-Qur’ān al-Karīm⁠, Dār al-Ṣaḥābah, 1/56–57 · Shamela ↗). Pandangan yang sama terdapat dalam Muḥammad ‘Alī Ṭāhā al-Durrah (Tafsīr al-Qur’ān al-Karīm wa I‘rābuhu wa Bayānuh⁠, 1/187 · Shamela ↗), Maḥmūd Ṣāfī (al-Jadwal fī I‘rāb al-Qur’ān⁠, 1/150 · Shamela ↗), Aḥmad ‘Ubayd al-Da‘‘ās dkk. (I‘rāb al-Qur’ān al-Karīm⁠, 1/29 · Shamela ↗) dan Muḥyī al-Dīn Darwīsh (I‘rāb al-Qur’ān wa Bayānuh⁠, 1/114 · Shamela ↗), dan selaras dengan terjemahan Basmeih (“disebabkan mereka menderhaka”). Dalam ayat 59 pula, مَا diwarnakan hijau sebagai mā mawṣūlah (kata nama penghubung: “apa yang”), kerana kitab rujukan kami mengi‘rabkannya sebagai mawṣūl (1/54 · Shamela ↗), sama seperti ayat 10 (1/26 · Shamela ↗). Namun al-Durrah mengi‘rabkan مَا dalam ayat 59 sebagai maṣdariyyah dan menyatakan pandangan mawṣūlah itu lemah (1/173 · Shamela ↗); al-Jadwal⁠ (1/144 · Shamela ↗) dan al-Da‘‘ās (1/28 · Shamela ↗) juga mengi‘rabkannya maṣdariyyah, seperti terjemahan Basmeih (“dengan sebab mereka sentiasa berlaku fasik”). Maknanya tetap hampir sama: “disebabkan …”.In verse 61, مَا is coloured red as mā maṣdariyyah (a particle (ḥarf) that, with the verb after it, gives the meaning of the action itself: “because of their disobedience”), following the i‘rāb (grammatical analysis) of our reference book: «(ما): مصدرية» and «صلة الموصول الحرفي (ما)» (I‘rāb al-Qur’ān al-Karīm⁠, Dār al-Ṣaḥābah, 1/56–57 · Shamela ↗). The same view is found in Muḥammad ‘Alī Ṭāhā al-Durrah (Tafsīr al-Qur’ān al-Karīm wa I‘rābuhu wa Bayānuh⁠, 1/187 · Shamela ↗), Maḥmūd Ṣāfī (al-Jadwal fī I‘rāb al-Qur’ān⁠, 1/150 · Shamela ↗), Aḥmad ‘Ubayd al-Da‘‘ās et al. (I‘rāb al-Qur’ān al-Karīm⁠, 1/29 · Shamela ↗) and Muḥyī al-Dīn Darwīsh (I‘rāb al-Qur’ān wa Bayānuh⁠, 1/114 · Shamela ↗), and it agrees with Basmeih’s translation (“because they disobeyed”). In verse 59, however, مَا is coloured green as mā mawṣūlah (relative noun: “what”), because our reference book parses it as a relative (1/54 · Shamela ↗), as it does in verse 10 (1/26 · Shamela ↗). Al-Durrah, though, parses the مَا of verse 59 as maṣdariyyah and calls the relative reading weak (1/173 · Shamela ↗); al-Jadwal⁠ (1/144 · Shamela ↗) and al-Da‘‘ās (1/28 · Shamela ↗) also parse it as maṣdariyyah, as does Basmeih’s translation (“because they kept on acting rebelliously”). The meaning is nearly the same either way: “because of …”.
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«مَعَ مَا فِي صِيغَةِ طَلَبِهِمْ مِنَ الْجَفَاءِ وَقِلَّةِ الْأَدَبِ مَعَ الرَّسُولِ وَمَعَ الْمُنْعِمِ إِذْ قَالُوا: لَنْ نَصْبِرَ»

Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 1/521 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 1/521 · Shamela ↗

Menurut Ibn ‘Āshūr, meminta makanan lain bukanlah dosa kerana ia perkara yang harus, tetapi cara permintaan mereka menunjukkan kekasaran dan kurang adab terhadap Rasul dan terhadap Pemberi nikmat, apabila mereka berkata “kami tidak sabar”, seolah-olah memakan “Mann” dan “Salwa” (makanan kurniaan Allah) satu beban yang dibenci.
Renungan: Jaga lidah kita apabila bercakap tentang rezeki; jangan merungut “jemu” dengan nikmat yang Allah beri.
According to Ibn ‘Āshūr, asking for other food was not a sin in itself, since it is permissible, but the way they asked showed harshness and poor manners towards the Messenger and towards the Giver of blessings, when they said “we can no longer bear”, as though eating “Mann” and “Salwa” (food granted by Allah) were a hated burden.
Reflection: Let us guard our tongues when we speak of provision, and never complain of being “tired” of the blessings Allah gives.

إِنَّ

sesungguhnyaindeed

ⓘ

ٱلَّذِينَ

orang-orang yangthose who

ⓘ

ءَامَنُواْ

berimanbelieve (merekathey)

أ م ن

وَٱلَّذِينَ

dan orang-orangand those who

ⓘ

هَادُواْ

Yahudiare Jews (merekathey)

ه و د

وَٱلنَّصَٰرَىٰ

dan orang-orang Nasraniand the Christians (Nasrani)

ن ص ر

وَٱلصَّٰبِـِٔينَ

dan orang-orang Saabi’inand the Sabians (Saabi’in)

ص ب أ

مَنۡ

sesiapa (di antara mereka itu)whoever (among them)

ⓘ

ءَامَنَ

berimanbelieves (diahe)

أ م ن

بِٱللَّهِ

kepada Allahin Allah

أ ل ه

وَٱلۡيَوۡمِ

dan (beriman kepada) hariand (in) the Day

ي و م

ٱلۡأٓخِرِ

akhiratLast

أ خ ر

وَعَمِلَ

serta beramaland does (diahe)

ع م ل

صَٰلِحٗا

solehrighteous deeds

ص ل ح

فَلَهُمۡ

maka bagi merekathen for them is

ⓘ

أَجۡرُهُمۡ

pahala balasannyatheir due reward

أ ج ر

عِندَ

di sisiwith

ع ن د

رَبِّهِمۡ

Tuhan merekatheir Lord

ر ب ب

وَلَا

dan tidak adaand (there is) no

ⓘ

خَوۡفٌ

kebimbangan (dari berlakunya kejadian yang tidak baik)worry (about anything bad happening)

خ و ف

عَلَيۡهِمۡ

kepada merekafor them

ⓘ

وَلَا

dan … (pula) tidakand … not

ⓘ

هُمۡ

merekathey

ⓘ

يَحۡزَنُونَ

akan berdukacitawill be sad (merekathey)

ح ز ن

Terjemahan: Sesungguhnya orang-orang yang beriman, dan orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasora (Nasrani), dan orang-orang Saabien sesiapa di antara mereka itu beriman kepada Allah dan (beriman kepada) hari akhirat serta beramal soleh, maka bagi mereka pahala balasannya di sisi Tuhan mereka, dan tidak ada kebimbangan (dari berlakunya kejadian yang tidak baik) kepada mereka, dan mereka pula tidak akan berdukacitaTranslation: Indeed, those who believe, and the Jews, and the Christians (Nasrani), and the Sabians (Saabi’in) — whoever among them believes in Allah and (believes in) the Last Day and does righteous deeds, then for them is their due reward with their Lord; there is no worry (about anything bad happening) for them, and they too will not be sad.

Nota: مَنْ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ وَعَمِلَ صَٰلِحًا (ayat 62).Note: مَنْ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ وَعَمِلَ صَٰلِحًا (verse 62).
Makna perkata di sini mengikut terjemahan Basmeih. Terjemahan itu, bersama kurungannya, menyatakan bahawa pahala di sisi Tuhan dan keamanan daripada kebimbangan dan dukacita dijanjikan kepada “sesiapa di antara mereka itu beriman kepada Allah dan (beriman kepada) hari akhirat serta beramal soleh”, iaitu dengan syarat iman dan amal soleh, bukan semata-mata kerana nama golongan. Ulasan ulama secara ringkas: Ibn Kathīr dalam Tafsīr al-Qur’ān al-‘Aẓīm (ed. Ibn al-Jawzī), ketika menghuraikan riwayat Ibn ‘Abbās bahawa selepas ayat ini Allah menurunkan ayat Āli ‘Imrān 85, menjelaskan bahawa selepas Nabi Muhammad diutus, Allah “لا يقبل من أحد طريقةً ولا عملًا إلا ما كان موافقًا لشريعة محمد” (tidak menerima daripada sesiapa pun sesuatu jalan atau amalan melainkan yang selari dengan syariat (hukum-hakam agama) Nabi Muhammad), dan “فأما قبل ذلك فكل من اتبع الرسول في زمانه فهو على هدًى وسبيل نجاة” (adapun sebelum itu, setiap orang yang mengikut rasul pada zamannya berada di atas petunjuk dan jalan keselamatan) (1/428 · Shamela ↗). Al-Ṭabarī dalam Jāmi‘ al-Bayān ‘an Ta’wīl Āy al-Qur’ān menyatakan bahawa bagi orang yang sudah beriman, “معنى إيمانِ المؤمنِ في هذا الموضعِ ثباتُه على إيمانِه وتركُه تَبديلَه” (makna iman orang mukmin di tempat ini ialah tetapnya dia di atas imannya dan tidak menukarnya) (2/38 · Shamela ↗), manakala “وأما إيمانُ اليهودِ والنصارى والصابئين، فالتصديقُ بمحمدٍ” (adapun iman orang Yahudi, Nasrani dan Saabi’in ialah membenarkan Nabi Muhammad) (2/39 · Shamela ↗). Ibn ‘Āshūr dalam al-Taḥrīr wa al-Tanwīr pula menyatakan bahawa makna “man āmana billāh” (sesiapa yang beriman kepada Allah) ialah “الْإِيمَانَ الْكَامِلَ وَهُوَ الْإِيمَانُ بِرِسَالَةِ مُحَمَّدٍ” (iman yang sempurna, iaitu beriman dengan kerasulan Nabi Muhammad) (1/539 · Shamela ↗). Beliau turut menyebut pendapat bahawa ayat ini mansukh (dibatalkan hukumnya) oleh ayat Āli ‘Imrān 85, lalu menolaknya: “لَا وَجْهَ لِدَعْوَى كَوْنِ هَذِهِ الْآيَةِ مَنْسُوخَةً” (tiada asas bagi dakwaan bahawa ayat ini mansukh), “إِذْ لَا اسْتِقَامَةَ فِي دَعْوَى نَسْخِ الْخَبَرِ” (kerana dakwaan naskh (pembatalan) tidak tepat bagi suatu khabar (berita)) (1/539 · Shamela ↗). Untuk perbincangan akidah lanjut, sila rujuk guru yang bertauliah.The word meanings here follow Basmeih’s translation. That translation, with its brackets, states that the reward with their Lord, and safety from worry and sadness, are promised to “whoever among them believes in Allah and (believes in) the Last Day and does righteous deeds”, that is, on the condition of faith and righteous deeds, not merely because of a group’s name. Scholars’ comments in brief: Ibn Kathīr, in Tafsīr al-Qur’ān al-‘Aẓīm (ed. Ibn al-Jawzī), explaining the report from Ibn ‘Abbās that after this verse Allah revealed Āl ‘Imrān 85, says that once Prophet Muhammad was sent, Allah “لا يقبل من أحد طريقةً ولا عملًا إلا ما كان موافقًا لشريعة محمد” (does not accept from anyone any way or deed except what agrees with the Shariah (religious law) of Muhammad), and “فأما قبل ذلك فكل من اتبع الرسول في زمانه فهو على هدًى وسبيل نجاة” (as for before that, everyone who followed the messenger of his time was on guidance and the path of salvation) (1/428 · Shamela ↗). Al-Ṭabarī, in Jāmi‘ al-Bayān ‘an Ta’wīl Āy al-Qur’ān, says that for those who already believe, “معنى إيمانِ المؤمنِ في هذا الموضعِ ثباتُه على إيمانِه وتركُه تَبديلَه” (the meaning of the believer’s faith in this place is his remaining firm in his faith and not changing it) (2/38 · Shamela ↗), while “وأما إيمانُ اليهودِ والنصارى والصابئين، فالتصديقُ بمحمدٍ” (as for the faith of the Jews, the Christians and the Sabians, it is affirming Muhammad as true) (2/39 · Shamela ↗). Ibn ‘Āshūr, in al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, says that the meaning of “man āmana billāh” (whoever believes in Allah) is “الْإِيمَانَ الْكَامِلَ وَهُوَ الْإِيمَانُ بِرِسَالَةِ مُحَمَّدٍ” (complete faith, which is faith in the messengership of Muhammad) (1/539 · Shamela ↗). He also mentions the view that this verse is abrogated (mansūkh) by Āl ‘Imrān 85, and rejects it: “لَا وَجْهَ لِدَعْوَى كَوْنِ هَذِهِ الْآيَةِ مَنْسُوخَةً” (there is no basis for the claim that this verse is abrogated), “إِذْ لَا اسْتِقَامَةَ فِي دَعْوَى نَسْخِ الْخَبَرِ” (since a claim of abrogation (naskh) does not hold for a statement of fact (khabar)) (1/539 · Shamela ↗). For further discussion of creed, please refer to a qualified teacher.
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«لَمَّا كَانَ الْمُتَكَلِّمُ أَحْكَمَ الْحَاكِمِينَ فَلَا بُدَّ لِهَذِهِ التَّغْيِيرَاتِ مِنْ حِكَمٍ وَفَوَائِدَ، فَإِنْ أَدْرَكْنَا تِلْكَ الْحِكَمَ فَقَدْ فُزْنَا بِالْكَمَالِ وَإِنْ عَجَزْنَا أَحَلْنَا الْقُصُورَ عَلَى عُقُولِنَا»

Fakhr al-Dīn ar-Rāzī, Mafātīḥ al-Ghayb, 3/537 · Shamela ↗Fakhr al-Dīn al-Rāzī, Mafātīḥ al-Ghayb, 3/537 · Shamela ↗

Golongan-golongan dalam ayat ini disebut juga dalam surah al-Mā’idah (ayat 69) dan al-Ḥajj (ayat 17), dengan susunan yang berbeza. Kata ar-Rāzī, kerana yang berfirman ialah Allah, Hakim yang paling bijaksana, setiap perbezaan itu pasti ada hikmah dan faedahnya; jika kita dapat memahaminya, kita beroleh kesempurnaan, dan jika tidak, kekurangan itu pada akal kita, bukan pada kalam-Nya.
Renungan: Apabila kita belum faham sesuatu dalam al-Qur’an, salahkan kefahaman kita; teruslah belajar dengan rendah hati.
The groups in this verse are also named in Surah al-Mā’idah (verse 69) and al-Ḥajj (verse 17), in a different order. Al-Rāzī says that since the Speaker is Allah, the Wisest of judges, every such difference must carry wisdom and benefit; if we grasp it, we have won perfection, and if not, the shortcoming lies in our minds, not in His speech.
Reflection: When we do not yet understand something in the Qur’an, let us blame our understanding, and keep learning with humility.

وَإِذۡ

dan (ingatlah) ketikaand (remember) when

ⓘ

أَخَذۡنَا

mengambiltook (KamiWe)

أ خ ذ

مِيثَٰقَكُمۡ

perjanjian setia kamuyour solemn pledge

و ث ق

وَرَفَعۡنَا

semasa … angkatkanas … lifted (KamiWe)

ر ف ع

فَوۡقَكُمُ

di atas kamuabove you

ف و ق

ٱلطُّورَ

Gunung TursinaMount Tursina

ط و ر

خُذُواْ

(sambil Kami berfirman): terimalah(while We said): receive (kamu sekalianyou all)

أ خ ذ

مَآ

(Taurat) yang(the Torah) that

ⓘ

ءَاتَيۡنَٰكُم

telah berikan kepada kamuhave given you (KamiWe)

أ ت ي

بِقُوَّةٖ

(serta amalkanlah) dengan bersungguh-sungguh(and act on it) with full resolve

ق و ي

وَٱذۡكُرُواْ

dan ingatlah (jangan lupakan)and remember (do not forget) (kamu sekalianyou all)

ذ ك ر

مَا

apa yangwhat

ⓘ

فِيهِ

(tersebut) di dalamnya(is stated) in it

ⓘ

لَعَلَّكُمۡ

supaya kamuso that you

ⓘ

تَتَّقُونَ

bertaqwamay be God-fearing (kamu sekalianyou all)

و ق ي

Terjemahan: Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil perjanjian setia kamu semasa Kami angkatkan Gunung Tursina di atas kamu (sambil Kami berfirman): "Terimalah Taurat yang telah Kami berikan kepada kamu (serta amalkanlah) dengan bersungguh-sungguh, dan ingatlah (jangan lupakan) apa yang tersebut di dalamnya, supaya kamu bertaqwa"Translation: And (remember) when We took your solemn pledge as We lifted Mount Tursina above you (while We said): “Receive the Torah that We have given you (and act on it) with full resolve, and remember (do not forget) what is stated in it, so that you may be God-fearing.”

✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«وَالْأَخْذُ مَجَازٌ عَنِ التَّلَقِّي وَالتَّفَهُّمِ. وَالْقُوَّةُ مَجَازٌ فِي الْإِيعَاءِ وَإِتْقَانِ التَّلَقِّي وَالْعَزِيمَةِ عَلَى الْعَمَلِ بِهِ»

Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 1/542 · Shamela ↗ (huraian ayat 63–64)Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 1/542 · Shamela ↗ (commentary on 63–64)

Menurut Ibn ‘Āshūr, “terimalah” (khudzū, asalnya “ambillah”) bermaksud menerima dan memahami, manakala “dengan bersungguh-sungguh” (bi quwwah, asalnya “dengan kekuatan”) bermaksud menyimpannya dalam hati, menerimanya dengan teliti dan berazam untuk mengamalkannya.
Renungan: Kitab Allah bukan sekadar untuk dibaca; mari kita pelajari al-Qur’an dengan teliti, fahami maksudnya, dan berazam mengamalkannya setiap hari.
According to Ibn ‘Āshūr, “receive” (khudhū, literally “take”) means to receive and understand, while “with full resolve” (bi quwwah, literally “with strength”) means to keep it in the heart, receive it with care, and resolve to act upon it.
Reflection: Allah’s Book is not only for reciting; let us study the Qur’an carefully, understand its meaning, and resolve to live by it every day.

ثُمَّ

kemudianthen

ⓘ

تَوَلَّيۡتُم

membelakangkan (perjanjian setia itu)turned your backs (on that pledge) (kamu sekalianyou all)

و ل ي

مِّنۢ

darifrom

ⓘ

بَعۡدِ

sesudahafter

ب ع د

ذَٰلِكَۖ

ituthat

ⓘ

فَلَوۡلَا

maka kalau tidaklah (kerana)so had it not been (for)

ⓘ

فَضۡلُ

limpah kurniathe bounty

ف ض ل

ٱللَّهِ

Allahof Allah

أ ل ه

عَلَيۡكُمۡ

kepada kamutowards you

ⓘ

وَرَحۡمَتُهُۥ

dan belas kasihan-Nyaand His mercy

ر ح م

لَكُنتُم

nescaya menjadilahsurely … would have been (kamu sekalianyou all)ism

ك و ن

مِّنَ

dari golonganamong

ⓘ

ٱلۡخَٰسِرِينَ

orang-orang yang rugithe losers

خ س ر

Terjemahan: Kemudian sesudah itu kamu membelakangkan perjanjian setia kamu itu (tidak menyempurnakannya); maka kalau tidaklah kerana limpah kurnia Allah dan belas kasihan-Nya kepada kamu (dengan membuka pintu taubat), nescaya menjadilah kamu dari golongan orang-orang yang rugiTranslation: Then, after that, you turned your backs on that pledge (not fulfilling it); so had it not been for Allah’s bounty and His mercy towards you (in opening the door of repentance), you would surely have been among the losers.

✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«لَوْلَا مَا تَفَضَّلَ اللَّهُ بِهِ عَلَيْكُمْ مِنْ إِمْهَالِكُمْ وَتَأْخِيرِ الْعَذَابِ عَنْكُمْ لَكُنْتُمْ مِنَ الْخَاسِرِينَ»

Fakhr al-Dīn ar-Rāzī, Mafātīḥ al-Ghayb, 3/539 · Shamela ↗ (huraian ayat 63–64)Fakhr al-Dīn al-Rāzī, Mafātīḥ al-Ghayb, 3/539 · Shamela ↗ (commentary on 63–64)

Ar-Rāzī menukil al-Qaffāl (salah satu daripada dua huraiannya): maksudnya, sekiranya tidak kerana kurnia Allah yang memberi kamu tempoh dan menangguhkan azab, nescaya kamu termasuk orang-orang yang rugi; maka mereka terselamat daripada kerugian itu kerana Allah memberi tempoh sehingga mereka bertaubat.
Renungan: Setiap hari yang Allah panjangkan untuk kita ialah peluang untuk bertaubat; jangan kita sia-siakan.
Al-Rāzī reports al-Qaffāl (one of his two explanations): the meaning is, had it not been for Allah’s grace in giving you respite and delaying the punishment, you would have been among the losers; so they were saved from that loss because Allah gave them time until they repented.
Reflection: Every day Allah lengthens for us is a chance to repent; let us not waste it.

وَلَقَدۡ

dan sesungguhnyaand indeed

ⓘ

عَلِمۡتُمُ

telah mengetahuialready know (kamu sekalianyou all)

ع ل م

ٱلَّذِينَ

(bagaimana buruknya akibat) orang-orang yang(how bad the end was of) those who

ⓘ

ٱعۡتَدَوۡاْ

melanggar (larangan)broke (the prohibition) (merekathey)

ع د و

مِنكُمۡ

di antara kamuamong you

ⓘ

فِي

padaon

ⓘ

ٱلسَّبۡتِ

hari Sabtuthe Sabbath (Saturday)

س ب ت

فَقُلۡنَا

lalu berfirmanso … said (KamiWe)

ق و ل

لَهُمۡ

kepada merekato them

ⓘ

كُونُواْ

jadilahbecome (kamu sekalianyou all)ism

ك و ن

قِرَدَةً

keramonkeys

ق ر د

خَٰسِـِٔينَ

yang hinalowly

خ س أ

Terjemahan: Dan sesungguhnya kamu telah mengetahui (bagaimana buruknya akibat) orang-orang di antara kamu yang melanggar (larangan) pada hari Sabtu, lalu Kami berfirman kepada mereka: "Jadilah kamu kera yang hina"Translation: And indeed you already know (how bad the end was of) those among you who broke (the prohibition) on the Sabbath (Saturday), so We said to them: “Become lowly monkeys.”

✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«بِأَنْ يُحَافِظُوا عَلَى حُكْمِ السَّبْتِ وَعَدَمِ الِاكْتِسَابِ فِيهِ لِيَتَفَرَّغُوا فِيهِ لِلْعِبَادَةِ بِقَلْبٍ خَالِصٍ مِنَ الشُّغْلِ بِالدُّنْيَا»

Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 1/543 · Shamela ↗ (huraian ayat 65–66)Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 1/543 · Shamela ↗ (commentary on 65–66)

Menurut Ibn ‘Āshūr, i‘tidā’ (melanggar) di sini bermaksud melampaui batas perintah Allah; mereka diperintah menjaga hukum hari Sabtu dan tidak mencari rezeki padanya, supaya dapat menumpukan diri kepada ibadah dengan hati yang bersih daripada kesibukan dunia.
Renungan: Kita juga ada waktu yang Allah tetapkan untuk ibadah, seperti waktu solat; mari kita kosongkan hati daripada urusan dunia ketika itu.
According to Ibn ‘Āshūr, i‘tidā’ (transgressing) here means overstepping the limit of Allah’s command; they were commanded to keep the rule of the Sabbath and not to seek earnings on it, so that they could devote themselves to worship with a heart free of worldly busyness.
Reflection: We too have times Allah has set for worship, such as the prayer times; let us empty our hearts of worldly matters then.

فَجَعَلۡنَٰهَا

maka jadikan (apa yang berlaku) ituso … made it (what happened) (KamiWe)

ج ع ل

نَكَٰلٗا

sebagai suatu hukuman pencegaha punishment to deter

ن ك ل

لِّمَا

bagi (orang-orang) yangfor those who

ⓘ

بَيۡنَ

(ada) di hadapan(were) before

ب ي ن

يَدَيۡهَا

nya (pada masa itu)it (at that time)

ي د ي

وَمَا

dan (orang-orang) yangand those who

ⓘ

خَلۡفَهَا

(datang) kemudian(came) after it

خ ل ف

وَمَوۡعِظَةٗ

dan suatu pengajaranand a lesson

و ع ظ

لِّلۡمُتَّقِينَ

bagi orang-orang yang (hendak) bertaqwafor those who (seek to) be God-fearing

و ق ي

Terjemahan: Maka Kami jadikan apa yang berlaku itu sebagai suatu hukuman pencegah bagi orang-orang yang ada pada masa itu dan orang-orang yang datang kemudian, dan suatu pengajaran bagi orang-orang yang (hendak) bertaqwaTranslation: So We made what happened a punishment to deter those present at that time and those who came after, and a lesson for those who (seek to) be God-fearing.

✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«أَنَّ مَنْ عَرَفَ الْأَمْرَ الَّذِي نَزَلَ بِهِمْ يَتَّعِظُ بِهِ وَيَخَافُ إِنْ فَعَلَ مِثْلَ فِعْلِهِمْ أَنْ يَنْزِلَ بِهِ مِثْلُ مَا نَزَلْ بِهِمْ»

Fakhr al-Dīn ar-Rāzī, Mafātīḥ al-Ghayb, 3/543 · Shamela ↗ (huraian ayat 65–66)Fakhr al-Dīn al-Rāzī, Mafātīḥ al-Ghayb, 3/543 · Shamela ↗ (commentary on 65–66)

Antara huraian ar-Rāzī: “suatu pengajaran bagi orang-orang yang (hendak) bertaqwa” bermaksud sesiapa yang mengetahui apa yang menimpa mereka akan mengambil iktibar, dan takut jika dia berbuat seperti mereka, perkara yang sama akan menimpanya; jika tidak disegerakan di dunia, dia tetap takut akan balasan akhirat yang lebih besar dan kekal.
Renungan: Kisah umat terdahulu ialah cermin untuk kita; mari kita periksa diri sebelum melanggar batas Allah.
One of al-Rāzī’s explanations: “a lesson for those who (seek to) be God-fearing” means that whoever learns what befell them takes heed, and fears that if he does as they did, the same will befall him; and if it does not come quickly in this world, he still fears the punishment of the Hereafter, which is greater and lasting.
Reflection: The stories of earlier peoples are a mirror for us; let us examine ourselves before we overstep Allah’s limits.

وَإِذۡ

dan (ingatlah) ketikaand (remember) when

ⓘ

قَالَ

berkatasaid (MusaMūsā)

ق و ل

مُوسَىٰ

Nabi MusaMusa

ⓘ

لِقَوۡمِهِۦٓ

kepada kaumnyato his people

ق و م

إِنَّ

sesungguhnyaindeed

ⓘ

ٱللَّهَ

AllahAllah

أ ل ه

يَأۡمُرُكُمۡ

menyuruh kamutells you (DiaHe)

أ م ر

أَن

supayato

ⓘ

تَذۡبَحُواْ

menyembelihslaughter (kamu sekalianyou all)

ذ ب ح

بَقَرَةٗۖ

seekor lembu betinaa cow

ب ق ر

قَالُوٓاْ

berkatasaid (merekathey)

ق و ل

أَتَتَّخِذُنَا

adakah … hendak menjadikan kamiare … making us (engkauyou)

أ خ ذ

هُزُوٗاۖ

permainan (bahan ejekan)a plaything (an object of mockery)

ه ز أ

قَالَ

menjawabanswered (diahe)

ق و ل

أَعُوذُ

berlindungseek refuge (akuI)

ع و ذ

بِٱللَّهِ

kepada Allahwith Allah

أ ل ه

أَنۡ

daripadafrom

ⓘ

أَكُونَ

menjadibeing (akuI)ism

ك و ن

مِنَ

salah seorang darione of

ⓘ

ٱلۡجَٰهِلِينَ

golongan yang jahilthe ignorant

ج ه ل

Terjemahan: Dan (ingatlah), ketika Nabi Musa berkata kepada kaumnya: "Sesungguhnya Allah menyuruh supaya kamu menyembelih seekor lembu betina". Mereka berkata: "Adakah engkau hendak menjadikan kami ini permainan?" Nabi Musa menjawab: "Aku berlindung kepada Allah daripada menjadi salah seorang dari golongan yang jahil (yang melakukan sesuatu yang tidak patut)"Translation: And (remember) when Musa said to his people: “Truly Allah tells you to slaughter a cow.” They said: “Are you going to make a plaything of us?” Musa answered: “I seek refuge with Allah from being one of the ignorant (who do what is improper).”

✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«وَاعْلَمْ أَنَّ هَذَا الْقَوْلَ مِنْ مُوسَى ﵇ يَدُلُّ عَلَى أَنَّ الِاسْتِهْزَاءَ مِنَ الْكَبَائِرِ الْعِظَامِ»

Fakhr al-Dīn ar-Rāzī, Mafātīḥ al-Ghayb, 3/547 · Shamela ↗ (huraian ayat 67–73)Fakhr al-Dīn al-Rāzī, Mafātīḥ al-Ghayb, 3/547 · Shamela ↗ (commentary on 67–73)

Kata ar-Rāzī, jawapan Nabi Musa, “Aku berlindung kepada Allah daripada menjadi salah seorang dari golongan yang jahil”, menunjukkan bahawa istihzā’ (mempersenda atau mengejek) termasuk dosa besar yang berat.
Renungan: Jangan sekali-kali kita jadikan perintah agama bahan gurauan atau ejekan; mari kita sambut setiap suruhan Allah dengan hormat, walaupun hikmahnya belum kita fahami.
Al-Rāzī says Musa’s reply, “I seek refuge with Allah from being one of the ignorant”, shows that istihzā’ (mockery) is among the grave major sins.
Reflection: Let us never make a command of our religion a joke or an object of mockery; let us receive every command of Allah with respect, even when we do not yet understand its wisdom.

قَالُواْ

berkata (pula)said (then) (merekathey)

ق و ل

ٱدۡعُ

berdoalahpray (engkauyou)

د ع و

لَنَا

untuk kamifor us

ⓘ

رَبَّكَ

(kepada) Tuhanmuto your Lord

ر ب ب

يُبَيِّن

supaya menerangkanso that … makes clear (DiaHe)

ب ي ن

لَّنَا

kepada kamito us

ⓘ

مَا

bagaimanawhat

ⓘ

هِيَۚ

(sifat-sifat) lembu itu(the features of) the cow

ⓘ

قَالَ

menjawabanswered (diahe)

ق و ل

إِنَّهُۥ

bahawasanya Dia (Allah)indeed He (Allah)

ⓘ

يَقُولُ

berfirmansays (DiaHe)

ق و ل

إِنَّهَا

bahawa (lembu betina) ituthat it (the cow)

ⓘ

بَقَرَةٞ

ialah seekor lembuis a cow

ب ق ر

لَّا

(yang) tidak(that is) not

ⓘ

فَارِضٞ

terlalu tuatoo old

ف ر ض

وَلَا

dan tidakand not

ⓘ

بِكۡرٌ

terlalu mudatoo young

ب ك ر

عَوَانُۢ

pertengahan (umurnya)of middle (age)

ع و ن

بَيۡنَ

di antarabetween

ب ي ن

ذَٰلِكَۖ

ituthe two

ⓘ

فَٱفۡعَلُواْ

maka kerjakanlahso do (kamu sekalianyou all)

ف ع ل

مَا

apa yangwhat

ⓘ

تُؤۡمَرُونَ

diperintahkan (melakukannya)are commanded (to do) (kamu sekalianyou all)NF

أ م ر

Terjemahan: Mereka berkata pula: "Berdoalah kepada Tuhanmu untuk kami, supaya diterangkan-Nya kepada kami bagaimana (sifat-sifat) lembu itu?" Nabi Musa menjawab: "Bahawasanya Allah berfirman: Bahawa (lembu betina) itu ialah seekor lembu yang tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda, pertengahan (umurnya) di antara itu; maka kerjakanlah apa yang diperintahkan kepada kamu melakukannya"Translation: They then said: “Pray to your Lord for us, so that He makes clear to us what (the features of) the cow are.” Musa answered: “Allah says: It is a cow that is not too old and not too young, of middle (age) between the two; so do what you are commanded to do.”

Nota nahu: فَٱفْعَلُوا۟ مَا تُؤْمَرُونَ (ayat 68).Grammar note: فَٱفْعَلُوا۟ مَا تُؤْمَرُونَ (verse 68).
Di sini مَا diwarnakan hijau sebagai kata nama penghubung (mawṣūl, “apa yang”). Kitab rujukan kami, Dār al-Ṣaḥābah (I‘rāb al-Qur’ān al-Karīm), mengi‘rabkannya: “اسم موصول مفعول به” (kata nama penghubung, objek) (1/61 · Shamela ↗). Muḥyī al-Dīn Darwīsh (I‘rāb al-Qur’ān wa Bayānuh) juga mendahulukan pandangan ini, kemudian menyebut: “وأجاز بعضهم أن تكون ما مصدرية” (sebahagian ulama membenarkan mā sebagai maṣdariyyah) (1/122 · Shamela ↗). Menurut pandangan ḥarf maṣdariyyah, mā akan diwarnakan merah. Maknanya tidak berubah dan selaras dengan terjemahan Basmeih (“maka kerjakanlah apa yang diperintahkan kepada kamu melakukannya”).Here مَا is coloured green as a relative noun (mawṣūl, “what”). Our reference book, Dār al-Ṣaḥābah (I‘rāb al-Qur’ān al-Karīm), parses it: “اسم موصول مفعول به” (a relative noun, the object) (1/61 · Shamela ↗). Muḥyī al-Dīn Darwīsh (I‘rāb al-Qur’ān wa Bayānuh) gives the same view first, then adds: “وأجاز بعضهم أن تكون ما مصدرية” (some allow mā to be maṣdariyyah) (1/122 · Shamela ↗). On the maṣdariyyah particle view, mā would be coloured red. The meaning does not change and agrees with Basmeih’s translation (“maka kerjakanlah apa yang diperintahkan kepada kamu melakukannya”: so do what you are commanded to do).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«الْفَاءُ لِلْفَصِيحَةِ وَمَوْقِعُهَا هُنَا مَوْقِعُ قِطْعِ الْعُذْرِ مَعَ الْحَثِّ عَلَى الِامْتِثَالِ»

Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 1/551 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 1/551 · Shamela ↗

Menurut Ibn ‘Āshūr, huruf fā’ (maka) dalam “maka kerjakanlah apa yang diperintahkan kepada kamu melakukannya” berfungsi memutuskan segala alasan sambil menggesa supaya patuh; maksudnya, bersegeralah melakukan apa yang diperintahkan.
Renungan: Apabila perintah Allah sudah jelas, jangan kita cari alasan untuk bertangguh; mari kita segera melaksanakannya.
According to Ibn ‘Āshūr, the letter fā’ (so) in “so do what you are commanded to do” serves to cut off every excuse while urging obedience; that is, hasten to do what you have been commanded.
Reflection: When Allah’s command is already clear, let us not look for excuses to delay, but carry it out promptly.

قَالُواْ

berkata (lagi)said (again) (merekathey)

ق و ل

ٱدۡعُ

pohonkanlahask (engkauyou)

د ع و

لَنَا

untuk kamifor us

ⓘ

رَبَّكَ

(kepada) Tuhanmuyour Lord

ر ب ب

يُبَيِّن

supaya menerangkanso that … makes clear (DiaHe)

ب ي ن

لَّنَا

kepada kamito us

ⓘ

مَا

apawhat

ⓘ

لَوۡنُهَاۚ

warnanyaits colour (is)

ل و ن

قَالَ

menjawabanswered (diahe)

ق و ل

إِنَّهُۥ

bahawasanya Dia (Allah)indeed He (Allah)

ⓘ

يَقُولُ

berfirmansays (DiaHe)

ق و ل

إِنَّهَا

bahawa (lembu betina) ituthat it (the cow)

ⓘ

بَقَرَةٞ

ialah seekor lembuis a cow

ب ق ر

صَفۡرَآءُ

kuningyellow

ص ف ر

فَاقِعٞ

kuning tuadeep (yellow)

ف ق ع

لَّوۡنُهَا

warnanyain colour

ل و ن

تَسُرُّ

lagi menyukakandelighting (iait)

س ر ر

ٱلنَّٰظِرِينَ

orang-orang yang melihatnyathose who look at it

ن ظ ر

Terjemahan: Mereka berkata lagi: "Pohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami, supaya diterangkan-Nya kepada kami apa warnanya?" Nabi Musa menjawab: "Bahawasanya Allah berfirman: Bahawa (lembu betina) itu ialah seekor lembu kuning, kuning tua warnanya, lagi menyukakan orang-orang yang melihatnya"Translation: They said again: “Ask your Lord for us, so that He makes clear to us what its colour is.” Musa answered: “Allah says: It is a yellow cow, a deep yellow in colour, delighting those who look at it.”

✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«تُدْخِلُ رُؤْيَتُهَا عَلَيْهِمْ مَسَرَّةً فِي نُفُوسِهِمْ، وَالْمَسَرَّةُ لَذَّةٌ نَفْسِيَّةٌ تَنْشَأُ عَنِ الْإِحْسَاسِ بِالْمُلَائِمِ»

Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 1/553 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 1/553 · Shamela ↗

Menurut Ibn ‘Āshūr, “menyukakan orang-orang yang melihatnya” bermaksud melihatnya memasukkan rasa gembira ke dalam jiwa mereka; rasa gembira itu ialah kelazatan jiwa yang lahir apabila merasai sesuatu yang serasi, dan warna itu termasuk warna lembu yang paling cantik.
Renungan: Yang diminta ialah yang elok dipandang; mari kita juga persembahkan yang terbaik dan terelok dalam ibadah dan pemberian kita kepada Allah.
According to Ibn ‘Āshūr, “delighting those who look at it” means that seeing it brings joy into their souls; that joy is a delight of the soul that arises on sensing something agreeable, and this colour is among the most beautiful colours of cattle.
Reflection: What was asked for was pleasing to the eye; let us also offer our very best and finest in our worship and in what we give for Allah’s sake.

قَالُواْ

berkata (lagi)said (again) (merekathey)

ق و ل

ٱدۡعُ

pohonkanlahask (engkauyou)

د ع و

لَنَا

untuk kamifor us

ⓘ

رَبَّكَ

(kepada) Tuhanmuyour Lord

ر ب ب

يُبَيِّن

supaya menerangkanso that … makes clear (DiaHe)

ب ي ن

لَّنَا

kepada kamito us

ⓘ

مَا

yang mana satuwhich one

ⓘ

هِيَ

lembu betina ituthe cow (is)

ⓘ

إِنَّ

kerana sesungguhnyafor indeed

ⓘ

ٱلۡبَقَرَ

lembu (yang dikehendaki) ituthe cow (that is wanted)

ب ق ر

تَشَٰبَهَ

kesamaranseems alike (iait)

ش ب ه

عَلَيۡنَا

kepada kamito us

ⓘ

وَإِنَّآ

dan (sesungguhnya) kamiand indeed we

ⓘ

إِن

jika (insya)if

ⓘ

شَآءَ

menghendakiwills (AllahAllah)

ش ي أ

ٱللَّهُ

AllahAllah

أ ل ه

لَمُهۡتَدُونَ

(sungguh) akan mendapat petunjukwill surely be guided

ه د ي

Terjemahan: Mereka berkata lagi: "Pohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami, supaya diterangkan-Nya kepada kami lembu betina yang mana satu? Kerana sesungguhnya lembu yang dikehendaki itu kesamaran kepada kami (susah kami memilihnya), dan kami insya Allah akan mendapat petunjuk (untuk mencari dan menyembelih lembu itu)"Translation: They said again: “Ask your Lord for us, so that He makes clear to us which cow it is; for the cow (that is wanted) seems alike to us (and we find it hard to choose), and we, if Allah wills, will be guided (to find and slaughter that cow).”

✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«وَفِيهِ اسْتِعَانَةٌ بِاللَّهِ وَتَفْوِيضُ الْأَمْرِ إِلَيْهِ، وَالِاعْتِرَافُ بِقُدْرَتِهِ وَنَفَاذِ مَشِيئَتِهِ»

Fakhr al-Dīn ar-Rāzī, Mafātīḥ al-Ghayb, 3/549 · Shamela ↗ (huraian ayat 67–73)Fakhr al-Dīn al-Rāzī, Mafātīḥ al-Ghayb, 3/549 · Shamela ↗ (commentary on 67–73)

Kata ar-Rāzī, ucapan “insya Allah” (jika Allah menghendaki), sebagaimana pesan Allah kepada Nabi Muhammad dalam surah al-Kahf ayat 23, mengandungi permohonan pertolongan Allah, penyerahan urusan kepada-Nya, serta pengakuan terhadap kekuasaan-Nya dan berlakunya kehendak-Nya.
Renungan: Jadikan “insya Allah” lafaz tawakal yang ikhlas, bukan alasan untuk mengelak; mari kita sebut dengan yakin lalu berusaha menunaikannya.
Al-Rāzī says that saying “in shā’ Allāh” (if Allah wills), as Allah instructed the Prophet Muhammad in Surah al-Kahf, verse 23, contains seeking Allah’s help, entrusting the matter to Him, and acknowledging His power and that His will prevails.
Reflection: Let “in shā’ Allāh” be a sincere word of trust, not an excuse to avoid something; let us say it with conviction and then strive to fulfil it.

قَالَ

menjawabanswered (diahe)

ق و ل

إِنَّهُۥ

bahawasanya Dia (Allah)indeed He (Allah)

ⓘ

يَقُولُ

berfirmansays (DiaHe)

ق و ل

إِنَّهَا

sebenarnya (lembu yang dikehendaki) ituindeed it (the cow that is wanted)

ⓘ

بَقَرَةٞ

ialah lembu betinais a cow

ب ق ر

لَّا

(yang) tidak(that is) not

ⓘ

ذَلُولٞ

pernah digunakan (dijinakkan untuk bekerja)broken in (trained for work)

ذ ل ل

تُثِيرُ

untuk membajakto plough (iait)

ث و ر

ٱلۡأَرۡضَ

tanah (sawah bendang)the land (the fields)

أ ر ض

وَلَا

dan tidak pulanor

ⓘ

تَسۡقِي

(digunakan mengangkut air) untuk menyiram(used to carry water) to water (iait)

س ق ي

ٱلۡحَرۡثَ

tanamanthe crops

ح ر ث

مُسَلَّمَةٞ

tidak cacat (sempurna)free of defects

س ل م

لَّا

tidak adano

ⓘ

شِيَةَ

belang (tompok warna lain)patch (spot of another colour)

و ش ي

فِيهَاۚ

pada (warna)nyaon (its colour)

ⓘ

قَالُواْ

berkatasaid (merekathey)

ق و ل

ٱلۡـَٰٔنَ

sekarang baharulahnow at last

أ و ن

جِئۡتَ

dapat menerangkanhave (been able to) explain (engkauyou)

ج ي أ

بِٱلۡحَقِّۚ

(sifat-sifatnya) yang sebenarthe true (features)

ح ق ق

فَذَبَحُوهَا

maka … pun menyembelihnya (lembu itu)so … slaughtered it (the cow) (merekathey)

ذ ب ح

وَمَا

dan … tidakand … not

ⓘ

كَادُواْ

hampir-hampiralmost (merekathey)ism

ك و د

يَفۡعَلُونَ

dapat menunaikan (perintah Allah) itucarried (Allah’s command) out (merekathey)

ف ع ل

Terjemahan: Nabi Musa menjawab: "Bahawasanya Allah berfirman: Sebenarnya (lembu yang dikehendaki itu) ialah lembu betina yang tidak pernah digunakan untuk membajak tanah (sawah bendang), dan tidak pula (digunakan mengangkut air) untuk menyiram tanaman; ia juga tidak cacat dan tidak ada belang pada warnanya". Mereka berkata: "Sekarang baharulah engkau dapat menerangkan sifat-sifatnya yang sebenar". Maka mereka pun menyembelih lembu yang tersebut, dan hampir-hampir mereka tidak dapat menunaikan (perintah Allah) ituTranslation: Musa answered: “Allah says: Indeed (the cow that is wanted) is a cow that has never been used to plough the land (the fields), nor (used to carry water) to water the crops; it is also free of defects and has no patches in its colour.” They said: “Now at last you have explained its true features.” So they slaughtered the cow, though they had almost failed to carry out (Allah’s command).

✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«تَعْرِيضٌ بِهِمْ بِذِكْرِ حَالٍ مِنْ سُوءِ تَلَقِّيهِمُ الشَّرِيعَةَ، تَارَةً بِالْإِعْرَاضِ وَالتَّفْرِيطِ، وَتَارَةً بِكَثْرَةِ التَّوَقُّفِ وَالْإِفْرَاطِ، وَفِيهِ تَعْلِيمٌ لِلْمُسْلِمِينَ بِأُصُولِ التَّفَقُّهِ فِي الشَّرِيعَةِ»

Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 1/556 · Shamela ↗ (huraian ayat 70–71)Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 1/556 · Shamela ↗ (commentary on 70–71)

Menurut Ibn ‘Āshūr, “dan hampir-hampir mereka tidak dapat menunaikan (perintah Allah) itu” menyindir cara buruk mereka menerima syariat: kadang-kadang dengan berpaling dan cuai, kadang-kadang dengan terlalu banyak bertangguh dan melampau; padanya ada pengajaran bagi umat Islam tentang asas memahami agama.
Renungan: Jangan kita cuai terhadap perintah Allah, dan jangan pula menyusahkan diri dengan soalan yang tidak perlu; mari kita taat dengan seimbang.
According to Ibn ‘Āshūr, “they had almost failed to carry out (Allah’s command)” points to their poor way of receiving the law: at times by turning away and neglect, at times by too much hesitation and excess; in it is a lesson for Muslims in the foundations of understanding the religion.
Reflection: Let us not neglect Allah’s commands, nor burden ourselves with needless questions; let us obey in a balanced way.

وَإِذۡ

dan (ingatlah) ketikaand (remember) when

ⓘ

قَتَلۡتُمۡ

membunuhkilled (kamu sekalianyou all)

ق ت ل

نَفۡسٗا

seorang manusiaa person

ن ف س

فَٱدَّٰرَٰءۡتُمۡ

kemudian … tuduh-menuduh sesama sendirithen … blamed one another (kamu sekalianyou all)

د ر أ

فِيهَاۖ

tentang pembunuhan ituover the killing

ⓘ

وَٱللَّهُ

padahal Allahwhile Allah

أ ل ه

مُخۡرِجٞ

tetap melahirkan (mendedahkan)would surely bring out

خ ر ج

مَّا

apa yangwhat

ⓘ

كُنتُمۡ

telahhad been (kamu sekalianyou all)ism

ك و ن

تَكۡتُمُونَ

sembunyikanhiding (kamu sekalianyou all)

ك ت م

Terjemahan: Dan (ingatlah), ketika kamu membunuh seorang manusia, kemudian kamu tuduh-menuduh sesama sendiri tentang pembunuhan itu, padahal Allah tetap melahirkan apa yang kamu sembunyikanTranslation: And (remember) when you killed a person, then you blamed one another over the killing, while Allah would surely bring out what you were hiding.

Nota nahu: مُخْرِجٌ مَّا كُنتُمْ تَكْتُمُونَ (ayat 72).Grammar note: مُخْرِجٌ مَّا كُنتُمْ تَكْتُمُونَ (verse 72).
Di sini مَا diwarnakan hijau sebagai kata nama penghubung (mawṣūl, “apa yang”). Dār al-Ṣaḥābah (I‘rāb al-Qur’ān al-Karīm): “اسم موصول مفعول به لاسم الفاعل” (kata nama penghubung, objek bagi mukhrij) (1/63 · Shamela ↗). Abū al-Baqā’ al-‘Ukbarī (al-Tibyān fī I‘rāb al-Qur’ān): “وَهِيَ بِمَعْنَى الَّذِي، وَالْعَائِدُ مَحْذُوفٌ، وَيَجُوزُ أَنْ تَكُونَ مَصْدَرِيَّةً” (mā bermaksud “yang”, kata ganti rujukannya dibuang, dan boleh juga maṣdariyyah) (1/78 · Shamela ↗). Menurut pandangan ḥarf maṣdariyyah, mā akan diwarnakan merah. Maknanya tidak berubah dan selaras dengan terjemahan Basmeih (“padahal Allah tetap melahirkan apa yang kamu sembunyikan”).Here مَا is coloured green as a relative noun (mawṣūl, “what”). Dār al-Ṣaḥābah (I‘rāb al-Qur’ān al-Karīm): “اسم موصول مفعول به لاسم الفاعل” (a relative noun, object of mukhrij) (1/63 · Shamela ↗). Abū al-Baqā’ al-‘Ukbarī (al-Tibyān fī I‘rāb al-Qur’ān): “وَهِيَ بِمَعْنَى الَّذِي، وَالْعَائِدُ مَحْذُوفٌ، وَيَجُوزُ أَنْ تَكُونَ مَصْدَرِيَّةً” (mā means “that which”, its referring pronoun is omitted, and it may also be maṣdariyyah) (1/78 · Shamela ↗). On the maṣdariyyah particle view, mā would be coloured red. The meaning does not change and agrees with Basmeih’s translation (“padahal Allah tetap melahirkan apa yang kamu sembunyikan”: while Allah would bring out what you were hiding).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«تَدُلُّ الْآيَةُ عَلَى أَنَّ مَا يُسِرُّهُ الْعَبْدُ مِنْ خَيْرٍ أَوْ شَرٍّ وَدَامَ ذَلِكَ مِنْهُ فَإِنَّ اللَّهَ سَيُظْهِرُهُ»

Fakhr al-Dīn ar-Rāzī, Mafātīḥ al-Ghayb, 3/552 · Shamela ↗ (huraian ayat 67–73)Fakhr al-Dīn al-Rāzī, Mafātīḥ al-Ghayb, 3/552 · Shamela ↗ (commentary on 67–73)

Tentang firman “padahal Allah tetap melahirkan apa yang kamu sembunyikan”, kata ar-Rāzī, ayat ini menunjukkan bahawa apa yang dirahsiakan oleh seseorang hamba, sama ada kebaikan atau keburukan, lalu dia berterusan melakukannya, Allah akan menzahirkannya.
Renungan: Tiada yang tersembunyi daripada Allah; mari kita perbanyak kebaikan secara tersembunyi, dan tinggalkan dosa yang kita sangka tidak diketahui orang.
On the words “while Allah would surely bring out what you were hiding”, al-Rāzī says the verse shows that whatever a servant keeps secret, good or bad, and persists in, Allah will bring it to light.
Reflection: Nothing is hidden from Allah; let us do more good in secret, and abandon the sins we think no one knows about.

فَقُلۡنَا

maka … berfirmanso … said (KamiWe)

ق و ل

ٱضۡرِبُوهُ

pukullah si matistrike the dead man (kamu sekalianyou all)

ض ر ب

بِبَعۡضِهَاۚ

dengan sebahagian anggota lembu (itu)with part of it (the cow)

ب ع ض

كَذَٰلِكَ

demikianlahin this way

ⓘ

يُحۡيِ

menghidupkanbrings to life (AllahAllah)

ح ي ي

ٱللَّهُ

AllahAllah

أ ل ه

ٱلۡمَوۡتَىٰ

orang-orang yang telah matithe dead

م و ت

وَيُرِيكُمۡ

dan memperlihatkan kepada kamuand shows you (DiaHe)

ر أ ي

ءَايَٰتِهِۦ

tanda-tanda kekuasaan-Nyathe signs of His power

أ ي ي

لَعَلَّكُمۡ

supaya kamuso that you

ⓘ

تَعۡقِلُونَ

memahaminyaunderstand (kamu sekalianyou all)

ع ق ل

Terjemahan: Maka Kami (Allah) berfirman: "Pukullah si mati dengan sebahagian anggota lembu yang kamu sembelih itu" (Mereka pun memukulnya dan ia kembali hidup). Demikianlah Allah menghidupkan orang-orang yang telah mati, dan memperlihatkan kepada kamu tanda-tanda kekuasaan-Nya, supaya kamu memahaminyaTranslation: So We (Allah) said: “Strike the dead man with part of the cow you slaughtered.” (They struck him and he came back to life.) In this way Allah brings the dead to life, and shows you the signs of His power, so that you may understand.

✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«فَإِذَا شَاهَدُوهُ اطْمَأَنَّتْ قُلُوبُهُمْ وَانْتَفَتْ عَنْهُمُ الشُّبْهَةُ الَّتِي لَا يَخْلُو مِنْهَا الْمُسْتَدِلُّ»

Fakhr al-Dīn ar-Rāzī, Mafātīḥ al-Ghayb, 3/553 · Shamela ↗ (huraian ayat 67–73)Fakhr al-Dīn al-Rāzī, Mafātīḥ al-Ghayb, 3/553 · Shamela ↗ (commentary on 67–73)

Ar-Rāzī menukil al-Qaffāl: “Demikianlah Allah menghidupkan orang-orang yang telah mati” bermaksud mereka sudah beriman dengan kebangkitan melalui dalil tetapi belum pernah menyaksikannya; apabila mereka menyaksikannya, hati mereka menjadi tenang dan hilang keraguan yang biasa ada pada orang yang hanya berdalil, seperti permohonan Nabi Ibrahim supaya hatinya tenang.
Renungan: Mari kita renungi tanda-tanda kekuasaan Allah supaya iman kita kepada hari kebangkitan semakin tenang dan teguh.
Al-Rāzī reports al-Qaffāl: “In this way Allah brings the dead to life” means they already believed in the resurrection through proofs but had never witnessed it; once they witnessed it, their hearts were at rest and the doubt that clings to one who only reasons from proofs was removed, like Ibrahim’s request that his heart be at rest.
Reflection: Let us reflect on the signs of Allah’s power so that our faith in the resurrection grows calmer and firmer.

ثُمَّ

kemudianthen

ⓘ

قَسَتۡ

menjadi kerasgrew hard (hati kamu qulubukumyour hearts qulūbukum)

ق س و

قُلُوبُكُم

hati kamuyour hearts

ق ل ب

مِّنۢ

dariout of

ⓘ

بَعۡدِ

sesudahafter

ب ع د

ذَٰلِكَ

ituthat

ⓘ

فَهِيَ

maka ia (hati itu)so they (the hearts)

ⓘ

كَٱلۡحِجَارَةِ

seperti batuare like stone

ح ج ر

أَوۡ

bahkanor rather

ⓘ

أَشَدُّ

lebihmore

ش د د

قَسۡوَةٗۚ

keras (lagi)in hardness

ق س و

وَإِنَّ

padahal (sesungguhnya)yet indeed

ⓘ

مِنَ

di antaraamong

ⓘ

ٱلۡحِجَارَةِ

batu-batu ituthe stones

ح ج ر

لَمَا

(sungguh) ada yang(truly) are some that

ⓘ

يَتَفَجَّرُ

terpancar (dan mengalir)gush (air sungai al‑anharurivers al‑anhāru)

ف ج ر

مِنۡهُ

daripadanyafrom them

ⓘ

ٱلۡأَنۡهَٰرُۚ

air sungairivers

ن ه ر

وَإِنَّ

dan (sesungguhnya)and indeed

ⓘ

مِنۡهَا

di antaranyaamong them

ⓘ

لَمَا

(sungguh) ada pula yang(truly) are some that

ⓘ

يَشَّقَّقُ

pecah-pecah terbelahsplit apart (iait)

ش ق ق

فَيَخۡرُجُ

lalu keluarso … comes out (mata air al‑ma’uwater al‑mā’u)

خ ر ج

مِنۡهُ

daripadanyafrom them

ⓘ

ٱلۡمَآءُۚ

mata airwater

م و ه

وَإِنَّ

dan (sesungguhnya)and indeed

ⓘ

مِنۡهَا

di antaranyaamong them

ⓘ

لَمَا

(sungguh) ada juga yang(truly) are some that

ⓘ

يَهۡبِطُ

jatuh ke bawahfall down (iait)

ه ب ط

مِنۡ

keranaout of

ⓘ

خَشۡيَةِ

takutfear of

خ ش ي

ٱللَّهِۗ

kepada AllahAllah

أ ل ه

وَمَا

sedang … tidak sekali-kaliand … not at all

ⓘ

ٱللَّهُ

AllahAllah

أ ل ه

بِغَٰفِلٍ

lalaiunaware

غ ف ل

عَمَّا

daripada apa yangof what

ⓘ

تَعۡمَلُونَ

kerjakando (kamu sekalianyou all)

ع م ل

Terjemahan: Kemudian sesudah itu, hati kamu juga menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal di antara batu-batu itu ada yang terpancar dan mengalir air sungai daripadanya; dan ada pula di antaranya yang pecah-pecah terbelah lalu keluar mata air daripadanya; dan ada juga di antaranya yang jatuh ke bawah kerana takut kepada Allah; sedang Allah tidak sekali-kali lalai daripada apa yang kamu kerjakanTranslation: Then, after that, your hearts too grew hard like stone, and harder still. Yet among the stones there are some out of which rivers gush and flow; and among them there are some that split apart so that water comes out of them; and among them there are some that fall down out of fear of Allah. And truly Allah is not at all unaware of what you do.

Nota nahu: عَمَّا تَعْمَلُونَ (ayat 74).Grammar note: عَمَّا تَعْمَلُونَ (verse 74).
Di sini مَا diwarnakan hijau sebagai kata nama penghubung (mawṣūl, “apa yang”). Dār al-Ṣaḥābah (I‘rāb al-Qur’ān al-Karīm): “وجملة: ﴿تَعْمَلُونَ﴾: صلة الموصول” (jumlah taʿmalūn ialah ṣilah bagi kata nama penghubung) (1/65 · Shamela ↗). Muḥammad ‘Alī Ṭāhā al-Durrah (Tafsīr al-Qur’ān al-Karīm wa I‘rābuhu wa Bayānuh) menyebut tiga kemungkinan: “تحتمل الموصولة، والموصوفة، والمصدرية” (kata nama penghubung, kata nama bersifat (mawṣūfah), atau maṣdariyyah) (1/216 · Shamela ↗), dan Abū al-Baqā’ al-‘Ukbarī (al-Tibyān fī I‘rāb al-Qur’ān): “مَا بِمَعْنَى الَّذِي وَيَجُوزُ أَنْ تَكُونَ مَصْدَرِيَّةً” (1/79 · Shamela ↗). Menurut pandangan ḥarf maṣdariyyah, mā akan diwarnakan merah. Maknanya tidak berubah dan selaras dengan terjemahan Basmeih (“sedang Allah tidak sekali-kali lalai daripada apa yang kamu kerjakan”). Dalam ungkapan yang serupa, غَٰفِلًا عَمَّا يَعْمَلُ ٱلظَّٰلِمُونَ dalam surah Ibrahim ayat 42, مَا diwarnakan merah, kerana di sana kitab rujukan kami menyebutnya maṣdariyyah (partikel masdar: bersama kata kerja selepasnya membentuk makna kata terbitan) (lihat nota 14:42).Here مَا is coloured green as a relative noun (mawṣūl, “what”). Dār al-Ṣaḥābah (I‘rāb al-Qur’ān al-Karīm): “وجملة: ﴿تَعْمَلُونَ﴾: صلة الموصول” (the clause taʿmalūn is the ṣilah of the relative noun) (1/65 · Shamela ↗). Muḥammad ‘Alī Ṭāhā al-Durrah (Tafsīr al-Qur’ān al-Karīm wa I‘rābuhu wa Bayānuh) gives three possibilities: “تحتمل الموصولة، والموصوفة، والمصدرية” (relative noun, qualified indefinite noun (mawṣūfah), or maṣdariyyah) (1/216 · Shamela ↗), and Abū al-Baqā’ al-‘Ukbarī (al-Tibyān fī I‘rāb al-Qur’ān): “مَا بِمَعْنَى الَّذِي وَيَجُوزُ أَنْ تَكُونَ مَصْدَرِيَّةً” (1/79 · Shamela ↗). On the maṣdariyyah particle view, mā would be coloured red. The meaning does not change and agrees with Basmeih’s translation (“sedang Allah tidak sekali-kali lalai daripada apa yang kamu kerjakan”: while Allah is not at all unaware of what you do). In the similar phrase غَٰفِلًا عَمَّا يَعْمَلُ ٱلظَّٰلِمُونَ at Ibrahim 42, مَا is coloured red, because there our reference book calls it maṣdariyyah (see the note on 14:42).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«فَالْمَعْنَى الْجَامِعُ لِلْوَصْفَيْنِ هُوَ عَدَمُ قَبُولِ التَّحَوُّلِ عَنِ الْحَالَةِ الْمَوْجُودَةِ إِلَى حَالَةٍ تُخَالِفُهَا»

Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 1/562 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 1/562 · Shamela ↗

Menurut Ibn ‘Āshūr, qaswah (keras) pada benda dan pada hati berkongsi satu makna, iaitu tidak mahu berubah daripada keadaan yang ada kepada keadaan yang lain; dan hati mereka tetap tidak lembut walaupun setelah semua tanda kekuasaan Allah itu.
Renungan: Hati yang keras ialah hati yang enggan berubah walaupun melihat peringatan; mari kita lembutkan hati kita dengan zikir, tadabbur dan taubat.
According to Ibn ‘Āshūr, qaswah (hardness) in things and in hearts shares one meaning: refusing to change from the present state to a different one; and their hearts still did not soften even after all those signs of Allah’s power.
Reflection: A hard heart is one that refuses to change even when it sees reminders; let us soften our hearts with remembrance, reflection and repentance.