تَقُولُواْ
mengatakan (ketika berkata-kata dengan Nabi Muhammad)say (when speaking to Prophet Muhammad) (kamu sekalianyou all)
وَٱسۡمَعُواْۗ
dan dengarlah (segala perintah dengan sebulat hati menerimanya)and listen (to every command, accepting it wholeheartedly) (kamu sekalianyou all)
وَلِلۡكَٰفِرِينَ
dan (ingatlah, bahawa) bagi orang-orang kafir ituand (remember that) for the disbelievers
Terjemahan: Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengatakan: "raaina", (ketika kamu berkata-kata dengan Nabi Muhammad), sebaliknya katakanlah: "unzurna", dan dengarlah kamu (segala perintah dengan sebulat hati menerimanya); dan (ingatlah, bahawa) orang-orang kafir itu akan beroleh azab seksa yang tidak terperi sakitnyaTranslation: O you who believe! Do not say “rā‘inā” (when speaking to Prophet Muhammad); say “unẓurnā” instead, and listen (to every command, accepting it wholeheartedly). And (remember that) the disbelievers will have a punishment whose pain is beyond description.
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«فَاسْمُ الْمُؤْمِنِ أَشْرَفُ الْأَسْمَاءِ وَالصِّفَاتِ، فَإِذَا كَانَ يُخَاطِبُنَا فِي الدُّنْيَا بِأَشْرَفِ الْأَسْمَاءِ وَالصِّفَاتِ فَنَرْجُو مِنْ فَضْلِهِ أَنْ يُعَامِلَنَا فِي الْآخِرَةِ بِأَحْسَنِ الْمُعَامَلَاتِ»
Fakhr al-Dīn ar-Rāzī, Mafātīḥ al-Ghayb, 3/634 · Shamela ↗Fakhr al-Dīn al-Rāzī, Mafātīḥ al-Ghayb, 3/634 · Shamela ↗
Kata ar-Rāzī, nama “mukmin” (orang beriman) ialah nama dan sifat yang paling mulia; apabila Allah memanggil kita di dunia dengan nama yang paling mulia, kita berharap kurnia-Nya untuk melayan kita di akhirat dengan layanan yang terbaik.
Renungan: Setiap kali kita mendengar “Wahai orang-orang yang beriman!”, mari kita rasa dimuliakan, lalu segera mematuhi perintah yang menyusul, termasuk beradab dalam berkata-kata.Al-Rāzī says the name “mu’min” (believer) is the noblest of names and descriptions; since Allah addresses us in this world by the noblest name, we hope from His bounty that He will treat us in the Hereafter in the best way.
Reflection: Each time we hear “O you who believe!”, let us feel honoured and hasten to obey the command that follows, including good manners in how we speak.
Terjemahan: Orang-orang kafir dari Ahli kitab, dan juga dari orang-orang musyrik, tidak suka kiranya diturunkan kepada kamu sedikit dari kebaikan (atau wahyu) dari Tuhan kamu. Padahal Allah berhak menentukan rahmat-Nya kepada sesiapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah (jualah Yang) mempunyai limpah kurnia yang amat besarTranslation: Those who disbelieve among the People of the Book, and the polytheists as well, do not like any good (or revelation) to be sent down to you from your Lord. Yet Allah has the right to single out for His mercy whomever He wills; and Allah (alone is the One Who) possesses immense bounty.
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«وَتَنْبِيهٌ عَلَى أَنَّ وَاجِبَ مُرِيدِ الْخَيْرِ التَّعَرُّضُ لِفَضْلِ اللَّهِ تَعَالَى وَالرَّغْبَةُ إِلَيْهِ»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 1/654 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 1/654 · Shamela ↗
Menurut Ibn ‘Āshūr, penutup “Allah (jualah Yang) mempunyai limpah kurnia yang amat besar” mengingatkan bahawa sesiapa yang inginkan kebaikan hendaklah menghadapkan diri kepada kurnia Allah dan mengharapkannya, dengan meninggalkan maksiat dan perkara keji serta menghiasi diri dengan kebaikan dan ketaatan.
Renungan: Daripada sibuk memikirkan orang yang tidak suka kita mendapat kebaikan, lebih baik kita berusaha layak menerima kurnia Allah.According to Ibn ‘Āshūr, the closing words “Allah (alone is the One Who) possesses immense bounty” remind us that whoever wants good should turn towards Allah’s bounty and long for it, by leaving sins and vile things and adorning himself with virtues and acts of obedience.
Reflection: Rather than dwelling on those who dislike seeing good come to us, let us strive to become worthy of Allah’s bounty.
Terjemahan: Apa sahaja ayat keterangan yang Kami mansukhkan (batalkan), atau yang Kami tinggalkan (atau tangguhkan), Kami datangkan ganti yang lebih baik daripadanya, atau yang sebanding dengannya. Tidakkah engkau mengetahui bahawasanya Allah Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatuTranslation: Whatever verse We abrogate (cancel), or leave (or postpone), We bring in its place one that is better than it, or one equal to it. Do you not know that Allah is All-Powerful over every thing?
Nota: أَوْ نُنسِهَا (ayat 106).Note: أَوْ نُنسِهَا (verse 106).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«وَأُجْمِلَتْ لَهُمُ الْمَصْلَحَةُ بِالْحِوَالَةِ عَلَى قُدْرَةِ اللَّهِ تَعَالَى الَّتِي لَا يَشِذُّ عَنْهَا مُمْكِنٌ مُرَادٌ، وَعَلَى سَعَةِ مُلْكِهِ الْمُشْعِرِ بِعَظِيمِ عِلْمِهِ»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 1/663 · Shamela ↗ (huraian ayat 106–107)Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 1/663 · Shamela ↗ (commentary on 106–107)
Menurut Ibn ‘Āshūr, penutup “Tidakkah engkau mengetahui bahawasanya Allah Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu” tidak memperincikan hikmah setiap perubahan hukum, kerana ia sukar dicapai oleh akal pendengar; sebaliknya hikmahnya diserahkan secara ringkas kepada kekuasaan Allah yang tidak terlepas daripadanya apa jua yang dikehendaki-Nya, dan kepada luasnya kerajaan-Nya yang menunjukkan besarnya ilmu-Nya.
Renungan: Apabila kita belum faham hikmah sesuatu ketetapan Allah, cukuplah kita yakin akan kekuasaan dan ilmu-Nya, lalu berserah dengan tenang.According to Ibn ‘Āshūr, the closing words “Do you not know that Allah is All-Powerful over every thing?” do not detail the wisdom behind each change of ruling, since that is hard for listeners to grasp; instead the wisdom is entrusted, in brief, to Allah’s power, from which nothing He wills escapes, and to the vastness of His dominion, which points to the greatness of His knowledge.
Reflection: When we do not yet understand the wisdom of something Allah has decreed, let it be enough for us to trust His power and knowledge, and to submit calmly.
Terjemahan: Tidakkah engkau mengetahui bahawa sesungguhnya Allah Yang Menguasai segala alam langit dan bumi? Dan tiadalah bagi kamu selain Allah sesiapapun yang dapat melindungi dan yang dapat memberi pertolonganTranslation: Do you not know that it is Allah to Whom the dominion of the heavens and the earth belongs? And apart from Allah you have no one at all to protect you and no one to help you.
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«وَعَلَى حَاجَةِ الْمَخْلُوقَاتِ إِلَيْهِ إِذْ لَيْسَ لَهُمْ رَبٌّ سِوَاهُ وَلَا وَلِيٌّ دُونَهُ»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 1/663 · Shamela ↗ (huraian ayat 106–107)Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 1/663 · Shamela ↗ (commentary on 106–107)
Menurut Ibn ‘Āshūr, ayat ini juga menyandarkan hikmah itu kepada hakikat bahawa semua makhluk berhajat kepada Allah, kerana mereka tiada Tuhan selain-Nya dan tiada pelindung selain-Nya; maksud inilah yang disebut dalam “tiadalah bagi kamu selain Allah sesiapapun yang dapat melindungi dan yang dapat memberi pertolongan”.
Renungan: Dalam setiap kesusahan, mari kita mengadu kepada Allah terlebih dahulu, kerana Dialah Pelindung dan Penolong yang sebenar.According to Ibn ‘Āshūr, the verse also grounds that wisdom in the fact that all creatures need Allah, since they have no Lord besides Him and no protector other than Him; this is what is meant by “apart from Allah you have no one at all to protect you and no one to help you”.
Reflection: In every hardship, let us turn to Allah first, for He alone is the true Protector and Helper.
Terjemahan: Adakah kamu pula hendak meminta dari Rasul kamu sebagaimana diminta dari Nabi Musa (oleh kaumnya) dahulu? Dan sesiapa yang menukar iman dengan mengambil kekufuran, maka sesungguhnya ia telah sesat dari jalan yang lurusTranslation: Or do you too want to make demands of your Messenger, as Musa was asked (by his people) in the past? Whoever exchanges faith by taking up disbelief has indeed strayed from the right road.
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«فَإِنَّ الْآيَةَ مَسُوقَةٌ مَسَاقَ الْإِنْكَارِ التَّحْذِيرِيِّ بِدَلِيلِ قَوْلِهِ: تُرِيدُونَ قَصْدًا لِلْوِصَايَةِ بِالثِّقَةِ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 1/666 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 1/666 · Shamela ↗
Menurut Ibn ‘Āshūr, perkataan “hendak” (turīdūna) menunjukkan soalan itu belum berlaku; ayat ini ialah teguran berbentuk amaran, bertujuan mewasiatkan supaya kita percaya sepenuhnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan berwaspada daripada soalan bertubi-tubi seperti yang ditanya kepada Nabi Musa, yang boleh membawa kepada kekufuran.
Renungan: Bertanya untuk belajar itu baik; tetapi janganlah kita bertanya kerana ragu atau mencari helah, sebaliknya marilah kita sambut ajaran agama dengan yakin.According to Ibn ‘Āshūr, the word “want” (turīdūna) shows the question had not yet been asked; the verse is a rebuke by way of warning, meant to urge full trust in Allah and His Messenger, and caution against a chain of questions like those put to Musa, which can lead to disbelief.
Reflection: Asking in order to learn is good; but let us not ask out of doubt or to find loopholes, and instead receive the teachings of religion with conviction.
Terjemahan: Banyak di antara Ahli kitab (Yahudi dan Nasrani) suka kalaulah kiranya mereka dapat mengembalikan kamu menjadi kafir setelah kamu beriman, kerana dengki yang timbul dari diri mereka sendiri, sesudah nyata kepada mereka kebenaran (Nabi Muhammad s.a.w). Oleh itu, maafkanlah dan biarkanlah oleh kamu (akan mereka), sehingga Allah datangkan perintah-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatuTranslation: Many of the People of the Book (the Jews and the Christians) would love it if they could turn you back into disbelievers after you have believed, out of envy arising from their own selves, after the truth (about Prophet Muhammad, peace be upon him) had become plain to them. Therefore pardon, and let (them) be, until Allah brings His command. Truly Allah is All-Powerful over every thing.
Nota nahu: لَوْ يَرُدُّونَكُم … مِّنۢ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ ٱلْحَقُّ (ayat 109).Grammar note: لَوْ يَرُدُّونَكُم … مِّنۢ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ ٱلْحَقُّ (verse 109).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«وَالْعَالِمُ بِأَنَّ غَيْرَهُ عَلَى حَقٍّ لَا يَجُوزُ أَنْ يُرِيدَ رَدَّهُ عَنْهُ إِلَّا بِشُبْهَةٍ يُلْقِيهَا إِلَيْهِ، لِأَنَّ الْمُحِقَّ لَا يَعْدِلُ عَنِ الْحَقِّ إِلَّا بِشُبْهَةٍ»
Fakhr al-Dīn ar-Rāzī, Mafātīḥ al-Ghayb, 3/651 · Shamela ↗Fakhr al-Dīn al-Rāzī, Mafātīḥ al-Ghayb, 3/651 · Shamela ↗
Kata ar-Rāzī, orang yang tahu bahawa orang lain di atas kebenaran hanya dapat memalingkannya dengan syubhah (kekeliruan) yang dilemparkan kepadanya, kerana orang yang benar tidak berpaling daripada kebenaran melainkan kerana syubhah; dan syubhah itu dua jenis: yang berkaitan dengan dunia, seperti kesusahan hidup, dan yang berkaitan dengan agama.
Renungan: Iman kita boleh digoyang oleh kesempitan hidup atau keraguan tentang agama; mari kita kuatkan ilmu dan sabar supaya pegangan kita tetap teguh.Al-Rāzī says that one who knows another is upon the truth can only turn him from it by casting a shubhah (a confusing doubt) at him, for one who is in the right does not leave the truth except through such doubt; and doubts are of two kinds: those tied to this world, such as hardship, and those tied to religion.
Reflection: Our faith can be shaken by life’s hardships or by doubts about religion; let us strengthen our knowledge and patience so that our hold stays firm.
تَجِدُوهُ
tentulah … akan mendapat (balasan pahala)nyawill surely find (the reward of) it (kamu sekalianyou all)
Terjemahan: Dan dirikanlah oleh kamu akan sembahyang dan tunaikanlah zakat dan apa jua yang kamu dahulukan dari kebaikan untuk diri kamu, tentulah kamu akan mendapat balasan pahalanya di sisi Allah. Sesungguhnya Allah sentiasa Melihat segala yang kamu kerjakanTranslation: And establish the prayer and give the zakat (obligatory alms). Whatever good you send ahead for yourselves, you will surely find its reward with Allah. Indeed Allah always sees all that you do.
Nota nahu: بِمَا تَعْمَلُونَ (ayat 110).Grammar note: بِمَا تَعْمَلُونَ (verse 110).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«أَيْ أَنَّهُ لَا يَخْفَى عَلَيْهِ الْقَلِيلُ وَلَا الْكَثِيرُ مِنَ الْأَعْمَالِ وَهُوَ تَرْغِيبٌ مِنْ حَيْثُ يَدُلُّ عَلَى أَنَّهُ تَعَالَى يُجَازِي عَلَى الْقَلِيلِ كَمَا يُجَازِي عَلَى الْكَثِيرِ»
Fakhr al-Dīn ar-Rāzī, Mafātīḥ al-Ghayb, 4/5 · Shamela ↗Fakhr al-Dīn al-Rāzī, Mafātīḥ al-Ghayb, 4/5 · Shamela ↗
Kata ar-Rāzī, firman “Sesungguhnya Allah sentiasa Melihat segala yang kamu kerjakan” bermaksud tiada amal yang sedikit atau banyak tersembunyi daripada-Nya; ia satu galakan, kerana Allah membalas amal yang sedikit sebagaimana Dia membalas amal yang banyak, dan yang kita dapati di sisi Allah ialah pahala dan balasannya.
Renungan: Jangan kita pandang kecil sedekah sedikit, zikir ringkas atau senyuman; semuanya dilihat dan dibalas oleh Allah.Al-Rāzī says the words “Allah always sees all that you do” mean that no deed, little or much, is hidden from Him; it is an encouragement, for Allah rewards the little just as He rewards the much, and what we find with Allah is its reward and recompense.
Reflection: Let us not belittle a small charity, a brief remembrance of Allah or a smile; all of it is seen and rewarded by Allah.
وَقَالُواْ
dan (Yahudi dan Nasrani) berkata pulaand (the Jews and the Christians) also said (merekathey)
بُرۡهَٰنَكُمۡ
keterangan-keterangan kamu (yang membuktikan kebenaran apa yang kamu katakan itu)your proofs (that prove the truth of what you say)
Terjemahan: Dan mereka (Yahudi dan Nasrani) berkata pula: "Tidak sekali-kali akan masuk Syurga melainkan orang-orang yang berugama Yahudi atau Nasrani". Yang demikian itu hanyalah angan-angan mereka sahaja. Katakanlah (wahai Muhammad): "Bawalah kemari keterangan-keterangan yang (membuktikan kebenaran) apa yang kamu katakan itu, jika betul kamu orang-orang yang benar"Translation: And they (the Jews and the Christians) also said: “No one will ever enter Paradise except those who are Jews or Christians.” That is nothing but their own wishful thinking. Say (O Muhammad): “Bring forward your proofs (that prove the truth of what you say), if you are really truthful.”
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«لِأَنَّ كُلَّ اعْتِقَادٍ لَا يُقِيمُ مُعْتَقِدِهِ دَلِيلَ اعْتِقَادِهِ فَهُوَ اعْتِقَادٌ كَاذِبٌ»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 1/674 · Shamela ↗ (huraian ayat 111–112)Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 1/674 · Shamela ↗ (commentary on 111–112)
Menurut Ibn ‘Āshūr, perintah “Bawalah kemari keterangan-keterangan” diberi supaya mereka sendiri sedar apabila gagal mendatangkan bukti, kerana setiap kepercayaan yang tidak dapat dibuktikan oleh pemegangnya ialah kepercayaan yang dusta; jika ia ada bukti, tentu dia mampu menyatakannya.
Renungan: Kita juga perlu tahu dalil pegangan kita, bukan sekadar ikut-ikutan; mari kita belajar agama sehingga mampu menjelaskan apa yang kita yakini.According to Ibn ‘Āshūr, the command “Bring forward your proofs” is given so that they themselves would realise they are not truthful when they fail to produce evidence, for every belief whose holder cannot establish its proof is a false belief; had it a proof, he would be able to state it.
Reflection: We too need to know the evidence for what we hold, not merely follow along; let us study our religion until we can explain what we believe.
Terjemahan: (Apa yang kamu katakan itu tidaklah benar) bahkan sesiapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah (mematuhi perintah-Nya) sedang ia pula berusaha supaya baik amalannya, maka ia akan beroleh pahalanya di sisi Tuhannya dan tidaklah ada kebimbangan (dari berlakunya kejadian yang tidak baik) terhadap mereka, dan mereka pula tidak akan berdukacitaTranslation: (What you say is not true;) rather, whoever submits himself to Allah (obeying His commands) while striving to do his deeds well will have his reward with his Lord. There will be no fear (of anything bad happening) for such people, and they will not grieve either.
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«وَفِي ذَلِكَ دَلَالَةٌ عَلَى أَنَّ الْمَرْءَ لَا يَنْتَفِعُ بِعَمَلِهِ إِلَّا إِذَا فَعَلَهُ عَلَى وَجْهِ الْعِبَادَةِ فِي الْإِخْلَاصِ وَالْقُرْبَةِ»
Fakhr al-Dīn ar-Rāzī, Mafātīḥ al-Ghayb, 4/6 · Shamela ↗ (huraian ayat 111–112)Fakhr al-Dīn al-Rāzī, Mafātīḥ al-Ghayb, 4/6 · Shamela ↗ (commentary on 111–112)
Kata ar-Rāzī, “menyerahkan dirinya kepada Allah” bermaksud menyerahkan diri untuk taat kepada Allah dengan ikhlas tanpa dicampuri syirik (menyekutukan Allah); ini menunjukkan seseorang tidak mendapat manfaat daripada amalnya melainkan jika dilakukan sebagai ibadah dengan ikhlas dan untuk mendekatkan diri kepada Allah; dan “berusaha supaya baik amalannya” bermaksud ketundukannya mesti dengan perbuatan yang baik.
Renungan: Sebelum beramal, mari kita betulkan niat, kemudian pastikan cara amal itu juga betul.Al-Rāzī says “submits himself to Allah” means surrendering oneself to obey Allah sincerely, free of any partner; this shows that a person gains no benefit from his deed unless he does it as worship, with sincerity and to draw near to Allah; and “while striving to do his deeds well” means his humility must be through good deeds.
Reflection: Before we act, let us set our intention right, and then make sure the way we act is right as well.
ٱلۡكِتَٰبَۗ
Kitab Suci masing-masing (Taurat dan Injil)their own Scripture (the Torah and the Gospel)
ٱلَّذِينَ
orang-orang (musyrik dari kaum Jahiliyah) yangthose (idolaters of the Age of Ignorance) who
Terjemahan: Dan orang-orang Yahudi berkata: "Orang-orang Nasrani itu tidak mempunyai sesuatu pegangan (ugama yang benar)"; dan orang-orang Nasrani pula berkata: "Orang-orang Yahudi tidak mempunyai sesuatu pegangan (ugama yang benar)"; padahal mereka membaca Kitab Suci masing-masing (Taurat dan Injil). Demikian juga orang-orang (musyrik dari kaum Jahiliyah) yang tidak berilmu pengetahuan, mengatakan seperti yang dikatakan oleh mereka itu. Maka Allah akan menghukum (mengadili) di antara mereka pada hari kiamat mengenai apa yang mereka berselisihan padanyaTranslation: The Jews said: “The Christians are not standing on anything (of true religion),” and the Christians said: “The Jews are not standing on anything (of true religion),” though they both recite their own Scripture (the Torah and the Gospel). In the same way, those (idolaters of the Age of Ignorance) who have no knowledge said the like of what they said. So Allah will pass judgement (and decide) among them on the Day of Resurrection over the matters they used to differ about.
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«فَإِنَّ كُلَّ طَائِفَةٍ تُكَفِّرُ الْأُخْرَى مَعَ اتِّفَاقِهِمْ عَلَى تِلَاوَةِ الْقُرْآنِ»
Fakhr al-Dīn ar-Rāzī, Mafātīḥ al-Ghayb, 4/10 · Shamela ↗Fakhr al-Dīn al-Rāzī, Mafātīḥ al-Ghayb, 4/10 · Shamela ↗
Kata ar-Rāzī, mereka berselisih begitu “padahal mereka membaca Kitab Suci masing-masing”, iaitu dalam keadaan mereka ahli ilmu; dan peristiwa yang sama telah berlaku dalam umat Nabi Muhammad, apabila setiap golongan mengkafirkan golongan lain walaupun semuanya sepakat membaca al-Qur’an.
Renungan: Membaca kitab yang sama tidak cukup tanpa adab berbeza pendapat; mari kita jauhi sikap mudah menghukum saudara seagama sebagai sesat atau kafir.Al-Rāzī says they quarrelled so “though they both recite their own Scripture”, that is, while being people of learning; and the very same thing has happened in the community of Prophet Muhammad, where each group declares the other unbelievers although all agree in reciting the Qur’an.
Reflection: Reciting the same Book is not enough without the manners of disagreement; let us shun the habit of quickly branding fellow Muslims as astray or unbelievers.
يُذۡكَرَ
(sembahyang dan) disebut(prayer is held and) … is mentioned (nama‑Nya ismuhuHis name ismuhu)NF
خَآئِفِينَۚ
dengan rasa penuh hormat dan takut (kepada Allah)in full reverence and fear (of Allah)
Terjemahan: Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang menyekat dan menghalangi dari menggunakan masjid-masjid Allah untuk (sembahyang dan) menyebut nama Allah di dalamnya, dan ia berusaha pula untuk meruntuhkan masjid-masjid itu? Orang-orang yang demikian, tidak sepatutnya masuk ke dalam masjid-masjid itu melainkan dengan rasa penuh hormat dan takut kepada Allah (bukan secara yang mereka lakukan itu). Mereka (dengan perbuatan itu) akan beroleh kehinaan di dunia, dan di akhirat kelak mereka mendapat azab seksa yang amat besarTranslation: And who does greater wrong than those who bar and block the use of Allah’s mosques for (prayer and) the mention of His name in them, and who strive to bring them to ruin? Such people have no right to enter those mosques except in full reverence and fear of Allah (not in the way they behave). They (for that deed) will have disgrace in this world, and in the Hereafter they will have a very great punishment.
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«لِأَنَّ مَنْعَ النَّاسِ مِنْ إِقَامَةِ شِعَارِ الْعِبَادَةِ فِيهِ يَكُونُ تَخْرِيبًا لَهُ»
Fakhr al-Dīn ar-Rāzī, Mafātīḥ al-Ghayb, 4/12 · Shamela ↗Fakhr al-Dīn al-Rāzī, Mafātīḥ al-Ghayb, 4/12 · Shamela ↗
Kata ar-Rāzī, usaha “untuk meruntuhkan masjid-masjid itu” boleh berlaku dengan dua cara: menghalang orang yang solat dan beribadah daripada memasukinya, atau merobohkan binaannya; kerana menghalang orang daripada menegakkan syiar ibadah di dalamnya sudah pun dikira meruntuhkannya.
Renungan: Jangan kita menjadi sebab orang menjauhi masjid, dengan kata-kata kasar atau sikap yang menyusahkan; mari kita makmurkan masjid dengan kehadiran dan zikir kita.Al-Rāzī says “strive to bring them to ruin” can happen in two ways: by keeping those who pray and worship from entering a mosque, or by tearing down its building; for preventing people from upholding the rites of worship in it already counts as ruining it.
Reflection: Let us never be the reason people stay away from the mosque, through harsh words or a difficult attitude; let us fill our mosques with our presence and remembrance of Allah.
تُوَلُّواْ
arahkan diri (ke kiblat untuk mengadap Allah)turn yourselves (towards the qiblah to face Allah) (kamu sekalianyou all)
Terjemahan: Dan Allah jualah yang memiliki timur dan barat, maka ke mana sahaja kamu arahkan diri (ke kiblat untuk mengadap Allah) maka di situlah arah yang diredhai Allah; sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya dan limpah kurnia-Nya), lagi sentiasa MengetahuiTranslation: And to Allah alone belong the east and the west; so whichever way you turn yourselves (towards the qiblah to face Allah), there is the direction pleasing to Allah. Indeed Allah is All-Embracing (in His mercy and bounty), and ever Knowing.
Nota: فَثَمَّ وَجْهُ اللَّهِ (ayat 115).Note: فَثَمَّ وَجْهُ اللَّهِ (verse 115).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«فَبَيَّنَ أَنَّ الْأَرْضَ كُلَّهَا لِلَّهِ تَعَالَى وَأَنَّهَا مَا تَفَاضَلَتْ جِهَاتُهَا إِلَّا بِكَوْنِهَا مَظِنَّةً لِلتَّقَرُّبِ إِلَيْهِ تَعَالَى»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 1/682 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 1/682 · Shamela ↗
Menurut Ibn ‘Āshūr, ayat ini menghibur orang beriman yang terpaksa keluar dari Makkah: seluruh bumi milik Allah, dan sesuatu arah hanya menjadi lebih mulia kerana ia tempat untuk mendekatkan diri kepada-Nya; apabila hala tuju seseorang ialah keredhaan Allah, “ke mana sahaja kamu arahkan diri”, dia tetap menemui keredhaan-Nya.
Renungan: Di mana pun kita berada, di rumah, di tempat kerja atau di perantauan, kita boleh mendekatkan diri kepada Allah; yang penting hala tuju hati kita.According to Ibn ‘Āshūr, this verse consoles the believers who had to leave Makkah: the whole earth belongs to Allah, and a direction is honoured only as a place for drawing near to Him; when a person’s aim is Allah’s pleasure, “whichever way you turn yourselves”, he meets His pleasure.
Reflection: Wherever we are, at home, at work or far from home, we can draw near to Allah; what matters is the direction of our hearts.
سُبۡحَٰنَهُۥۖ
Maha Suci Allah (dari apa yang mereka katakan itu)glory be to Allah (far above what they say)
Terjemahan: Dan mereka (orang-orang musyrik) berkata: "Allah mempunyai anak". Maha Suci Allah (dari apa yang mereka katakan itu), bahkan Dialah Yang memiliki segala yang di langit dan di bumi, semuanya itu tunduk di bawah kekuasaan-NyaTranslation: And they (the polytheists) say: “Allah has a child.” Glory be to Allah (far above what they say)! Rather, to Him belongs all that is in the heavens and the earth; all of it humbly submits under His power.
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«وَالْقُنُوتُ الْخُضُوعُ وَالِانْقِيَادُ مَعَ خَوْفٍ وَإِنَّمَا جَاءَ قانِتُونَ بِجَمْعِ الْمُذَكَّرِ السَّالِمِ الْمُخْتَصِّ بِالْعُقَلَاءِ تَغْلِيبًا لِأَنَّهُمْ أَهْلُ الْقُنُوتِ عَنْ إِرَادَةٍ وَبَصِيرَةٍ»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 1/685 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 1/685 · Shamela ↗
Menurut Ibn ‘Āshūr, qunūt dalam “semuanya itu tunduk di bawah kekuasaan-Nya” ialah tunduk dan patuh disertai rasa takut; perkataan “qānitūn” (orang-orang yang tunduk) memakai bentuk jamak bagi makhluk berakal kerana merekalah yang tunduk dengan kehendak dan kesedaran sendiri.
Renungan: Seluruh alam tunduk kepada Allah; mari kita jadikan ketaatan kita satu pilihan yang sedar dan ikhlas, bukan sekadar kebiasaan.According to Ibn ‘Āshūr, qunūt in “all of it humbly submits under His power” means submission and compliance with awe; the word “qānitūn” (those who humbly submit) takes the plural form used for rational beings because they are the ones who submit by their own will and insight.
Reflection: The whole universe submits to Allah; let us make our obedience a conscious and sincere choice, not mere habit.
Terjemahan: Allah jualah yang menciptakan langit dan bumi (dengan segala keindahannya); dan apabila Ia berkehendak (untuk menjadikan) suatu, maka Ia hanya berfirman kepadanya: "Jadilah engkau!" Lalu menjadilah iaTranslation: Allah alone is the Creator of the heavens and the earth (with all their beauty); and when He wills (to bring about) a thing, He only says to it: “Be!” and so it comes to be.
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«وَالْبَدِيعُ مُشْتَقٌّ مِنَ الْإِبْدَاعِ وَهُوَ الْإِنْشَاءُ عَلَى غَيْرِ مِثَالٍ فَهُوَ عِبَارَةٌ عَنْ إِنْشَاءِ الْمُنْشَآتِ عَلَى غَيْرِ مِثَالٍ سَابِقٍ»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 1/686 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 1/686 · Shamela ↗
Menurut Ibn ‘Āshūr, “Badī‘” dalam “Allah jualah yang menciptakan langit dan bumi” diambil daripada ibdā‘, iaitu mencipta tanpa contoh sebelumnya; penciptaan langit, bumi dan Nabi Adam, serta sistem keturunan, semuanya ialah ibdā‘ (ciptaan tanpa contoh).
Renungan: Setiap kali kita melihat langit, bumi dan kejadian manusia, mari kita kagumi Penciptanya yang tidak meniru sesiapa, lalu bertasbih memuji-Nya.According to Ibn ‘Āshūr, “Badī‘” in “Allah alone is the Creator of the heavens and the earth” comes from ibdā‘, bringing into being without any prior model; the creation of the heavens, the earth and Adam, and the system of generations, are all ibdā‘ (creation without a model).
Reflection: Each time we look at the sky, the earth and the making of human beings, let us marvel at their Creator, Who copied no one, and glorify Him.
يُكَلِّمُنَا
berkata-kata dengan kami (mengenai kebenaran Muhammad)would speak to us (about the truth of Muhammad) (AllahAllah)
تَشَٰبَهَتۡ
adalah bersamaan (degil dan kufur)are alike (in stubbornness and disbelief) (hati mereka qulubuhumtheir hearts qulūbuhum)
ٱلۡأٓيَٰتِ
ayat-ayat keterangan (yang menjadi dalil dan bukti)the signs (that serve as evidence and proof)
Terjemahan: Dan (orang-orang musyrik) yang tidak berilmu pengetahuan, berkata: "Alangkah eloknya kalau Allah berkata-kata dengan kami (mengenai kebenaran Muhammad) atau datang kepada kami sesuatu keterangan (mukjizat)?" Demikian pula orang-orang (kafir) yang terdahulu dari mereka pernah berkata seperti yang dikatakan oleh mereka; hati mereka (sekaliannya) adalah bersamaan (degil dan kufur). Sesungguhnya Kami telah pun menerangkan ayat-ayat keterangan (yang menjadi dalil dan bukti) kepada kaum yang mahu percaya dengan yakinTranslation: And (the polytheists) who have no knowledge said: “If only Allah would speak to us (about the truth of Muhammad), or some sign (miracle) would come to us!” Likewise, (the disbelievers) who came before them said the like of what these say; their hearts (all of them) are alike (in stubbornness and disbelief). Indeed We have already made the signs (that serve as evidence and proof) clear for people who are willing to believe with certainty.
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«آيَاتٌ قَاهِرَةٌ، وَمُعْجِزَاتٌ بَاهِرَةٌ لِمَنْ كَانَ طَالِبًا لليقين»
Fakhr al-Dīn ar-Rāzī, Mafātīḥ al-Ghayb, 4/28 · Shamela ↗Fakhr al-Dīn al-Rāzī, Mafātīḥ al-Ghayb, 4/28 · Shamela ↗
Kata ar-Rāzī, maksud “Sesungguhnya Kami telah pun menerangkan ayat-ayat keterangan … kepada kaum yang mahu percaya dengan yakin” ialah al-Qur’an dan mukjizat-mukjizat lain merupakan tanda yang kuat dan mukjizat yang terang bagi sesiapa yang mencari keyakinan.
Renungan: Bukti kebenaran sudah banyak di hadapan kita; yang diperlukan ialah hati yang benar-benar mencari keyakinan, bukan hati yang terus meminta tanda baharu.Al-Rāzī says the meaning of “Indeed We have already made the signs … clear for people who are willing to believe with certainty” is that the Qur’an and the other miracles are compelling signs and dazzling miracles for whoever seeks certainty.
Reflection: The proofs of truth already lie before us in abundance; what we need is a heart that truly seeks certainty, not one that keeps demanding new signs.
بَشِيرٗا
(serta menjadi) pembawa khabar gembira (kepada orang-orang yang beriman)(to be) a bringer of glad tidings (to the believers)
وَنَذِيرٗاۖ
dan pembawa amaran (kepada orang-orang yang ingkar)and a warner (to those who reject)
وَلَا
dan (setelah engkau sampaikan semuanya itu) … tidak akanand (once you have conveyed all that) … will not
Terjemahan: Sesungguhnya Kami telah mengutuskan engkau (wahai Muhammad) dengan kebenaran, (serta menjadi) pembawa khabar gembira (kepada orang-orang yang beriman) dan pembawa amaran (kepada orang-orang yang ingkar). Dan (setelah engkau sampaikan semuanya itu), engkau tidak akan diminta (bertanggungjawab) tentang ahli nerakaTranslation: Truly We have sent you forth (O Muhammad) with the truth, (to be) a bringer of glad tidings (to the believers) and a warner (to those who reject). And (once you have conveyed all that), you will not be asked (to answer) about the dwellers of Hell.
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«وَفِي الْآيَةِ دَلَالَةٌ عَلَى أَنَّ أَحَدًا لَا يُسْأَلُ عَنْ ذَنْبِ غَيْرِهِ وَلَا يُؤَاخَذُ بِمَا اجْتَرَمَهُ سِوَاهُ سَوَاءٌ كَانَ قَرِيبًا أَوْ كَانَ بَعِيدًا»
Fakhr al-Dīn ar-Rāzī, Mafātīḥ al-Ghayb, 4/28 · Shamela ↗Fakhr al-Dīn al-Rāzī, Mafātīḥ al-Ghayb, 4/28 · Shamela ↗
Kata ar-Rāzī, firman “engkau tidak akan diminta (bertanggungjawab) tentang ahli neraka” menunjukkan bahawa seseorang tidak akan ditanya tentang dosa orang lain dan tidak dihukum kerana kesalahan yang dilakukan orang lain, sama ada kerabat dekat atau orang jauh.
Renungan: Tugas kita menyampaikan kebaikan dengan cara yang baik dan menjaga amal sendiri; janganlah kita sibuk menghukum orang lain sehingga lupa memperbaiki diri.Al-Rāzī says the words “you will not be asked (to answer) about the dwellers of Hell” show that no one will be questioned about another’s sin or held to account for what someone else committed, whether a close relative or a stranger.
Reflection: Our task is to convey good in a good way and to guard our own deeds; let us not be so busy judging others that we forget to mend ourselves.
تَرۡضَىٰ
akan bersetuju atau sukawill approve of or be fond of (orang‑orang Yahudi al‑yahuduthe Jews al‑yahūdu)
Terjemahan: Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak sekali-kali akan bersetuju atau suka kepadamu (wahai Muhammad) sehingga engkau menurut ugama mereka (yang telah terpesong itu). Katakanlah (kepada mereka): "Sesungguhnya petunjuk Allah (ugama Islam) itulah petunjuk yang benar". Dan demi sesungguhnya jika engkau menurut kehendak hawa nafsu mereka sesudah datangnya (wahyu yang memberi) pengetahuan kepadamu (tentang kebenaran), maka tiadalah engkau akan peroleh dari Allah (sesuatupun) yang dapat mengawal dan memberi pertolongan kepadamuTranslation: The Jews and the Christians will never approve of you or be fond of you (O Muhammad) until you go along with their religion (which has deviated). Say (to them): “Indeed Allah’s guidance (Islam) is the true guidance.” And indeed, if you were to go along with their desires after (the revelation bringing) knowledge (of the truth) has come to you, then you would find no one at all from Allah to protect you or to help you.
Nota nahu: مِنْ (ayat 120).Grammar note: مِنْ (verse 120).
Nota nahu: مَا لَكَ (ayat 120).Grammar note: مَا لَكَ (verse 120).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«أَنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الَّذِي يَهْدِي إِلَى الْإِسْلَامِ وَهُوَ الْهُدَى الْحَقُّ وَالَّذِي يَصْلُحُ أَنْ يُسَمَّى هُدًى وَهُوَ الْهُدَى كُلُّهُ لَيْسَ وَرَاءَهُ هُدًى»
Fakhr al-Dīn ar-Rāzī, Mafātīḥ al-Ghayb, 4/29 · Shamela ↗Fakhr al-Dīn al-Rāzī, Mafātīḥ al-Ghayb, 4/29 · Shamela ↗
Kata ar-Rāzī, maksud firman “Sesungguhnya petunjuk Allah …” ialah petunjuk Allah yang membawa kepada Islam itulah petunjuk yang benar, yang layak dinamakan petunjuk, dan itulah seluruh petunjuk; tiada petunjuk di sebaliknya; dan Allah memelihara Rasul-Nya apabila Baginda tetap taat dan berpegang dengan tali-Nya.
Renungan: Mari kita ukur setiap pilihan hidup dengan petunjuk Allah, bukan dengan hawa nafsu atau tekanan orang sekeliling, dan terus berpegang dengan tali-Nya.Al-Rāzī says “Indeed Allah’s guidance …” means that Allah’s guidance, which leads to Islam, is the true guidance, the one worthy of the name, and the whole of guidance, with no guidance beyond it; and Allah protects His Messenger as long as he stays obedient and holds fast to His rope.
Reflection: Let us measure every choice in life by Allah’s guidance, not by our desires or the pressure of those around us, and keep holding fast to His rope.
تِلَاوَتِهِۦٓ
bacaan (tidak mengubah dan memutarkan maksudnya)recitation (not altering or twisting its meaning)
Terjemahan: Orang-orang yang Kami berikan Kitab kepada mereka, sedang mereka membacanya dengan sebenar-benar bacaan (tidak mengubah dan memutarkan maksudnya), mereka itulah orang-orang yang beriman kepadanya; dan sesiapa yang mengingkarinya maka mereka itulah orang-orang yang rugiTranslation: Those to whom We gave the Book, while they recite it with the truest recitation (not altering or twisting its meaning), it is they who have faith in it; and whoever denies it, then it is they who suffer loss.
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«أَنْ تُحْمَلَ الْآيَةُ عَلَى كُلِّ هَذِهِ الْوُجُوهِ لِأَنَّهَا مُشْتَرِكَةٌ فِي مَفْهُومٍ وَاحِدٍ، وَهُوَ تَعْظِيمُهَا، وَالِانْقِيَادُ لَهَا لَفْظًا وَمَعْنًى»
Fakhr al-Dīn ar-Rāzī, Mafātīḥ al-Ghayb, 4/30 · Shamela ↗Fakhr al-Dīn al-Rāzī, Mafātīḥ al-Ghayb, 4/30 · Shamela ↗
Kata ar-Rāzī, tilāwah (bacaan) ada dua makna, iaitu membaca dan mengikut dengan perbuatan, dan yang zahir ia merangkumi kedua-duanya. Antara huraian ar-Rāzī, semua maksud “membacanya dengan sebenar-benar bacaan” bertemu pada satu makna: mengagungkan Kitab itu dan tunduk kepadanya dari segi lafaz dan makna.
Renungan: Mari kita membaca al-Qur’an dengan betul, memahaminya, lalu mengikutinya dalam kehidupan.Al-Rāzī says tilāwah (recitation) has two meanings, reading and following in deed, and the apparent sense is that it covers both. One of al-Rāzī’s explanations: all the meanings of “recite it with the truest recitation” meet in one sense: honouring the Book and submitting to it in wording and meaning.
Reflection: Let us read the Qur’an correctly, understand it, and then follow it in our lives.
فَضَّلۡتُكُمۡ
telah melebihkan (datuk nenek) kamu (yang taat dahulu)raised (the forefathers of) you (who obeyed in the past) (AkuI)
Terjemahan: Wahai Bani Israil, kenanglah akan limpah kurnia nikmat-Ku yang telah Kuberikan kepada kamu, dan Aku telah melebihkan (datuk nenek) kamu (yang taat dahulu) atas umat-umat yang lain (yang ada pada zamannya)Translation: O Children of Israel! Call to mind My abundant blessing that I granted you, and that I raised (the forefathers of) you (who obeyed in the past) above the other peoples (of their time).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«أُعِيدَ نِدَاءُ بَنِي إِسْرَائِيلَ نِدَاءَ التَّنْبِيهِ وَالْإِنْذَارِ وَالتَّذْكِيرِ عَلَى طَرِيقَةِ التَّكْرِيرِ»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 1/697 · Shamela ↗ (huraian ayat 122–123)Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 1/697 · Shamela ↗ (commentary on 122–123)
Menurut Ibn ‘Āshūr, seruan “Wahai Bani Israil, kenanglah akan limpah kurnia nikmat-Ku” diulang sebagai seruan untuk menyedarkan, memberi amaran dan memperingatkan, dengan cara pengulangan; kerana seruan kepada mereka telah dibuka pada permulaan peringatan dengan nasihat yang serupa.
Renungan: Allah mengulang peringatan kerana kasih sayang-Nya; apabila nasihat yang sama sampai kepada kita berulang kali, mari kita sambut dengan syukur dan mengenang nikmat-Nya.According to Ibn ‘Āshūr, the call “O Children of Israel! Call to mind My abundant blessing that I granted you” is repeated as a call to alert, warn and remind, by way of repetition; for the address to them was opened at the start of the reminder with a similar admonition.
Reflection: Allah repeats His reminders out of mercy; when the same advice reaches us again and again, let us receive it with gratitude and remember His favours.
تَجۡزِي
dapat mengganti atau melepaskancan stand in for or save (seseorang nafsuna person nafsun)
تَنفَعُهَا
memberi manfaat kepadanyabenefit that person (syafaat syafa‘atunintercession shafā‘atun)
يُنصَرُونَ
akan ditolong (dari azab sengsara)will be helped (against the torment) (merekathey)NF
Terjemahan: Dan peliharalah diri kamu dari (huru-hara) hari kiamat (yang padanya) seseorang tidak dapat mengganti atau melepaskan orang lain sedikitpun, dan tidak akan diterima daripadanya sebarang tebusan, dan tidak akan memberi manfaat kepadanya sebarang syafaat; dan orang-orang yang salah itu tidak akan ditolong (dari azab sengsara)Translation: And guard yourselves against (the terrors of) the Day of Resurrection, (on which) no person can stand in for or save another in the least; no ransom will be accepted from that person, no intercession will benefit that person; and the guilty will not be helped (against the torment).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«فَلِأَنَّ أَحْوَالَ الْأَقْوَامِ فِي طَلَبِ الْفِكَاكِ عَنِ الْجُنَاةِ تَخْتَلِفُ، فَمَرَّةً يُقَدِّمُونَ الْفِدَاءَ فَإِذَا لَمْ يُقْبَلْ قَدَّمُوا الشُّفَعَاءَ»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 1/698 · Shamela ↗ (huraian ayat 122–123)Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 1/698 · Shamela ↗ (commentary on 122–123)
Menurut Ibn ‘Āshūr, dalam ayat 48 syafaat yang “tidak diterima”, manakala di sini tebusan, kerana cara manusia mencari jalan melepaskan orang yang bersalah berbeza-beza: ada kalanya mereka menawarkan tebusan, dan jika tidak diterima mereka membawa pemberi syafaat (pertolongan orang tengah), dan ada kalanya sebaliknya; maksudnya pada hari itu “tidak akan diterima daripadanya sebarang tebusan”, dan tiada pemberi syafaat yang mereka dapati.
Renungan: Janganlah kita bergantung pada harta atau kenalan; mari kita bersiap dengan iman dan amal soleh dari sekarang.According to Ibn ‘Āshūr, in verse 48 it is intercession that is not accepted, while here it is ransom, because people differ in how they seek to free an offender: sometimes they offer a ransom, and if it is refused they bring intercessors, and sometimes the reverse; the meaning is that on that Day “no ransom will be accepted”, and they will find no intercessor.
Reflection: Let us not rely on wealth or connections; let us prepare with faith and righteous deeds from now.