تُلۡقُونَ
dengan cara … sampaikan (berita-berita rahsia orang-orang mukmin)by passing on (the secret news of the believers) (kamu sekalianyou all)
بِٱلۡمَوَدَّةِ
dengan sebab hubungan baik dan kasih mesra yang ada di antara kamu dengan merekaout of the friendship and affection between you and them
وَإِيَّاكُمۡ
dan juga mengeluarkan kamu (dari Tanah Suci Makkah)and you as well (from the Holy Land of Makkah)
تُسِرُّونَ
(tidak ada sebarang faedahnya) … mengadakan hubungan … secara rahsia(there is no benefit in) … secretly showing (kamu sekalianyou all)
يَفۡعَلۡهُ
yang melakukan perkara yang demikiandoes that (dia (merujuk sesiapa yang)he (refers to whoever))
Terjemahan: Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuh kamu menjadi teman rapat, dengan cara kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita rahsia orang-orang mukmin) dengan sebab hubungan baik dan kasih mesra yang ada di antara kamu dengan mereka, sedang mereka telah kufur ingkar terhadap kebenaran (Islam) yang sampai kepada kamu; mereka pula telah mengeluarkan Rasulullah (s.a.w) dan juga mengeluarkan kamu (dari Tanah Suci Makkah) disebabkan kamu beriman kepada Allah Tuhan kamu. (Janganlah kamu berbuat demikian) jika betul kamu keluar untuk berjihad pada jalan-Ku dan untuk mencari keredaan-Ku. (Tidak ada sebarang faedahnya) kamu mengadakan hubungan kasih mesra dengan mereka secara rahsia, sedang Aku amat mengetahui akan apa yang kamu rahsiakan dan apa yang kamu zahirkan. Dan (ingatlah), sesiapa di antara kamu yang melakukan perkara yang demikian, maka sesungguhnya telah sesatlah ia dari jalan yang betulTranslation: O you who believe! Do not take My enemy and your enemy as close friends, by passing on to them (the secret news of the believers) out of the friendship and affection between you and them, while they have disbelieved in the truth (Islam) that has come to you; they also drive out the Messenger of Allah and you as well (from the Holy Land of Makkah) because you believe in Allah, your Lord. (Do not do so) if you truly went out to strive in jihad in My way and to seek My pleasure. (There is no benefit in) your secretly showing them affection, while I know very well what you conceal and what you disclose. And (remember), whoever among you does that has truly strayed from the right path.
Nota nahu: وَأَنَا۠ أَعْلَمُ بِمَآ أَخْفَيْتُمْ (ayat 1).Grammar note: وَأَنَا۠ أَعْلَمُ بِمَآ أَخْفَيْتُمْ (verse 1).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«أَيُّ طَائِلٍ لَكُمْ فِي إِسْرَارِكُمْ وَقَدْ عَلِمْتُمْ أَنَّ الْإِخْفَاءَ وَالْإِعْلَانَ سِيَّانِ فِي عِلْمِي»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 29/517 · Shamela ↗Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 29/517 · Shamela ↗
Tafsir ar-Rāzī menyebut, maksud “kamu mengadakan hubungan kasih mesra dengan mereka secara rahsia” ialah: apakah faedahnya kamu merahsiakan sesuatu, sedangkan kamu tahu bahawa yang disembunyikan dan yang dizahirkan adalah sama dalam ilmu Allah; dan tidak mustahil ia umum bagi segala yang disembunyikan dan dizahirkan.
Renungan: Tiada rahsia hati yang tersembunyi daripada Allah; mari kita menjaga agar kesetiaan dan kasih kita yang tersembunyi sama bersihnya dengan yang kita tunjukkan.Tafsir al-Rāzī says the point of keeping friendly ties with them in secret is answered thus: what do you gain by secrecy, when you know that what is hidden and what is shown are alike in Allah’s knowledge; and it may well apply to everything that is hidden or shown.
Reflection: No secret of the heart is hidden from Allah; let us keep our hidden loyalties and love as pure as those we show.
تَكۡفُرُونَ
juga menjadi kafir (seperti mereka)too disbelieved (like them) (kamu sekalianyou all)
Terjemahan: Jika mereka dapat menguasai kamu, nescaya mereka menjadi musuh yang membahayakan kamu, dan mereka akan membebaskan tangan mereka dan lidah mereka terhadap kamu dengan kejahatan, serta mereka suka kalaulah kamu juga menjadi kafir (seperti mereka)Translation: If they gain the upper hand over you, they would become enemies who harm you, and they would stretch out their hands and their tongues against you with evil; and they would love it if you too disbelieved (like them).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«فَقَدْ يُظَنُّ أَنَّ مُوَالَاتَهُمْ مِنَ الدَّهَاءِ وَالْحَزْمِ رَجَاءَ نَفْعِهِمْ إِنْ دَالَتْ لَهُمُ الدَّوْلَةُ، فَبَيَّنَ اللَّهُ لَهُمْ خَطَأَ هَذَا الظَّنِّ»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 28/139 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 28/139 · Shamela ↗
Menurut Ibn ‘Āshūr, ayat ini menjelaskan mengapa perbuatan itu dikira sesat dari jalan yang betul: kadang-kadang disangka bahawa berbaik-baik dengan musuh itu satu kebijaksanaan dan sikap berhati-hati, dengan harapan mendapat manfaat jika mereka berkuasa; lalu Allah menjelaskan kesilapan sangkaan itu.
Renungan: Kadang-kadang kita menggadaikan prinsip demi keuntungan yang kita sangka bijak; mari kita menimbang setiap pilihan dengan neraca iman, bukan neraca kepentingan diri.According to Ibn ‘Āshūr, this verse explains why that deed is called straying from the right path: it may be thought that befriending the enemy is shrewdness and caution, in the hope of benefit should power pass to them; so Allah showed them the error of that thought.
Reflection: We sometimes trade our principles for a gain we think is clever; let us weigh every choice on the scale of faith, not of self-interest.
تَنفَعَكُمۡ
mendatangkan sebarang faedah kepada kamubring you any benefit (kaum kerabat kamu arhamukumyour kindred arḥāmukum)
أَوۡلَٰدُكُمۡۚ
anak-anak kamu (yang tidak menurut kamu beriman)your children (who did not follow you in believing)
Terjemahan: Kaum kerabat kamu dan anak-anak kamu (yang tidak menurut kamu beriman) tidak sekali-kali akan mendatangkan sebarang faedah kepada kamu pada hari kiamat; Allah akan memisahkan di antara kamu semua (pada hari itu). Dan (ingatlah), Allah Maha Melihat segala yang kamu kerjakanTranslation: Your kindred and your children (who did not follow you in believing) will never bring you any benefit on the Day of Resurrection; Allah will separate you all (on that day). And (remember), Allah is All-Seeing of whatever you do.
Nota nahu: وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ (ayat 3).Grammar note: وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ (verse 3).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«أَنَّ الْخَبِيرَ أَبْلَغُ فِي الْعِلْمِ وَالْبَصِيرَ أَظْهَرُ مِنْهُ فِيهِ، لِمَا أَنَّهُ يَجْعَلُ عَمَلَهُمْ كَالْمَحْسُوسِ بِحِسِّ الْبَصَرِ»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 29/518 · Shamela ↗ (huraian ayat 2–3)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 29/518 · Shamela ↗ (commentary on 2–3)
Tafsir ar-Rāzī menyebut, ayat ini ditutup dengan “Maha Melihat” (al-Baṣīr) dan bukan “Maha Mengetahui secara terperinci” (al-Khabīr) kerana, walaupun al-Khabīr lebih mendalam pada ilmu, al-Baṣīr lebih jelas, seolah-olah menjadikan amalan mereka seperti sesuatu yang dapat dilihat dengan mata.
Renungan: Amalan kita seolah-olah terbentang di hadapan penglihatan Allah; mari kita beramal seperti orang yang sedar dirinya sentiasa dilihat.Tafsir al-Rāzī says this verse ends with the All-Seeing (al-Baṣīr) rather than the All-Aware (al-Khabīr) because, although al-Khabīr is deeper in knowledge, al-Baṣīr is more vivid, as though it made their deeds something perceived by sight.
Reflection: Our deeds lie, as it were, open before Allah’s sight; let us act as those who know they are always seen.
وَبَدَا
dan (dengan ini) nyatalahand (with this) there has appeared (permusuhan al‑‘adawatuthe enmity al‑‘adāwatu)
لَأَسۡتَغۡفِرَنَّ
(sungguh) akan memohon kepada Tuhanku mengampun(truly) will ask my Lord to forgive (akuI)
رَّبَّنَا
(berdoalah wahai orang-orang yang beriman sebagaimana Nabi Ibrahim dan pengikut-pengikutnya berdoa ketika mereka memusuhi kaumnya yang kafir, dengan berkata): wahai Tuhan kami(pray, O you who believe, as the Prophet Ibrahim and his followers prayed when they opposed their disbelieving people, saying): O our Lord
Terjemahan: Sesungguhnya adalah bagi kamu pada bawaan Nabi Ibrahim (a.s) dan pengikut-pengikutnya - contoh ikutan yang baik, semasa mereka berkata kepada kaumnya (yang kufur ingkar): "Sesungguhnya kami berlepas diri daripada kamu dan daripada apa yang kamu sembah yang lain dari Allah; kami kufur ingkarkan (segala penyembahan) kamu dan (dengan ini) nyatalah perasaan permusuhan dan kebencian di antara kami dengan kamu selama-lamanya, sehingga kamu menyembah Allah semata-mata", tetapi janganlah dicontohi perkataan Nabi Ibrahim kepada bapanya (katanya): "Aku akan memohon kepada Tuhanku mengampun dosamu, dan aku tidak berkuasa menahan (azab seksa) dari Allah sedikit juapun daripada menimpamu". (Berdoalah wahai orang-orang yang beriman sebagaimana Nabi Ibrahim dan pengikut-pengikutnya berdoa ketika mereka memusuhi kaumnya yang kafir, dengan berkata): "Wahai Tuhan kami! Kepada Engkaulah sahaja kami berserah diri, dan kepada Engkaulah kami rujuk bertaubat, serta kepada Engkaulah jua tempat kembaliTranslation: Truly there has been for you a good example in the conduct of the Prophet Ibrahim and his followers, when they said to their people (who disbelieved): “Truly we are free of you and of what you worship other than Allah; we reject (all the worship of) you, and (with this) enmity and hatred have appeared between us and you for ever, until you worship Allah alone”; but do not take as an example the words of the Prophet Ibrahim to his father (when he said): “I will ask my Lord to forgive your sins, and I have no power to hold back (any punishment) from Allah from befalling you in the least.” (Pray, O you who believe, as the Prophet Ibrahim and his followers prayed when they opposed their disbelieving people, saying): “O our Lord! In You alone we put our trust, and to You we turn in repentance, and to You is the return.”
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«وَيُحْتَمَلُ أَنْ يَكُونَ تَعْلِيمًا لِلْمُؤْمِنِينَ أَنْ يَقُولُوا هَذَا الْكَلَامَ وَيَسْتَحْضِرُوا مَعَانِيَهُ لِيَجْرِيَ عَمَلَهُمْ بِمُقْتَضَاهُ»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 28/146 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 28/146 · Shamela ↗
Menurut Ibn ‘Āshūr, doa “Wahai Tuhan kami! Kepada Engkaulah sahaja kami berserah diri …” boleh juga bermaksud ajaran kepada orang-orang beriman supaya mengucapkannya dan menghayati maknanya agar amalan mereka berjalan selaras dengannya, kerana ucapan memperbaharui makna dalam diri orang yang mengucapkannya dan menyedarkan pendengar daripada kelalaian.
Renungan: Doa bukan sekadar lafaz; mari kita mengucapkan tawakal, taubat dan kembali kepada Allah sambil menghayatinya dalam amalan.According to Ibn ‘Āshūr, the prayer Our Lord, in You alone we put our trust may also be a teaching for the believers to say it and keep its meanings present so that their deeds follow it, for speech renews the meaning in the speaker’s soul and wakes the listener from heedlessness.
Reflection: A prayer is more than words; let us voice trust, repentance and return to Allah while living them in our deeds.
Terjemahan: "Wahai Tuhan kami! Janganlah Engkau jadikan pendirian dan keyakinan kami terpesong kerana penindasan orang-orang kafir, dan ampunkanlah dosa kami wahai Tuhan kami; sesungguhnya Engkaulah sahaja Yang Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana"Translation: “O our Lord! Do not let our stand and conviction be turned aside because of the oppression of the disbelievers, and forgive our sins, O our Lord; truly You alone are the All-Mighty, the All-Wise.”
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«إِنَّهُمْ طَلَبُوا الْبَرَاءَةَ عَنِ الْفِتْنَةِ، وَالْبَرَاءَةُ عَنِ الْفِتْنَةِ لَا يُمْكِنُ وُجُودُهَا بِدُونِ الْمَغْفِرَةِ»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 29/520 · Shamela ↗ (huraian ayat 5–7)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 29/520 · Shamela ↗ (commentary on 5–7)
Tafsir ar-Rāzī menyebut, doa ini disertai “dan ampunkanlah dosa kami” kerana mereka memohon agar terselamat daripada fitnah (ujian yang menggoncang), dan keselamatan daripada fitnah tidak mungkin wujud tanpa keampunan, kerana orang yang berdosa jika tidak diampunkan akan tertindas oleh azab, dan itulah fitnah.
Renungan: Keteguhan kita bergantung pada rahmat Allah; mari kita sentiasa beristighfar (memohon ampun) ketika memohon agar hati tidak terpesong.Tafsir al-Rāzī says this prayer includes and forgive us because they asked to be kept safe from fitnah (a shaking trial), and safety from fitnah cannot exist without forgiveness, since a sinner who is not forgiven is overpowered by punishment, and that is fitnah.
Reflection: Our steadfastness rests on Allah’s mercy; let us keep seeking His forgiveness whenever we ask that our hearts not be led astray.
فِيهِمۡ
pada bawaan Nabi Ibrahim dan pengikut-pengikutnya itu (lit. pada mereka)in the conduct of the Prophet Ibrahim and his followers (lit. in them)
كَانَ
sentiasa (lit. adalah)constantly (lit. was) (dia (merujuk sesiapa yang)he (refers to whoever))ism
يَتَوَلَّ
berpaling daripada mencontohi merekaturns away from following them (dia (merujuk sesiapa yang)he (refers to whoever))
فَإِنَّ
(maka padahnya akan menimpa dirinya sendiri), kerana sesungguhnya(then the harm will fall upon himself), for truly
Terjemahan: Demi sesungguhnya! Adalah bagi kamu pada bawaan Nabi Ibrahim dan pengikut-pengikutnya itu contoh ikutan yang baik, iaitu bagi orang yang sentiasa mengharapkan keredaan Allah dan (balasan baik) hari akhirat. Dan sesiapa yang berpaling daripada mencontohi mereka, (maka padahnya akan menimpa dirinya sendiri), kerana sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Kaya, lagi Maha TerpujiTranslation: Most surely! There has been for you, in the conduct of the Prophet Ibrahim and his followers, a good example, that is, for whoever constantly hopes for the pleasure of Allah and (the good reward of) the Day of the Hereafter. And whoever turns away from following them, (then the harm will fall upon himself), for truly Allah, He is the All-Rich, the All-Praised.
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«وَلَكِنَّهُ ذِكْرٌ لِلتَّذْكِيرِ بِأَنَّ الْإِيمَانَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ يَقْتَضِي تَأَسِّيَهُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ السَّابِقَيْنَ»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 28/149 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 28/149 · Shamela ↗
Menurut Ibn ‘Āshūr, ungkapan “bagi orang yang sentiasa mengharapkan keredaan Allah dan (balasan baik) hari akhirat” tidak mengkhususkan sebahagian orang beriman sahaja, tetapi peringatan bahawa iman kepada Allah dan hari akhirat menuntut mereka mencontohi orang-orang beriman terdahulu, iaitu Nabi Ibrahim dan pengikut-pengikutnya.
Renungan: Harapan kita kepada Allah dan hari akhirat sepatutnya terzahir pada siapa yang kita contohi; mari kita memilih teladan yang membawa kita kepada-Nya.According to Ibn ‘Āshūr, the words for those who hope for Allah and the Day of the Hereafter do not single out some believers; they are a reminder that faith in Allah and the Day of the Hereafter requires following the believers who came before, namely the Prophet Ibrahim and those with him.
Reflection: Our hope in Allah and the Hereafter should show in whom we take as our example; let us choose examples that lead us to Him.
مَّوَدَّةٗۚ
perasaan kasih sayang (dengan jalan menjadikan mereka insaf dan memeluk Islam)affection (by making them come to their senses and embrace Islam)
Terjemahan: Semoga Allah akan mengadakan perasaan kasih sayang antara kamu dengan orang-orang yang kamu musuhi dari kerabat kamu itu (dengan jalan menjadikan mereka insaf dan memeluk Islam). Dan (ingatlah), Allah Maha Kuasa (atas tiap-tiap sesuatu), dan Allah Maha Pengampun, lagi Maha MengasihaniTranslation: Perhaps Allah will bring about affection between you and those of your kindred whom you have taken as enemies (by making them come to their senses and embrace Islam). And (remember), Allah is All-Powerful (over every thing), and Allah is Most Forgiving, Most Merciful.
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«واللَّه تَعَالَى قَادِرٌ عَلَى تَقْلِيبِ الْقُلُوبِ، وَتَغْيِيرِ الْأَحْوَالِ، وَتَسْهِيلِ أَسْبَابِ الْمَوَدَّةِ»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 29/520 · Shamela ↗ (huraian ayat 5–7)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 29/520 · Shamela ↗ (commentary on 5–7)
Tafsir ar-Rāzī menyebut, Allah Maha Kuasa membolak-balikkan hati, mengubah keadaan dan memudahkan sebab-sebab kasih sayang; dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Mengasihani kepada mereka apabila mereka bertaubat dan kembali kepada-Nya.
Renungan: Hati yang hari ini jauh boleh menjadi dekat dengan izin Allah; mari kita tidak menutup pintu harapan, dan terus mendoakan hidayah (petunjuk) bagi kaum kerabat kita.Tafsir al-Rāzī says Allah has power to turn hearts, change conditions and ease the means of affection; and Allah is Most Forgiving, Most Merciful to them when they repent and return to Him.
Reflection: A heart that is far today may become near by Allah’s leave; let us never close the door of hope, and keep praying for guidance for our relatives.
Terjemahan: Allah tidak melarang kamu daripada berbuat baik dan berlaku adil kepada orang-orang yang tidak memerangi kamu kerana ugama (kamu), dan tidak mengeluarkan kamu dari kampung halaman kamu; sesungguhnya Allah mengasihi orang-orang yang berlaku adilTranslation: Allah does not forbid you from being kind and just to those who have not fought you because of (your) religion and have not driven you out of your homes; truly Allah loves those who act justly.
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«وَجُمْلَةُ وإِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ تَذْيِيلٌ، أَيْ يُحِبُّ كُلَّ مُقْسِطٍ»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 28/153 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 28/153 · Shamela ↗
Menurut Ibn ‘Āshūr, al-birr (berbuat baik) ialah layanan yang baik dan memuliakan, dan al-qisṭ ialah keadilan; manakala penutup ayat “sesungguhnya Allah mengasihi orang-orang yang berlaku adil” ialah tadzyīl (penutup yang bersifat umum), iaitu Allah mengasihi setiap orang yang berlaku adil.
Renungan: Keadilan dan kebaikan ialah sifat yang Allah kasihi; mari kita menjadikannya akhlak kita dalam setiap urusan dan pergaulan.According to Ibn ‘Āshūr, al-birr means good treatment and honouring, and al-qisṭ means justice; and the closing words, truly Allah loves those who act justly, are a tadhyīl (a general closing statement): Allah loves every just person.
Reflection: Justice and kindness are qualities Allah loves; let us make them our character in all our dealings and relations.
يَتَوَلَّهُمۡ
menjadikan mereka teman rapattakes them as close friends (dia (merujuk sesiapa yang)he (refers to whoever))
Terjemahan: Sesungguhnya Allah hanyalah melarang kamu daripada menjadikan teman rapat orang-orang yang memerangi kamu kerana ugama (kamu), dan mengeluarkan kamu dari kampung halaman kamu, serta membantu (orang lain) untuk mengusir kamu. Dan (ingatlah), sesiapa yang menjadikan mereka teman rapat, maka mereka itulah orang-orang yang zalimTranslation: Allah only forbids you from taking as close friends those who have fought you because of (your) religion, driven you out of your homes and helped (others) to expel you. And (remember), whoever takes them as close friends, then those are the unjust.
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«وَالْمَعْنَى: لَا يَنْهَاكُمْ عَنْ مَبَرَّةِ هَؤُلَاءِ، وَإِنَّمَا يَنْهَاكُمْ عَنْ تَوَلِّي هَؤُلَاءِ»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 29/521 · Shamela ↗ (huraian ayat 8–9)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 29/521 · Shamela ↗ (commentary on 8–9)
Tafsir ar-Rāzī menyebut, maksud kedua-dua ayat ini: Allah tidak melarang kamu berbuat baik kepada orang-orang yang tidak memerangi kamu kerana ugama (kamu), dan Dia hanya melarang kamu menjadikan teman rapat orang-orang yang memerangi kamu kerana ugama (kamu); dan ayat ini mengukuhkan maksud ayat sebelumnya.
Renungan: Larangan Allah datang dengan batas yang jelas; mari kita menimbang sikap kita dengan neraca yang Allah tetapkan, bukan dengan emosi.Tafsir al-Rāzī says the sense of the two verses is: Allah does not forbid you kindness to those who did not fight you because of your religion; He only forbids you to take as close friends those who fought you because of your religion; and this verse confirms the one before it.
Reflection: Allah’s prohibitions come with clear limits; let us weigh our attitudes on the scale He has set, not by our emotions.
جَآءَكُمُ
datang … kepada kamucome to you (orang‑orang perempuan yang beriman al‑mu’minatuthe believing women al‑mu’minātu)
فَٱمۡتَحِنُوهُنَّۖ
maka ujilah (iman) merekathen test (the faith of) them (kamu sekalianyou all)
وَءَاتُوهُم
dan berilah kepada suami-suami (yang kafir) ituand give to (the disbelieving) husbands (kamu sekalianyou all)
تَنكِحُوهُنَّ
berkahwin dengan mereka (perempuan-perempuan yang berhijrah itu)marry them (the women who emigrated) (kamu sekalianyou all)
تُمۡسِكُواْ
(wahai orang-orang Islam) tetap berpegang(O Muslims) keep holding on (kamu sekalianyou all)
ٱلۡكَوَافِرِ
dengan perempuan-perempuan yang (kekal dalam keadaan) kafirwith women who (remain) disbelievers
وَلۡيَسۡـَٔلُواْ
dan biarkanlah … meminta balikand let … ask back (mereka (suami‑suami yang kafir itu)they (the disbelieving husbands))
Terjemahan: Wahai orang-orang yang beriman! Apabila orang-orang perempuan yang mengaku beriman datang berhijrah kepada kamu, maka ujilah (iman) mereka: Allah lebih mengetahui akan iman mereka: dengan yang demikian, sekiranya kamu mengetahui bahawa mereka beriman, maka janganlah kamu mengembalikan mereka kepada orang-orang yang kafir. Mereka tidak halal bagi orang-orang kafir itu (sebagai isteri), dan orang-orang kafir itu pula tidak halal bagi mereka (sebagai suami). Dan berilah kepada suami-suami (yang kafir) itu apa yang mereka telah belanjakan. Dan tidaklah menjadi salah kamu berkahwin dengan mereka (perempuan-perempuan yang berhijrah itu) apabila kamu memberi kepada mereka maskahwinnya. Dan janganlah kamu (wahai orang-orang Islam) tetap berpegang kepada akad perkahwinan kamu dengan perempuan-perempuan yang (kekal dalam keadaan) kafir, dan mintalah balik maskahwin yang kamu telah berikan, dan biarkanlah mereka (suami-suami yang kafir itu) meminta balik apa yang mereka telah belanjakan. Demikianlah hukum Allah; Ia hukumkan di antara kamu (dengan adil). Dan (ingatlah), Allah Maha Mengetahui, lagi Maha BijaksanaTranslation: O you who believe! When women who profess belief come to you as emigrants, then test (the faith of) them; Allah knows their faith better. So if you know that they are believers, then do not hand them back to the disbelievers. They are not lawful for those disbelievers (as wives), nor are those disbelievers lawful for them (as husbands). And give to (the disbelieving) husbands what they have spent. And there is no blame on you to marry them (the women who emigrated) when you have given them their dowries. And do not (O Muslims) keep holding on to your marriage ties with women who (remain) disbelievers; and ask back the dowries you have given, and let them (the disbelieving husbands) ask back what they have spent. That is the ruling of Allah; He judges between you (with justice). And (remember), Allah is All-Knowing, All-Wise.
Nota nahu: ٱللَّهُ أَعْلَمُ بِإِيمَٰنِهِنَّ (ayat 10).Grammar note: ٱللَّهُ أَعْلَمُ بِإِيمَٰنِهِنَّ (verse 10).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«فَائِدَتُهُ بَيَانُ أَنْ لَا سَبِيلَ إِلَى مَا تَطْمَئِنُّ بِهِ النَّفْسُ مِنَ الْإِحَاطَةِ بِحَقِيقَةِ إِيمَانِهِنَّ، فَإِنَّ ذَلِكَ مِمَّا اسْتَأْثَرَ بِهِ عَلَّامُ الْغُيُوبِ»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 29/522 · Shamela ↗Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 29/522 · Shamela ↗
Tafsir ar-Rāzī menyebut, faedah firman “Allah lebih mengetahui akan iman mereka” ialah menjelaskan bahawa tiada jalan untuk mengetahui hakikat iman seseorang dengan yakin, kerana perkara itu hanya diketahui oleh Allah Yang Maha Mengetahui segala yang ghaib.
Renungan: Kita hanya menilai yang zahir, sedangkan hakikat iman di dalam hati milik Allah; mari kita berhati-hati daripada menghukum hati orang lain, dan lebih sibuk memeriksa hati sendiri.Tafsir al-Rāzī says the benefit of the words Allah knows their faith better is to make clear that there is no way to grasp the reality of anyone’s faith with certainty, for that is known only to Allah, the Knower of the unseen.
Reflection: We judge only what is outward, while the reality of faith in the heart belongs to Allah; let us beware of judging other people’s hearts, and be busier examining our own.
فَاتَكُمۡ
tidak dapat menerima balik (lit. terlepas daripada kamu)are unable to receive back (lit. escapes you) (sesuatu syai’unsomething shay’un)
أَزۡوَٰجِكُمۡ
isteri-isteri kamu (yang menjadi murtad serta)your wives (who have turned apostate and)
فَعَاقَبۡتُمۡ
kemudian … menyerang puak yang kafir itu serta mendapat harta rampasanthen … attack that disbelieving party and gain spoils (kamu sekalianyou all)
Terjemahan: Dan sekiranya kamu tidak dapat menerima balik sesuatu dari maskahwin isteri-isteri kamu (yang menjadi murtad serta) melarikan diri ke pihak orang-orang kafir, kemudian kamu menyerang puak yang kafir itu serta mendapat harta rampasan maka berikanlah kepada orang-orang (Islam) yang lari isterinya itu ganti maskahwinnya sebanyak yang mereka telah bayar. Dan bertaqwalah kamu kepada Allah yang kamu beriman kepada-NyaTranslation: And if you are unable to receive back anything of the dowries of your wives (who have turned apostate and) fled to the side of the disbelievers, then you attack that disbelieving party and gain spoils, then give to those (Muslims) whose wives have gone, in place of their dowries, as much as they had paid. And have taqwa of Allah, in Whom you believe.
Nota nahu: وَإِن فَاتَكُمْ شَىْءٌ مِّنْ أَزْوَٰجِكُمْ (ayat 11).Grammar note: وَإِن فَاتَكُمْ شَىْءٌ مِّنْ أَزْوَٰجِكُمْ (verse 11).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«وَلِذَلِكَ أُتْبِعَ اسْمُ الْجَلَالَةِ بِوَصْفِ الَّذِي أَنْتُمْ بِهِ مُؤْمِنُونَ لِأَنَّ الْإِيمَانَ يَبْعَثُ عَلَى التَّقْوَى»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 28/164 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 28/164 · Shamela ↗
Menurut Ibn ‘Āshūr, penutup “Dan bertaqwalah kamu kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya” mendorong orang beriman menunaikan apa yang Allah perintahkan walaupun pihak lain tidak berlaku adil kepada mereka; dan nama Allah diikuti dengan sifat “yang kamu beriman kepada-Nya” kerana imanlah yang membangkitkan taqwa.
Renungan: Ketidakadilan orang lain bukan alasan untuk kita meninggalkan amanah; mari kita biarkan iman mendorong taqwa kita dalam setiap janji dan hak.According to Ibn ‘Āshūr, the closing words, have taqwa of Allah, in Whom you believe, urge the believers to fulfil what Allah commanded even when the other side does not treat them fairly; and Allah’s name is followed by in Whom you believe because it is faith that moves one to taqwa.
Reflection: Others’ unfairness is no excuse for us to abandon a trust; let faith drive our taqwa in every promise and every right.
جَآءَكَ
datang kepadamucome to you (orang‑orang perempuan yang beriman al‑mu’minatuthe believing women al‑mu’minātu)
يُشۡرِكۡنَ
melakukan syirik (menyekutukan Allah)commit shirk (associating partners) (merekathey)
فَبَايِعۡهُنَّ
maka terimalah pengakuan taat setia merekathen accept their pledge of allegiance (engkauyou)
Terjemahan: Wahai Nabi! Apabila orang-orang perempuan yang beriman datang kepadamu untuk memberi pengakuan taat setia, bahawa mereka tidak akan melakukan syirik kepada Allah dengan sesuatu pun, dan mereka tidak akan mencuri, dan mereka tidak akan berzina, dan mereka tidak akan membunuh anak-anaknya, dan mereka tidak akan melakukan sesuatu perkara dusta yang mereka ada-adakan dari kemahuan hati mereka, dan mereka tidak akan menderhaka kepadamu dalam sesuatu perkara yang baik, - maka terimalah pengakuan taat setia mereka dan pohonkanlah kepada Allah mengampuni dosa mereka; sesungguhnya Allah Maha Pengampun, lagi Maha MengasihaniTranslation: O Prophet! When believing women come to you to give their pledge of allegiance, that they will not commit shirk with Allah in anything, and will not steal, and will not commit adultery, and will not kill their children, and will not bring any falsehood that they invent from their own hearts’ desire, and will not disobey you in anything good, then accept their pledge of allegiance and ask Allah to forgive their sins; truly Allah is Most Forgiving, Most Merciful.
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«وَلا يَسْرِقْنَ يَتَضَمَّنُ النَّهْيَ عَنِ الْخِيَانَةِ فِي الْأَمْوَالِ وَالنُّقْصَانِ مِنَ الْعِبَادَةِ»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 29/524 · Shamela ↗Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 29/524 · Shamela ↗
Tafsir ar-Rāzī menyebut, janji “mereka tidak akan mencuri” dalam pengakuan taat setia itu merangkumi larangan khianat dalam harta dan larangan mengurangi ibadah.
Renungan: Amanah bukan hanya pada harta orang lain, tetapi juga pada hak Allah dalam ibadah kita; mari kita menjaga kedua-duanya dengan jujur dan sempurna.Tafsir al-Rāzī says the pledge that they will not steal includes a ban on betrayal in wealth and on falling short in worship.
Reflection: Trust concerns not only other people’s wealth but also Allah’s right in our worship; let us guard both honestly and fully.
Terjemahan: Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu jadikan teman rapat mana-mana kaum yang dimurkai Allah, mereka telah berputus asa daripada mendapat kebaikan akhirat, sebagaimana berputus asanya orang-orang kafir yang ada di dalam kuburTranslation: O you who believe! Do not take as close friends any people whom Allah is angry with; they have despaired of gaining the good of the Hereafter, just as the disbelievers who are in the graves have despaired.
Nota nahu: كَمَا يَئِسَ ٱلْكُفَّارُ مِنْ أَصْحَٰبِ ٱلْقُبُورِ (ayat 13).Grammar note: كَمَا يَئِسَ ٱلْكُفَّارُ مِنْ أَصْحَٰبِ ٱلْقُبُورِ (verse 13).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«أَنْ يُرَادَ بِهِ الْإِعْرَاضُ عَنِ الْعَمَلِ لِلْآخِرَةِ فَكَأَنَّهُمْ فِي إِهْمَالِ الِاسْتِعْدَادِ لَهَا آيِسُونَ مِنْهَا»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 28/169 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 28/169 · Shamela ↗
Menurut Ibn ‘Āshūr, “berputus asa daripada mendapat kebaikan akhirat” boleh juga bermaksud berpaling daripada beramal untuk akhirat, seolah-olah kerana mengabaikan persiapan untuknya mereka telah berputus asa daripadanya.
Renungan: Orang yang yakin akan akhirat tetapi tidak bersedia untuknya hidup seolah-olah tiada harapan padanya; mari kita memeriksa diri, adakah amalan kita benar-benar menunjukkan bahawa kita mengharapkan akhirat.According to Ibn ‘Āshūr, despairing of the good of the Hereafter may also mean turning away from working for it, as though, by neglecting to prepare for it, they had given up hope of it.
Reflection: One who believes in the Hereafter yet does not prepare for it lives as though there were no hope in it; let us ask ourselves whether our deeds truly show that we hope for the Hereafter.